Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (JIBI/Solopos/Dok.)
Bunuh diri di Solo ini sangat tragis. Seorang ayah nekat membawa anaknya bunuh diri di rel kereta api. Solopos.com, SOLO -- Seorang laki-laki di Solo tega mengajak putrinya yang masih berusia 8 tahun bunuh diri. Sang ayah bernama Octavianus Cahyo Saputro, 36, itu membopong putrinya, Santa Claudia Nativdin, sebelum menabrakkan diri ke kereta api yang melintas di dekat Stasiun Purwosari, Jumat (20/3/2015) malam. Aksi bunuh diri ini terjadi tiga bulan setelah Octavianus bercerai dengan istrinya, Sri Lestari. Ketika hendak bunuh diri, Octavianus yang pernah bekerja menjadi sales ini sempat menuliskan surat wasiat yang ia letakkan di kantong bajunya. Dalam isi suratnya, ia meminta maaf kepada kedua orang tuanya, mantan istri (Sri Lestari) dan istrinya (Nelly). Surat tersebut juga bertuliskan beberapa nomor handphone, yakni nomor mantan istrinya, mantan istri, serta orang tuanya. Selain itu, ia juga meminta untuk dikuburkan dalam satu liang lahat bersama dengan putri tercintanya. Bambang mengatakan tidak percaya Octavianus tega membawa Santa mengakhiri hidup dengan menabrakkan diri pada saat kereta melintas di kawasan stasiun Purwosari, Jumat malam. “Saya sempat dengar, katanya ada yang melihat Santa dibopong ayahnya saat kereta melaju,” ungkapnya saat ditemui Solopos.com. Santa Claudia Nativdin dimakamkan hari ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Hadir ibu Santa, Sri Lestari, yang dipapah saudaranya ketika hendak berjalan ke rumahnya di Dukuh Ngabeyan RT 004/RW 002 Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Beberapa kali, terdengar suara jerit tangis Sri Lestari dari luar rumahnya. Ia masih tak percaya putri semata wayangnya telah pergi bersama mantan suaminya yang bunuh diri.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten