Bupati Kebumen Launching Program Inovasi Layak Menikah Ijabah dan Balada Pak-KIS

 Bupati Kebumen Arif Sugityanto melaunching program inovasi Layak Menikah Ijabah dan Balada Pak-Kis di di Hotel Mexolie, Kebumen, Kamis (16/9/2021). (Istimewa-Kominfo Pemkab Kebumen)

SOLOPOS.COM - Bupati Kebumen Arif Sugityanto melaunching program inovasi Layak Menikah Ijabah dan Balada Pak-Kis di di Hotel Mexolie, Kebumen, Kamis (16/9/2021). (Istimewa-Kominfo Pemkab Kebumen)

Solopos.com, KEBUMEN — Bupati Kebumen Arif Sugityanto secara resmi melaunching program inovasi baru untuk layanan masyarakat, berupa Layak Menikah Ijabah dan Balada Pak-KIS. Ini sebagai bentuk implementasi dari program Go Layanan Administrasi Kependudukan (Go-Lak),

Menurut Arif, dua program ini merupakan terobosan dari Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Disdukcapil) dalam mengimplementasikan visi misi Bupati Kebumen. Yakni untuk mempermudah layanan administrasi masyarakat dengan sistem jemput bola, berbasis teknologi digital.

“Program ini diluncurkan untuk memberikan layanan yang cepat, tepat, akurat, mudah dan aman kepada masyarakat. Yakni layanan yang inovatif berbasis teknologi informasi,” ujar Bupati di Hotel Mexolie, Kebumen, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Khawatir Varian Baru Virus Covid-19? Kuncinya di Vaksin dan Prokes!

Program Layak Menikah Ijabah merupakan kolaborasi dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen dengan Disdukcapil sebagai ‘Kado Manten’. Karena dengan program ini, pengantin baru setelah ijab qabul tidak perlu repot ke Disdukcapil mengurus Kartu Keluarga, dan pergantian status di e-KTP.

“Dengan program ini pengantin baru tidak perlu lagi repot-repot datang ke kantor untuk mengurus Kartu Keluarga atau mengubah status pada e-KTP. Jadi setelah sah menikah, otomatis data kependudukan calon pengantin langsung berubah di Disdukcapil,” terang Bupati.

Adapun Balada Pak-Kis kata Bupati, merupakan inovasi lanjutan dari Layak Menikah Ijabah dan keluarga yang memiliki anak baru lahir. Inovasi ini bisa kita sebut “Kado Anak”, karena tujuannya yang memang memberikan pelayanan membahagiakan khususnya bagi orang tua dan bayi yang baru lahir.

Layanan itu berupa sudah tersedianya Paket Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, dan Kartu Indonesia Sehat. Layanan ini merupakan kerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Kebumen.

“Sekali lagi pelayanan ini saya harapkan dapat mempercepat dan menghemat waktu dalam mengurus dokumen. Karena banyak manfaat atas pemenuhan dokumen kependudukan yang lahir atas program Balada Pak-Kis ini,” tutur Bupati.

Baca juga: Mengulik Keindahan Curug Gemawang Candirenggo, Mutiara Tersembunyi di Kebumen

Inovasi Pemkab Kebumen

Manfaat itu, lanjut Bupati, yakni untuk pemenuhan hak anak, keperluan yang membutuhkan bukti identitas anak. Meningkatkan kepemilikan akta kelahiran, mencegah terjadinya perdagangan anak, hingga akses ke bantuan pendidikan dan kesehatan.

“Tentu saja inovasi ini juga mendukung Kabupaten Kebumen sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak. Sekaligus untuk membangun database kependudukan yang valid dan up to date.

Bupati menambahkan, pemerintah Kabupaten Kebumen juga sudah mempunyai mobil layanan untuk pembuatan e-KTP dari Disdukcapil. Mobil ini merupakan upaya jemput bola pemerintah untuk menjangkau layanan pembuatan e-KTP untuk masyarakat yang jauh dari perkotaan.

Baca juga: Pelaku UMKM Banyumas Minta Pelonggaran Aturan PPKM

Dalam launcing program inovasi Layak Menikah Ijabah dan Balada Pak-KIS juga turut dihadiri oleh Plt. Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri, Akhmad Sudirman Tavipiyono. Juga Kepala Disdukcapil Kebumen Maskhemi, Kepala Kantor Kemenag Kebumen H. Panut, dan Kepala Dispermades Provinsi Jawa Tengah Sugeng Riyanto.

Dari pihak Kemendagri, Tavipiyono menyampaikan, bahwa Kebumen termasuk paling cepat merespons kebijakan pusat terkait digitalisasi layanan adiministrasi kependudukan. Ia melihat Kebumen sudah jauh lebih maju dari kabupaten-kabupaten lain.

“Saya liat sendiri perkembangan sangat cepat. Saya rasa apa yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kebumen bisa menjadi percontohan bagi kabupaten-kabupaten lain. Karena belum semua kabupaten memiliki digitalisasi layanan masyarakat yang memadai. Kebumen termasuk kabupaten yang cepat dalam melakukan inovasi sistem layanan publik,” tandasnya.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Beredar Video Tol Batang-Semarang Akan Ditutup Total, Ini Faktanya

PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) memberikan klarifikasi terkait beredar video yang menyebutkan Tol Batang-Semarang akan ditutup pada 25 Oktober hingga 4 November.

Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai Kudus

Sebanyak 358.560 batang rokok ilegal disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah.

Tak Kuat Tanjakan, Truk Kontainer Sebabkan Kecelakaan di Tol Semarang

Kecelakaan melibatkan truk kontainer dengan empat mobil terjadi di Tol Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Petani Di Grobogan Tewas Tersetrum Jebakan Tikus di Sawah

Warijo, 56, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawahnya.

109 Objek Wisata Banyumas Buka Lagi, Pemerintah Wajibkan Ini

Sebanyak 109 objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai buka kembali di tengah PPKM level dua, tetapi wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Mantap! Seniman Soloraya Dominasi Bhayangkara Mural Festival

Polda Jateng menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021, di mana urutan 11 terbaik didominasi seniman dari wilayah Soloraya.

Tak Hanya di Salatiga, Gempa Juga Guncang Semarang & Temanggung

Gempa bumi di daratan atau gempa darat tidak hanya terjadi di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), tapi juga di wilayah Kabupaten Semarang dan Temanggung.

Waduh! Solar Kian Langka, Nelayan di Rembang Enggan Melaut

Nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng) harus menghentikan aktivitas melaut menyusul solar langka.

Menikmati Night View Purwokerto dari Puncak Agaran, Syahdu...

Bukit Agaran ini berada di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanten, atau sekitar 15 km dari Purwokerto menuju arah utara.

Jangan Panik! Rentetan Gempa Salatiga Tak Berpengaruh ke Merapi

BPPTKG menyebutkan rentetan 15 kali gempa bumi yang terjadi di Salatiga dan Ambarawa tak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

Rentetan 15 Kali Gempa Terjadi di Salatiga & Ambarawa, Ini Kata BMKG

Sejak Sabtu (23/10/2021) dini hari hingga siang pukul 14.00 WIB, rentetan 15 kali gempa bumi terjadi di wilayah Kota Salatiga dan Ambarawa.

Salatiga & Ambarawa Diguncang Gempa, Netizen: Setiap 15 Menit Gempa

Rentetan gempa bumi yang terjadi di Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya membuat warganet panik.

Salatiga-Ambarawa Diguncang Gempa, BMKG: Dangkal, Warga Tak Perlu Panik

BKMG menyebut gempa yang terjadi di Kota Salatiga dan Ambarawa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal Merapi-Merbabu.

Istimewanya Lentog Tanjung, Perpaduan Opor dan Semur yang Nikmat

Lentog tanjung merupakan hidangan lontong dicampur dengan sayur lodeh tahu dan gori atau nangka muda.

2 Gempa Susulan Kembali Goyang Ambarawa

Gempa susulan pada 09.34 WIB berkekuatan Magnitudo 3.0 dan gempa kedua pada pukul 09.51 WIB berkekuatan Magnitudo 3.3.

Dipicu Sesar Aktif, Inilah Rentetan 8 Kali Gempa Salatiga-Ambarawa

Dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Ambarawa, Salatiga, Banyubiru, dan Bawen dalam skala intensitas II MMI dimana benda-benda ringan yang digantung bergoyang.