Bupati Bogor Tersangka Suap, DPC PDIP Sebut Hanya Lalai

Menurut dia, birokrat di Pemkab Bogor tidak seperti sosok Ade Yasin yang terbuka dan transparan.

 Ketua KPK Firli Bahur (kiri) menghadirkan tersangka Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin (tengah) saat konferensi pers penetapan dan penahanan tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dinihari. KPK menahan delapan tersangka yakni Bupati Bogor Ade Yasin bersama pejabat dan ASN Pemkab Bogor serta pegawai BPK Jawa Barat pasca tertangkap tangan pada Rabu (27/4/2022) malam atas kasus dugaan suap kepada anggota tim audit BPK Perwakilan Jawa Barat dengan nilai total suap Rp1,024 Miliar untuk pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2021 agar mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU

SOLOPOS.COM - Ketua KPK Firli Bahur (kiri) menghadirkan tersangka Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin (tengah) saat konferensi pers penetapan dan penahanan tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dinihari. KPK menahan delapan tersangka yakni Bupati Bogor Ade Yasin bersama pejabat dan ASN Pemkab Bogor serta pegawai BPK Jawa Barat pasca tertangkap tangan pada Rabu (27/4/2022) malam atas kasus dugaan suap kepada anggota tim audit BPK Perwakilan Jawa Barat dengan nilai total suap Rp1,024 Miliar untuk pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2021 agar mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU

Solopos.com, BOGOR – Bupati Bogor Ade Yasin terjerat kasus suap oknum pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menanggapi kasus kadernya itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor Bayu Syahjohan menilai Ade Yasin terjerat kasus suap sebagai imbas birokrasi gaya lama di lingkungan Pemkab Bogor, Jawa Barat.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Saya yakin betul ini semua akibat kelalaian yang diperbuat oleh kebiasaan lama para pejabat birokrat sehingga menjerat bupati sebagai seorang politikus. Saya maklum apa yang disampaikan Ibu Ade Yasin yang terpaksa bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya,” ungkap Bayu di Bogor, seperti dikutip Solopos.com dari Antara, Kamis (5/5/2022).

Bayu terkesan membela Ade Yasin. Menurut dia, birokrat di Pemkab Bogor tidak seperti sosok Ade Yasin yang terbuka dan transparan.

Banyak kalangan pejabat yang dinilainya tertutup, tidak transparan dan cenderung enggan melayani.

Baca Juga: Kekayaan Bupati Bogor Ade Yasin Rp4,1 Miliar, Ini Perinciannya

“Bupatinya baik, transparan dan terbuka, tetapi hanya beberapa pejabat saja yang seperti beliau, sisanya tidak. Mari kita kupas sama-sama mana yang memberikan pelayanan baik mana yang tidak. Ayo dong berubah, saya saja sulit berkomunikasi, apalagi masyarakat biasa,” tuturnya.

Meski begitu, Bayu berharap pelayanan Pemkab Bogor kepada masyarakat terus berjalan normal dengan adanya kasus tersebut.

“Kami atas nama keluarga besar PDIP Kabupaten Bogor dan saya secara pribadi sangat prihatin dengan apa yang dialami kepala daerah ini. Saya yakin betul Ibu Ade Yasin adalah pemimpin yang cukup baik, di mata masyarakat maupun diri saya secara pribadi. Ini adalah musibah,” tuturnya.

Baca Juga: Bupati Bogor Suap Auditor BPK Jabar Rp1,9 Miliar demi Dapat Opini WTP

Ia mengatakan momentum Idulfitri bisa menjadi momentum bagi kalangan eksekutif di Pemkab Bogor untuk memperbaiki diri.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan pengurusan laporan keuangan Pemkab pada tahun anggaran 2021.

Sebagai pemberi yakni Bupati Bogor periode 2018—2023 Ade Yasin, Sekretaris Dinas Kabupaten Bogor Maulana Adam, Kasubid Kas Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah, dan pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Bupati Bogor Ade Yasin Akhirnya Ditahan KPK

Sementara itu, empat tersangka penerima suap, yaitu pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/pengendali teknis Anthon Merdiansyah, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita, dan pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa Gerri Ginajar Trie Rahmatullah.

KPK menyebut dugaan suap itu agar Pemkab Bogor kembali mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Jutaan Masyarakat Indonesia Bakal Jatuh Miskin karena Garis Kemiskinan

      Sebanyak 13 juta warga negara Indonesia (WNI) terancam jatuh miskin akibat Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru.

      DPR dan Pemerintah Bahas Perppu Pemilu Pekan Depan

      Perppu Pemilu harus mendengarkan pendapat para penyelenggara pemilu karena yang menguasai teknis kondisi di lapangan.

      Rizky Billar Terancam Penjara 5 Tahun Jika Jadi Tersangka KDRT Lesti Kejora

      Ada dua saksi yang melihat saat Rizky Billar menganiaya istrinya, Lesti Kejora.

      Moeldoko: Pemerintah Akselerasi Reformasi Fundamental Sektor Kesehatan

      Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dr. Moeldoko menegaskan bahwa pemerintah sedang mengakselerasi reformasi besar-besaran di sektor kesehatan.

      Gubernur Papua Lukas Enembe Beri Video Kaki Bengkak dan Susah Jalan

      Dalam keterangan video yang diterima di Jayapura, Jumat (30/9/2022), Lukas Enembe mengaku kakinya mengalami pembengkakan sehingga sulit berjalan.

      Jaksa Agung soal Ferdy Sambo: Kasusnya Biasa, Pelakunya yang Luar Biasa

      Yang membuat spesial dalam perkara Brigadir J adalah karena pelakunya seorang jenderal polisi.

      Rumput Stadion Bagian Penting dari Sport Tourism

      Tentu saja, rumput Zoysia japonica hasil pengembangan oleh dosen UNS ini sangat emosional di Manahan Solo karena merupakan arena tampil di kandang sendiri.

      75 Jaksa di Kejagung Tangani Kasus Ferdy Sambo

      Jaksa Agung memberikan perhatian serius dalam perkara tersebut untuk membuktikan pasal tentang pembunuhan berencana yang diduga dilakukan oleh Ferdy Sambo dan kawan-kawan.

      Tewas Ditembak, Buronan MIT Poso Dituding Pernah Lakukan 10 Pembunuhan

      Askar tewas dalam baku tembak dengan aparat pada Kamis (29/9/2022) dan dimakamkan Jumat (30/9/2022).

      Pemakaman Jenazah Buronan MIT Poso Tanpa Keluarga dan Kerabat

      Pemakaman yang berlangsung setelah proses autopsi oleh tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) tidak dihadiri keluarga maupun kerabat dari buronan MIT Poso Askar.

      Jadi Calo Penerimaan Bintara Polri, Briptu Bagas Dipecat

      Briptu Bagas terbukti melakukan perbuatan tercela dan mencoreng nama baik institusi Polri karena menjadi calo penerimaan anggota Polri.

      Besok, Presiden Jokowi Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

      Pada tahun 2021, Jokowi juga memimpin upacara yang sama di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (1/10/2021).

      50 Wartawan Diajak Temui Gubernur Papua Lukas Enembe di Kediaman

      Ajakan membawa 50 wartawan itu terkait dengan pihak keluarga Lukas Enembe akan memberikan keterangan pers mengenai kesehatan kliennya.

      Indonesia Merintis Jalan Damai Konflik Israel vs Palestina 

      Konflik Israel dan Palestina sudah berumur lebih dari setengah abad, upaya mendamaikan dua negara tersebut selalu gagal.

      Kapolri: Tiga Kapolda Tak Terbukti Bantu Ferdy Sambo

      Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan sudah memeriksa ketiga Kapolda tersebut dan memastikan mereka tidak terlibat dalam skenario Ferdy Sambo.