Bupati Klaten, Sri Mulyani, menghadiri Sambang Warga di Jonggrangan, Klaten Utara, Selasa (14/1/2020). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Dua tokoh perempuan yang menjadi rival karena sama-sama berebut rekomendasi calon bupati (cabup) dari PDIP untuk Pilkada Klaten 2020 bertemu di acara Sambang Warga Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Selasa (14/1/2020).

Keduanya, yakni Sri Mulyani yang saat ini menjabat Bupati Klaten dan diusulkan cabup oleh DPC PDIP Klaten dan Nanik Herawati yang merupakan dosen dan mendaftar cabup lewat DPD PDIP Jateng.

Sri Mulyani yang mengenakan kerudung merah dan berdiri di podium aula Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klaten pagi itu menyapa Nanik yang duduk di kursi audiens bersama warga.

“Di sini juga hadir Ibu Nanik Herawati. Ibu Nanik ini juga selaku bakal calon bupati. Mendaftarnya di DPD PDIP Jateng. Berdiri Bu Nanik,” kata Sri Mulyani, saat memberi sambutan.

Di kesempatan itu, Sri Mulyani juga menyapa audiens yang mengenakan kaus merah bergambar Sri Mulyani. Setelah itu, Sri Mulyani menceritakan kembali kegiatan bertajuk Sambang Warga.

Ojek Online BeUjek Mulai Rekrut Driver di Soloraya, Minat?

Setiap kegiatan Sambang Warga 2020 akan diselenggarakan dengan cara berbeda. Di Sambang Warga 2020 juga diberikan pelayanan gratis kepada masyarakat.

Hal itu termasuk pemeriksaan kesehatan bagi 115 warga, pemeriksaan laboratorium 70 warga, konsultasi gizi bagi 30 warga, dan 15 warga yang memanfaatkan pelayanan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Inovasi lain, seperti pelayanan di bidang kependudukan, perizinan, penyuluhan Keluarga Berencana (KB), dan lainnya. “Iki suasanane kok tegang. Napa enek Bu Nanik. Kok ora cair [Ini suasananya kok tegang. Apa karena ada Bu Nanik. Kok enggak cair],” kata Sri Mulyani.

Sebelum berdialog dengan perwakilan warga, Sri Mulyani menyinggung adanya figur yang memasang baliho bertuliskan cabup di sejumlah lokasi strategis di Klaten. Di mata Sri Mulyani, hal itu tidak dibenarkan.

Sejauh ini, tahapan pencalonan masih sebatas bakal calon alias belum dapat disebut cabup. “Selaku ketua DPC PDIP, saya sebenarnya berhak menurunkan itu [baliho bertuliskan cabup]. Tapi aku lewih seneng menyenangkan orang lain. Kan rekomendasi ae durung. Sing penting yang hadir di sini lanjutkan Sri Mulyani,” katanya.

Setelah memberikan sambutan singkat, Sri Mulyani berdialog dengan perwakilan warga seperti perwakilan Karang Taruna Jonggrangan, PKK Desa Jonggrangan, anggota Linmas, ketua RT, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan sukarelawan Sri Mulyani.

Pengalihan Arus Flyover Purwosari, Ini Jalur-Jalur Lalin Yang Direkayasa Dishub Sukoharjo

Saat dialog, Sri Mulyani menyinggung perannya terhadap karang taruna, linmas, dan lainnya. Hal itu termasuk saat menanyakan seragam karang taruna dan linmas pemberian Sri Mulyani.

Perwakilan warga yang maju berdialog dengan Sri Mulyani memperoleh doorprize yang disiapkan penyelenggara. “Tadi saya juga salaman dengan Ibu Nanik. Sempat mengobrol juga. Semoga sukses dan sehat,” kata Sri Mulyani.

Terpisah, Nanik Herawati enggan berkomentar banyak terkait kehadirannya di acara Sambang Warga di Jonggrangan, Klaten Utara. “Saya di sini datang selaku warga. Selaku undangan. Saya tidak memberikan komentar saja,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Jonggrangan, Sunarna, mengatakan kehadiran Nanik Herawati lantaran memenuhi undangan dari RT setempat. “Yang mengundang dari RT. Soalnya, dari RT dipersilakan mengundang warganya tanpa kecuali,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten