Para tenaga honorer dari lingkungan Dinas Pendidikan dikumpulkan di Pendapa Ronggo Djoemeno Caruban, Senin (15/11/2019). (Istimewa-Pemkab Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengumpulkan 2.038 tenaga honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun di Pendapa Ronggo Djoemeno, Caruban, Senin (15/11/2019).

Kaji Mbing, sapaan akrab bupati, ingin mengetahui dan mendengarkan secara langsung keluhan para guru honorer itu. Dengan mengetahui kondisi sebenarnya para tenaga honorer ini dapat menjadi dasar untuk membuat sebuah kebijakan.

Dari pertemuan itu, beberapa tenaga honorer banyak yang menanyakan perihal nasib kepastian mereka untuk diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Menanggapi hal itu, Kaji Mbing menyampaikan hal tersebut tergantung dari kebijakan pemerintah pusat.

"Keputusan kepastian tenaga honorer jadi ASN itu adalah kebijakan pemerintah pusat," kata dia.

Bupati menjelaskan anggaran untuk dunia pendidikan terus naik setiap tahun. Ini untuk meningkatkan kualitas dan kerjasama di dunia pendidikan.

Anggaran untuk dunia pendidikan terus ditingkatkan. Tetapi, dia berharap untuk anggaran bagi tenaga honorer juga harus tepat sasaran.

Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam dunia pendidikan yaitu lembaga, keluarga, dan faktor eksternal lainnya. "Berbicara lembaga ini, berbicara infrastruktur dan para pelaku dunia pendidikan seperti guru, operator, dan lainnya. Saya berharap tidak ada kendala pada kesejahteraan mereka," jelasnya.

Lebih lanjut, Kaji Mbing menuturkan Pemkab Madiun sangat memerhatikan masalah pendidikan. Anggaran pendidikan yang bersumber dari dana APBD yang sebelumnya 11% menjadi 26%.

"Ini masih perlu diperhatikan, di titik tertentu masih kita lakukan untuk kesuksesan pendidikan. Dan dari sisi lingkungan kita mendukung melalui desa yaitu dari ADD, ada prioritas untuk pendidikan. Saya berani mahal untuk SDM masyarakat dan SDM birokrasi," jelas Kaji Mbing.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten