Bupati Langkat Pejabat Terkaya, Lebih Kaya dari Jokowi

Total harta kekayaan Bupati Langkat ternyata melebihi Presiden Joko Widodo.

 Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin. (Antaranews.com)

SOLOPOS.COM - Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin. (Antaranews.com)

Solopos.com, LANGKAT — Sosok Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin, yang tersandung kasus korupsi ternyata memiliki harta kekayaan yang cukup fantastis. Total harta kekayaannya mencapai Rp85 miliar yang melampaui total kekayaan Presiden Jokowi yang pada 2021 tercatat Rp63 miliar.

Data harta kekayaan itu dilaporkan pada 25 Februari 2021. Dia bahkan sempat masuk daftar 10 pejabat terkaya versi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2019.

PromosiJejak Cuan Film Nasional

Dilansir dari laman elhkpn.kpk.go.id, Selasa (25/1/2022), Terbit Rencana Perangin-Angin melaporkan kepemilikan harta bergerak dan harta tidak bergerak. Dia memiliki 10 nidang tanah milik pribadi di Langkat dan Medan yang ditaksir senilai Rp3,79 miliar.

Baca juga: Profil Bupati Langkat, Pemilik Kerangkeng Manusia

Politikus Golkar itu juga memiliki delapan kendaraan berupa mobil antara lain Toyota Vios Rp130 juta, Toyota Yaris Rp110 juta, Toyota Hilux Rp180 juta. Selanjutnya Honda Jazz Rp110 juta, Toyota Land Cruiser Rp230, Honda CRV Rp130 juta, Toyota Yaris Rp90 juta, dan Honda CRV Rp190 juta.

Bupati Langkat itu juga melaporkan surat berharga Rp700 juta dan kas Rp1.191.419.588. Serta harta lainnya yang tidak disebutkan secara terperinci senilai Rp78,3 miliar.

Jumlah ini menurun dibandingkan harta yang dia laporkan pada 11 Februari 2020 senilai Rp90.913.633.725 dan laporan pada 28 Maret 2019 sejumlah Rp96.989.701.798.

Baca juga: Ngeri, Bupati Langkat Kurung dan Siksa Pekerja Sawit di Sel Sempit

Dikutip dari laman resmi Pemkab Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin adalah Bupati Langkat periode 2019-2024. Dia dilantik bersama Syah Afandin sebagai wakil bupati oleh Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, di Medan, pada 20 Februari 2019.

Pria kelahiran 24 Juni 1972 itu sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Langkat periode 2014-2018. Dia tercatat aktif dalam berbagai organisasi masyarakat.

Baca juga: Kakak Kandung Bupati Langkat Pun Diduga Turut Korupsi

Cana merupakan bagian dari Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila, Medan sejak 1997. Dia juga tercatat sebagai Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

Kini, dia tersandung kasus korupsi dan harus berurusan dengan KPK. Kasus ini terkait dugaan pengaturan proyek dengan suap tpekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022 di Kabupaten Langkat. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan enam tersangka, termasuk Bupati Langkat sebagai penerima suap.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

+ PLUS 5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Berita Terkini

Mentan-Menparekraf Bicara Bisnis Pertanian & Agroecotourism di FP UNS

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan eskalasi pengembangan bisnis pertanian dilakukan untuk mendorong terbuka dan terciptanya bisnis pertanian.

Dianggap Pahlawan Melawan Covid-19, Ini Profil Almarhum Achmad Yurianto

Di mata kolega dan banyak kalangan, Achmad Yurianto dianggap sebagai pahlawan melawan Covid-19.

Jenazah Eks Jubir Satgas Covid-19 Achmad Yurianto Dimakamkan di Batu

Achmad Yurianto yang pernah menjabat sebagai Juru Bicara Covid-19 tutup usia setelah sekian lama berjuang melawan sakit kanker usus.

Innalilahi, Mantan Jubir Satgas Covid-19 Achmad Yurianto Berpulang

Kali terakhir, almarhum Achmad Yurianto menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

Gagal Jadi Ketua DPD Demokrat, Bayu Airlangga Loncat ke Partai Golkar

Bayu Airlangga menyatakan keluar dari Partai Demokrat karena dirinya tidak terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2022-2027.

Mantan Anggota KPU Viryan Aziz Meninggal Dunia Akibat Stroke

Sebelumnya, Viryan Aziz mendapatkan perawatan di RS Abdi Waluyo karena mengalami stroke.

Harga Pertalite Rp7.650, Jokowi: Rakyat Harus Bersyukur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta rakyat bersyukur karena pemerintah terus menahan agar harga Pertalite tidak naik.

100 SMA Terbaik Jateng Versi LTMPT, Jadi Referensi PPDB 2022

Ada 171 SMA di Jateng yang masuk daftar 1.000 sekolah terbaik nasional. Berikut daftar 100 SMA terbaik di Jateng.

Jokowi dan Ganjar Kompak ke Acara Projo, Ini Komentar Warganet

Sebagian besar warganet menganggap ucapan Jokowi itu sebagai kode bahwa Presiden RI itu memberi restu kepada Ganjar Pranowo untuk maju dalam Pilpres 2024.

Jokowi dan Ganjar Hadiri Rakernas Projo, Warganet: Kode Keras Bos!

Kehadiran Jokowi dan Ganjar dalam rakernas sukarelawan Pro Jokowi itu langsung memantik spekulasi terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Mantap! 3 SMA di Solo Masuk 100 Sekolah Terbaik Nasional

Ada tiga SMA di Solo yang masuk daftar sekolah terbaik berdasarkan UTBK 2021 yang dirilis LTMPT.

Peduli Pendidikan, PT Paragon Dorong Pengembangan Skill Guru

PT Paragon, perusahaan yang memiliki produk utama berupa produk kosmetik tersebut juga menaruh perhatian besar pada sektor Pendidikan.

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Serang Koloni Monyet Denmark 1958, Monkeypox Berevolusi Infeksi Manusia

Penyakit cacar monyet atau monkeypox kali pertama menyerang koloni monyet di Kopenhagen, Denmark, pada 1958. Virus ini disebut telah berevolusi hingga bisa mewabah dengan menular ke manusia akhir-akhir ini.

Dorong Kreativitas Mahasiswa, ITS Surabaya Tumbuhkan Semangat Kompetisi

Upaya untuk mendorong mahasiswa berprestasi terus dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mahasiswa diarahkan ke ajang kompetisi nasional maupun internasional.