Buntut Pelecehan Rasial, Inter Dihukum Dua Laga Tanpa Penonton
Inter Milan (Reuters-Eric Gaillard)

Solopos.com, MILAN - Inter Milan mendapat imbas akibat aksi pelecahan rasial yang dilakukan suporternya saat melawan Napoli, tengah pekan kemarin. Inter dihukum dua laga tanpa penonton di kompetisi domestik.

Pelecehan rasial fans Inter itu ditujukan kepada bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Pemain asal Senegal ini mendapat sorakan seperti suara monyet sepanjang laga. Dikutip dari Telegraph.co.uk, Jumat (28/12/2018), Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) lantas menjatuhkan sanksi kepada Inter berupa pertandingan tanpa penonron.

Selain itu, FIGC juga menghukum salah satu kelompok pendukung Inter Curva Nord. Mereka tak bisa menyaksikan pertandingan Inter sebanyak tiga laga. Curva Nord atau tribune utara merupakan tempat ultras Inter berada, yang mana lebih banyak melakukan aksi pelecehan rasial.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Nerrazurri bakal membuat kandang mereka sepi penonton saat melawan Benevento (14/1/2019) di ajang Coppa Italia, serta di laga Serie A menghadapi Sassuolo (20/1/2019). Sementara curva nord bakal kosong hingga laga Inter Milan vs Bologna Bologna (4/2/2019).

Di sisi lain, Koulibaly tak menyelesakian pertandingan lantaran mendapat kartu merah. Dia diusir wasit pada menit ke-80. Awalnya, Koulibaly mendapat kartu kuning saat melanggar pemain Inter. Dia lantas tak terima dengan keputusan wasit. Koulibaly pun bertepuk tangan ke arah wasit dan akhirnya si pengadil pertandingan memberikan kartu kuning kedua.

Laga Inter vs Napoli berakhir dengan skor 1-0 untuk tuan rumah. Lautaro Martinez menjadi pahlawan Inter dalam laga yang dilakukan di Giuseppe Meazza, Kamis (27/12/2018). Dia mencetak gol kemenangan di masa injury time babak kedua.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom