Tutup Iklan
Grup drum band Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual tampil dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional di lembaga tersebut. (Antara-Heru Suyitno)

Solopos.com, TEMANGGUNG — Berbagai fasilitas dan program Pemerintah Kabupaten Temanggung belum memberikan aksesibilitas yang memadai bagi para penyandang disabilitas. Buruknya aksesibilitas difabel di Temanggung itu diakui Bupati Muhammad Al Khadziq, Senin (17/12/2018).

Khadziq mengatakan dengan keterbatasan yang dimiliki para penyandang disabilitas harus difasilitasi dengan aksesibilitas yang memadai. Pemerintah wajib memberikan kesempatan berusaha serta meningkatkan penghidupan dengan mendukung kegiatan ekonomi dan kemandirian ekonomi mereka.

"Akan tetapi Pemerintah Kabupaten Temanggung mohon maaf yang sebesar-besarnya bahwa hingga saat ini berbagai fasilitas pemerintah, berbagai program pemerintah mungkin dirasakan belum memberikan aksesibilitas yang cukup bagi para penyandang disabilitas," katanya pada peringatan Hari Disabilitas Internasional di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Pengandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung.

Diakuinya, pembangunan trotoar, pembangunan jalan, pembangunan gedung pemerintah, fasiliatas-fasilitas umum memang belum sepenuhnya sensitif terhadap kebutuhan para penyandang disabilitas. Oleh karena itu, Bupati Muhammad Al Khadziq berjanji akan menjadikan hal itu salah satu pertimbangan dalam menyusun perencanaan pembangunan di Kabupaten Temanggung agar ke depan bisa menjadi lebih ramah bagi para penyandang disabilitas.

Ia mengatakan anak-anak penyandang disabilitas sesungguhnya memiliki hak dan kesempatan yang sama, seperti halnya siswa-siswa yang lainnya di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Persatuan Bangsa-Bangsa sudah mengeluarkan resolusi tentang konvensi hak-hak penyandang disabiltas intelektual yang di Indonesia diratifikasi, antara lain dengan UU No. 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas, di mana para penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan manusia pada umumnya.

Ia mendukung pelaksanaan Hari Disabilitas Internasional di BBRSPDI Kabupaten Temanggung dan mendukung semua proses belajar mengajar serta semua proses bimbingan yang ada. "Saya mengimbau semua pihak, baik swasta, masyarakat, maupun kita semua untuk mempunyai tanggung jawab bersama dalam memfasilitasi dan memberi kesempatan kepada penyandang disabilitas agar mereka bisa berinklusi dalam aktivitas kehidupan bermasyarakat di semua sektor kehidupan," katanya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial BBRSPDI Kartini, Proboretno Kuncororini, mengatakan peringatan HDI sebagai upaya meneguhkan komitmen bangsa Indonesia dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Ia mengatakan HDI sebagai peristiwa yang dirayakan untuk mengingatkan semua pihak dalam mewujudkan masyarakat inklusi dan membuka kesempatan bagi setiap penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi aktif dalam aktivitas kehidupan dan mampu mandiri.

Pada HDI tersebut diselenggarakan berbagai lomba bagi para penyandang disabilitas intelektual dan pameran hasil karya penyandang disabilitas intelektual di BBRSPDI Kartini.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten