Buntut OTT Bupati, KPK Panggil 3 Pejabat Kudus

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, KUDUS — Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap bupati Kudus yang saat ini telah berstatus nonaktif, Muhammad Tamzil, masih berbuntut panjang. Tiga orang pejabat pemerintah daerah setempat kini mendapat giliran dipanggil KPK.

Pemerintah Kabupaten Kudus mengonfirmasi adanya pemanggilan tiga pejabat di lingkungan Pemkab Kudus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Asisten III Setda Kudus Masut, Senin (2/9/2019), mematikan pemanggilan itu terkait kasus dugaan suap bupati nonaktif Kudus Muhammad Tamzil.

“Ketiga orang yang dipanggil KPK tersebut, sudah mengajukan izin tidak masuk kerja karena memenuhi panggilan KPK,” ujarnya ketika ditanya wartawan terkait informasi bahwa KPK kembali memanggil tiga pejabat Pemkab Kudus, Selasa (3/9/2019) besok.

Terkait pemanggilan tersebut, terang dia, tidak ada surat yang ditujukan kepada pemerintah daerah. Setahu dia, ketiga pejabat itu langsung mengajukan izin tidak masuk kerja selama sehari.

Ditanya tentang keberangkatan mereka ke Jakarta, Masut menduga ketiganya berangkat Minggu (1/9/2019) karena pemeriksaan dimungkinkan Senin. Meski demikian, dia mengaku tidak mengetahui persis apakah ketiganya berangkat sendiri-sendiri atau bersamaan.

Ketiga pejabat yang dipanggil KPK tersebut adalah Pelaksana Tugas Kepala Dinas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Kasmudi, serta Direktur RSUD dr. Loekmonohadi Kudus.

Selain itu, berdasarkan pemberitaan di sejumlah media massa, KPK juga memanggil pihak swasta untuk turut diperiksa. Keempat orang yang dipanggil KPK itu sebagai saksi untuk M. Tamzil.

Muhammad Tamzil ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap terkait pengisian jabatan di wilayahnya. Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan tiga tersangka, dua di antaranya, yakni staf khusus Bupati Agus Soeranto dan Plt. Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan.

Bupati Kudus nonaktif tersebut, diduga menerima uang sebesar Rp250 juta dari Akhmad melalui Agus. Uang tersebut diduga hendak digunakan untuk kepentingan pribadi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Kasmudi maupun Plt. Kepala Dinas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko ketika dihubungi via telepon tidak ada tanggapan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Resmi! Eks Mensos Juliari Batubara Jadi Penghuni LP Tangerang.

Bila harta Juliari tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Yuk Buka Tabungan Secara Digital Melalui OCTO Savers CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mengakselerasi kapabilitas fitur dan layanan aplikasi digital banking OCTO Mobile untuk kemudahan nasabah.

Persis Solo Siapkan 3 Desain Jersey Penuh Filosofi

Bryan Barcelona mengatakan setiap desain jersey memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan dengan sejarah Persis maupun identitas tim sebagai klub dari Solo.

Menimba Air, Warga Tasikmadu Karanganyar Temukan Jasad Orang di Dalam Sumur

Jasad warga Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar, ditemukan di dalam sumur oleh tetangga rumah kontrakannya, Kamis (23/9/2021).

Ini Dia Galaxy M22, HP Baru Samsung Harga Rp2 Jutaan

Samsung Galaxy M22 resmi hadir di Indonesia dan bakal dijual secara flash sale akhir bulan nanti.

Bersepeda, Wali Kota Madiun Semangati Warga dan Salurkan Bantuan

Kegiatan bersepeda itu selain menjadi sarana untuk menyemangati masyarakat juga untuk memastikan warga patuh protokol kesehatan.

Satpol PP Wonogiri Kurangi Patroli PPKM pada Malam Hari, Ini Alasannya

Satpol PP Wonogiri mengurangi patroli keliling pada malam hari selama PPKM level 3 namun lebih intensif pada siang hari.

Waduh! Squid Game Dianggap Jiplakan As the Gods Will, Bagaimana Faktanya?

Drama Korea teranyar Netflix, Squid Game, dituduh jiplakan film Jepang, As the Gods Will.

Resmi Diperkenalkan di Jateng-DIY, All New Honda BR-V Siap Mejeng di Solo dan Jogja

All New Honda BR-V dengan 5 varian dan pilihan warna ini dibanderol dengan harga on the road (OTR) di Jateng-DIY mulai Rp260 juta.

Gapoktan Jateng Berkomitmen Kuatkan Lumbung Pangan Masyarakat

Menjaga ketersediaan dan akses pangan perlu dilakukan dengan penguatan cadangan pangan melalui kegiatan lumbung pangan masyarakat (LPM).

Wuzz! Puting Beliung Sapu Kerjo Karanganyar, Atap 3 Rumah Warga Beterbangan

Atap tiga rumah warga Desa Tawangsari, Kerjo, Karanganyar, beterbangan disapu puting beliung yang melanda wilayah itu, Kamis (23/9/2021).

Berstatus Ayah-Anak, Gibran Ternyata Juga Mesti Buat Janji Dulu untuk Ketemu Presiden Jokowi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ternyata mesti membuat janji dulu jika ingin bertemu ayahnya, Presiden Jokowi.

Dari Teman, Kini SBY dan Yusril Saling Berhadapan

Yusril berpendapat jangan ada partai yang dibentuk dan dikelola 'suka-suka' oleh para pendiri atau tokoh-tokoh penting yang dilegitimasi oleh AD/ART.

Gokil! Pengusaha Batam Beli Kantong Udara Las Vegas Arief Muhammad Rp210 Juta!

Deal pembelian kantong berisi udara Las Vegas Arief Muhammad lewat penawaran di media sosial.

Babak Akhir Kasus Perusakan Nisan Makam Polokarto Sukoharjo, Pengurus dan Ahli Waris Bertemu

Kasus perusakan batu nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, berakhir setelah ahli waris dan pengurus dipertemukan.