Suasana Rakorlak Kegiatan Triwulan II di pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Selasa (30/7/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten, https://soloraya.solopos.com/read/20190726/493/1008335/setelah-jadi-ketua-dpc-pdip-klaten-sri-mulyani-mulai-bicara-pilkada-2020" title="Setelah Jadi Ketua DPC PDIP Klaten, Sri Mulyani Mulai Bicara Pilkada 2020">Sri Mulyani, menumpahkan kekesalannya di hadapan 320 tamu undangan dari puluhan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Klaten, Selasa (30/7/2019).

Peristiwa itu berlangsung saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan (Rakorlak) Pelaksanaan Kegiatan Triwulan II di pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Kemurkaan Sri Mulyani disebabkan masih tingginya deviasi antara rencana proyek fisik dengan realisasi proyek fisik hingga triwulan II 2019.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rakorlak Pelaksanaan Kegiatan Kabupaten https://soloraya.solopos.com/read/20190711/493/1004833/exit-tol-solo-jogja-di-klaten-bertambah-jadi-3-lokasi" title="Exit Tol Solo-Jogja di Klaten Bertambah Jadi 3 Lokasi">Klaten Triwulan II Tahun 2019 baru dimulai pukul 11.00 WIB. Di awal sambutannya, Sri Mulyani menyebutkan pada tahun angaran 2019 ada 2.814 kegiatan.

Hingga triwulan II TA 2019, mestinya realisasi pelaksanaan proyek fisik sudah mencapai target 52 persen. Kenyataannya, realisasi proyek fisik baru mencapai 41 persen sehingga ada deviasi 11 persen.

"Sekitar tiga bulan lalu, kita semua sudah sepakat deviasi jangan sampai di atas 10 persen. Kenyataannya, masih mencapai 11 persen. Ini lagu lama. Kegiatan seperti ini jangan diterus-teruskan. Nantinya yang mumet njenengan dewe [yang pusing anda sendiri]," jelas Sri Mulyani.

Dia melanjutkan bagi OPD yang realisasi kegiatannya belum mencapai 20 persen harus segera dikebut. Kalau pejabatnya tidak sanggup, Sri Mulyani menyerukan lebih baik mundur daripada diberhentikan olehnya.

"Lebih baik mati di medan perang daripada hilang harga diri,” kata Sri Mulyani di sela-sela Rakorlak.

https://soloraya.solopos.com/read/20190714/493/1005529/bupati-klaten-sebut-cara-kerja-pt-krishna-alam-sejahtera-enggak-sesuai-nalar" title="Bupati Klaten Sebut Cara Kerja PT Krishna Alam Sejahtera Tak Sesuai Nalar">Sri Mulyani berharap ada percepatan pencapaian kinerja di waktu mendatang sehingga pekerjaan fisik tak menumpuk di akhir tahun. Di sisa waktu sekitar 4,5 bulan ke depan, masing-masing OPD diharapkan meningkatkan komunikasi dan koordinasi guna mewujudkan target yang sudah dipatok, yakni merampungkan proyek fisik hingga 100 persen.

“Kepada yang senior [pejabat eselon II], kami berharap memberi contoh ke eselon III [dan di bawahnya]. Jangan justru berpikir [seenaknya] jika sudah eselon II tetap menjadi eselon II selamanya. Jika punya pemikiran seperti itu, justru akan menghambat pembangunan. Jangan sampai menjadi kerikil sendiri. Saya ngomong seperti ini karena ada yang ngomong seperti itu,” katanya.

Selama memuntahkan kekesalannya, meski dengan suara lirih, suasana Rakorlak di pendapa Pemkab Klaten terlihat hening. Ratusan aparatur sipil negara (ASN) terlihat diam terpaku di tempat duduk masing-masing.

Setelah memberikan sambutan, Sri Mulyani tetap menyaksikan jalannya Rakorlak hingga rampung, sekitar pukul 12.30 WIB.

“Aku ya ra ngerti njenengan mendel, diam seperti ini sedang fokus atau ngelih utawa ngantuk. Kalau kerja baik [di waktu mendatang], tentu tambahan penghasilan tahun depan akan naik,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Pembangunan Setda Klaten, Pramana Agus Wijanarka, melaporkan jumlah belanja langsung di Pemkab Klaten 2019 senilai Rp821,2 juta untuk 775 program atau 2.814 kegiatan. Sejauh ini, realisasi belanja langsung senilai Rp180,7 miliar (22,01 persen).

“Terkait proyek fisik, rencana atau target hingga triwulan II TA 2019, yakni 52 persen. Realisasinya baru 41 persen. Terdapat deviasi 11 persen,” kata Pramana.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten