72 pejabat administrator dan pengawas dilantik dan diambil sumpah janji oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani, di Pendopo Pemkab Klaten, Jumat (17/5/2019). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten, Sri Mulyani, menyentil para pejabat di Klaten agar tak senang melakukan perjalanan dinas. Para pejabat diminta memprioritaskan kegiatan pelayanan kepada masyarakat ketimbang kerap melakukan perjalanan dinas.

Sentilan itu disampaikan Mulyani saat menyampaikan sambutan seusai melantik dan mengambil sumpah janji puluhan pejabat administrator dan pejabat pengawas di Pendopo Pemkab Klaten, Jumat (17/5/2019).

Mulyani mengatakan belum lama ini memanggil Asisten 1 Setda Klaten, Asisten 2 Setda Klaten, dan Asisten 3 Setda, serta Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten. Rapat dengan sejumlah pejabat dilakukan terkait evaluasi uang harian perjalanan dinas.

Rencana evaluasi ia lakukan setelah sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) kerap beralasan tak bisa rapat lantaran berada di luar kota.

“Setiap saya memanggil kepala OPD untuk rapat, ada yang beralasan sedang keluar kota. Iki kok seneng men perjalanan dinas. Saya tergelitik sebenarnya uang harian perjalanan dinas para kepala OPD itu seperti apa kok ada yang senang melakukan perjalanan dinas. Setelah saya cek ternyata tidak jadi saya evaluasi karena nilainya sama rata dengan wilayah lain di Soloraya,” tutur Mulyani.

Mulyani menuturkan semestinya para pejabat tak harus memenuhi seluruh undangan keluar kota. Para pejabat diminta bisa memprioritaskan tugas utamanya memberikan pelayanan ke masyarakat.

“Harus bisa dipilah-pilah untuk menghemat uang negara. Jangan sampai pekerjaan menumpuk di akhir tahun. Tolong kepada Pak Sekda [perjalanan dinas] bisa diketati. Aku yo ketatono monggo kerso [saya juga silakan diperketat perjalanan dinasnya],” urai dia.

Ditemui seusai pelantikan, Mulyani mengatakan nilai uang harian perjalanan dinas Klaten hampir sama dengan wilayah lain di Soloraya. Ia mencontohkan uang harian perjalanan dinas bupati ketika kunjungan ke Semarang Rp1,1 juta/hari yang sama dengan rata-rata wilayah Soloraya dari Rp1,1 juta hingga Rp1,4 juta.

Mulyani meminta masing-masing kepala OPD bisa membatasi kegiatan perjalanan dinas setiap bulan untuk menghemat anggaran negara.

“Kalau saya paling tidak ke Jakarta itu saya batasi satu sampai dua kali per bulan,” tutur dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan penghitungan nilai uang harian perjalanan dinas di antaranya mempertimbangkan biaya akomodasi, uang saku, dan penginapan.

Ia memerinci nilai uang harian perjalanan dinas untuk pejabat eselon II yakni Rp250.000 jika melakukan perjalanan dinas di wilayah Klaten.

Jika perjalanan dinas ke Semarang, nilai uang harian perjalanan dinas Rp850.000/hari. Uang harian untuk perjalanan dinas ke Jakarta Rp1,3 juta/hari dan luar jawa Rp1,3 juta/hari.

“Setiap kali melakukan perjalanan dinas itu harus ada SPj [surat pertanggungjawaban] yang dilaporkan,” jelas dia.

Sementara itu, pelantikan dan pengambilan sumpah janji di Pendopo Pemkab Klaten dilakukan untuk pejabat administrator (eselon III) dan pejabat pengawas (eselon IV). Jumlah total pejabat yang dilantik yakni 72 orang terdiri 15 pejabat eselon III dan 57 pejabat eselon IV. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten