Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengecek lokasi yang bakal terdampak tol Solo-Jogja di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Selasa (9/7/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten, Sri Mulyani, meminta rencana lokasi ruas jalan https://soloraya.solopos.com/read/20190212/493/971392/tol-solo-jogja-diharapkan-tak-sampai-merusak-sumber-air-di-klaten" title="Tol Solo-Jogja Diharapkan Tak Sampai Merusak Sumber Air di Klaten">tol Solo-Jogja via Kebonarum digeser. Alasannya, rencana lokasi itu terlalu mepet dan mengancam keberlangsungan tiga sumber air di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Mulyani saat ditemui wartawan seusai mengecek lokasi-lokasi yang bakal dilewati proyek jalanhttps://soloraya.solopos.com/read/20190207/493/970048/sebelum-ada-rencana-jalan-tol-harga-tanah-di-ngawen-klaten-segini" title="Sebelum Ada Rencana Jalan Tol, Harga Tanah di Ngawen Klaten Segini"> tol Solo-Jogja, Selasa (9/7/2019). Pengecekan itu diikuti sejumlah pejabat Pemkab Klaten, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan perwakilan konsorsium pelaksana proyek tol.

Beberapa wilayah di Klaten yang bakal terkena tol yakni Desa Kapungan di Kecamatan Polanharjo, Desa Kuncen di Kecamatan Ceper, Desa Beku di Kecamatan Karanganom, Desa/Kecamatan Ngawen, serta Desa Borangan di Kecamatan Manisrenggo.

Mulyani mengatakan ada sejumlah usulan dari hasil pengecekan tersebut. Salah satunya meminta rencana ruas jalan tol yang berdekatan dengan tiga sumber mata air di wilayah Kecamatan Kebonarum digeser.

Ketiga sumber mata air itu yakni Umbul Geneng di Desa Geneng, Umbul Lanang di Desa Malangjiwan, serta Umbul Brondong di Desa Ngrundul. Jarak ketiga mata air itu hanya ratusan meter dari rencana lokasi tol.

Lokasi ketiga umbul itu juga dekat dengan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Unit Budidaya Ikan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten di Desa Ngrundul.

“Sebenarnya tidak terkena proyek tol. Hanya, lokasi tol dekat dengan umbul yang radiusnya berdekatan. Sesuai aturan, garis sempadan dari sumber mata air itu minimal 200 meter [dari pusat mata air]. Kami minta dikaji dan dipindah [ruas jalan tol]. Tentunya kalau berdekatan akan berefek ke debit air yang dikhawatirkan berkurang dan merugikan. Apalagi di sana ada sumber mata air yang dimanfaatkan PDAM,” kata Mulyani.

Usulan lain yakni mengkaji rest area https://soloraya.solopos.com/read/20190205/493/969734/tol-solo-jogja-diharapkan-tak-usik-sawah-lestari-di-klaten" title="Tol Solo-Jogja Diharapkan Tak Usik Sawah Lestari di Klaten">tol Solo-Jogja di Desa Beku, Kecamatan Karanganom. Hal itu menyusul banyaknya permukiman serta makam kuno di lokasi yang bakal dijadikan rest area. “Sudah kami cek dan kami usulkan untuk digeser,” kata dia.

Sesuai rencana, di jalan tol Solo-Jogja akan ada dua rest area di Klaten yakni di Desa Beku, Kecamatan Karanganom dan wilayah Kecamatan Karangnongko.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten