Tutup Iklan

Bupati Jepara Dituntut Hukuman 4 Tahun & Rp500 Juta

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, SEMARANG — Bupati nonaktif Jepara, Ahmad Marzuqi, dituntut hukuman empat tahun penjara plus denda Rp500 juta atas dugaan kasus suap praperadilan dana bantuan politik (Banpol) PPP.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), N.N. Gina Saraswati, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (13/8/2019).

“Menuntut untuk menjatuhkan pidana selama 4 tahun dengan denda Rp500 juta bagi terdakwa Ahmad Marzuqi,” ujar jaksa saat membacakan amar tuntutannya.

Jaksa menambahkan Ahmad Marzuqi wajib membayar tuntutan denda yang dibebankan. Jika tidak mampu, maka politikus PPP itu harus mengganti dengan masa hukuman penjara atau subsider selama enam bulan.

Selain memberikan tuntutan berupa hukuman penjara dan denda, jaksa juga meminta agar hak politik Marzuqi dicabut. Jaksa meminta agar terdakwa dilarang berkecimpung dalam dunia politik selama lima tahun setelah selesai menjalani masa pidana.

Jaksa menegaskan pencabutan hak politik merupakan sebuah tindakan untuk memberikan efek jera bagi terdakwa. Apalagi selama menjadi penyelenggara negara, terdakwa diduga telah melakukan penyuapan kepada hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang untuk memuluskan kasusnya dalam praperadilan.

“Maka kiranya hakim mencabut hak politik Ahmad Marzuqi untuk efek jera sekaligus untuk sanksi lain dilihat perkara hukumannya,” terangnya.

Sementara itu, jaksa juga mengatakan telah menolak permohonan Ahmad Marzuqi untuk menjadi justice collaborator. Jaksa menganggap terdakwa tidak layak menjadi justice collaborator karena telah berulangkali melakukan tindak korupsi dan kolusi, bahkan berani menyuap seorang hakim.

“Mengingat terdakwa selama ini melakukan tindakan yang melanggar UU Tipikor dengan berusaha berkolusi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan lembaga peradilan, maka kami menolak justice collaborator yang diajukan oleh terdakwa,” terangnya.

Sementara itu, menanggapi tuntutan jaksa tersebut, Ahmad Marzuqi, mengaku kaget. Ia mengaku akan mengajukan nota pembelaan agar hukumannya bisa diperingan.

“Saya akan mengajukan pledoi secara pribadi sekitar tujuh hari lagi. Harapannya biar dapat memperbaiki tuntutan jaksa,” ujarnya.

Ahmad Marzuqi didakwa melakukan suap kepada hakim PN Semarang, Lasito, Rp500 juta dan US$16.000. Suap itu diberikan agar Lasito mengabulkan permohonan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jateng, 2017 lalu.  

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Berita Terkait

Espos Premium

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

Beda dengan tahun lalu, saat perjalanan bisnisnya gelagepan. Seperti terkena virus corona bergejala berat. Kesulitan bernapas, seperti orang berenang mau tenggelam. Tapi tahun ini ceritanya lain.

Berita Terkini

Ada Pemeliharaan Jaringan, Listrik di Sragen Padam 3 Jam

Berikut ini jadwal pemadaman dan pemeliharaan listrik oleh PLN di Sragen hari Kamis, 2 Desember 2021 yang berlangsung tiga jam.

Harta Karun Ribuan Koin Perak Kuno Ditemukan di Sungai Jerman

Tumpukan 5.600 koin perak dari Kekaisaran Romawi yang diperkirakan berusia hampir 2.000 tahun telah ditemukan di Jerman.

Aplikasi SIRUP Dongkrak Lelang Pengadaan Barang dan Jasa Sukoharjo

Sebanyak 93 persen paket pengadaan barang dan jasa Pemkab Sukoharjo sudah terlelang berkat aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan atau SIRUP.

Bekuk Watford, Chelsea Tetap Puncaki Klasemen Liga Inggris

Chelsea sukses mempertahankan posisi puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris setelah mengalahkan Watford.

Hasil Liga Inggris: Liverpool Gasak Everton 4-1

Liverpool sukses melumat sang tetangga, Everton, pada pekan ke-14 Liga Premier Inggris.

Jumlah Harian Cetak Rekor, Korsel Laporkan Lima Kasus Varian Omicron

Korea Selatan (Korsel) melaporkan lima kasus pertama virus corona varian Omicron. Hal itu diungkap Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDA).

Miris, Ibu Tua Digugat Lima Anak Gegara Warisan

Wanita berusia 72 tahun itu pasrah di kursi rodanya setelah menjalani pemeriksaan atas laporan anak kandungnya dengan tuduhan penggelapan sertifikat tanah yang dianggap menjadi warisan.

Lanskap: Dipasangkan Siapa Saja Prabowo Menang

Pasangan Prabowo-Puan yang tertinggi (67,7 persen) dibandingkan Prabowo-Anies (63,6 persen), Prabowo-Ganjar (62,0 persen) dan Prabowo-Sandi (58,7 persen).

Sejarah Hari Ini : 2 Desember 1971, Uni Emirat Arab Terbentuk

Beragam peristiwa penting terjadi pada 2 Desember terangkum dalam Sejarah Hari Ini salah satunya pembentukan Uni Emirat Arab.

Kuasa Hukum: Kenapa Jerinx Ditahan, Pak Jaksa?

Jerinx datang dari Bali berusaha kooperatif dan mempertanggungjawabkan apa yang dituduhkan kepadanya.

Saluran Limbah 2 Pabrik Farmasi di Jakut Ditutup DLH DKI Jakarta

Saluran outlet air limbah dua pabrik farmasi di Jakarta Utara ditutup Dinas Lingkungan Hidup atau DLH DKI Jakarta.

Isu Reshuffle: PAN Sodorkan Kader, Partai Gerindra Pasrah

PAN semenjak dinyatakan bergabung dengan koalisi partai politik pemerintah pada 25 Agustus 2021 lalu memang belum terakomodasi dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Maruf.

Jelang Reuni 212, Tangerang Batasi Akses Masuk ke Jakarta

Jika ada warga yang terindikasi hendak mengikuti Reuni 212, pihaknya akan langsung menyuruh mereka untuk memutar balik ke arah Kota Tangerang.

Kawal Presidensi G20, Kominfo Luncurkan Website Baru

Kementerian Kominfo luncurkan website baru untuk dukung Presidensi G20 Indonesia.

Asyik! Ikut Tes Acak Covid-19, Siswa di Klaten Dapat Doorprize

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wedi menggelar uji petik tes antigen kepada siswa dan guru secara acak.