Bupati Batang Kibarkan Merah Putih di Bawah Air
Bupati Kabupaten Batang Wihaji mengibarkan bendera merah putih di bawah air. (Bisnis-Istimewa)

Semarangpos.com, SEMARANG — Bupati Kabupaten Batang Wihaji dalam rangka Hari Kemerdekaan atau hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia mengibarkan bendara merah putih di bawah air. Pengibaran bendera tersebut dibantu oleh Codass Prima Indoensia yang merupakan perusahaan jasa keselamatan dan kesehatan kerja (PJK3) khusus bawah air. 

Pengibaran bendera di bawah air itu dilakukan di kolam renang Taman Hiburan Rakyat Kramat, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (14/8/2019).. "Pengibaran bendera ini sebagai momentum kita pada HUT ke-71 RI untuk merasa memiliki dan mempertahankan NKRI sebagai harga mati," kata Wihaji melalui siaran pers yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Kota Semarang, Kamis (15/8/2019).

Dia menambahkan Kabupaten Batang memiliki potensi wisata bahari untuk melihat langsung keindahannya dengan diving dan snorkeling, karena Batang memiliki potensi itu di pantai celong. "Penyelaman ini merupakan yang pertama kali kami lakukan, tahun depan rencananya kami akan kibarkan di dalam laut Celong Kecamatan Banyuputih dan telaga Slidingo Kecamatan Blado. Sempat kesusahan menggunakan alat selamnya, karena baru pertama kali mencoba sehingga sedikit grogi, susah napasnya," jelasnya 

Bupati Wihaji juga menjelaskan kegiatan ini merupakan pembinaan pekerja selam kelas I dari PJK3, karena Batang mempunyai kebutuhan pekerjaan yang harus dilakukan di dalam air dan menjadi perhartian Pemkab Batang.  "Keselamatan tenaga kerja menjadi faktor utama, maka harus ada pelatihan maupun pembinaan bagi pekerja penyeleman agat terlatih dan meminimalisasi kecelakaan kerja," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Adi Wardana mengatakan kegiatan pengibaran bendera merah putih oleh bupati bersamaan dengan pembinaan bagi pekerja selam kelas I yang diikuti 18 orang. Tujuan pembinaan ini, kata dia, adalah agar penyelam memahami ilmu keselamatan, kesehatan, dan kerja sesuai standar regulasi di Indonesia.

"Bupati Wihaji cukup memiliki potensi menjadi penyelam, karena baru pertama menggunakan alat selam dan hanya diberi pemahaman, langsung bisa menyelam. Kendati demikian, harus banyak latihan menyelam," katanya.

Dia menjelaskan pembinaan terhadap 18 pekerja dilakukan untuk pekerjaan dalam air seperti mengelas, grouting, memasang panduan seawater intake serta pekerjaan lainnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom