Buntut Kerumunan Petamburan, Tebet, Megamendung, Satgas: Puluhan Orang Positif Covid-19
Massa menunggu kedatangan Rizieq Syihab di Markas Besar FPI, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). (Antara)

Solopos.com, JAKARTA -- Puluhan orang yang datang pada acara dihadiri pentolan FPI Habib Rizieq Syihab, dari Petamburan, Tebet hingga Megamendung dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19.

Mulai dari Petamburan, Jakarta Pusat, ada belasan orang yang diperiksa Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Data yang kami terima tadi malam untuk wilayah Petamburan, dari 15 orang yang diperiksa, sudah 7 orang positif Covid-19, termasuk Lurah Petamburan," kata Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo kepada wartawan saat mengunjungi pengungsi TPPS Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jumat (20/11/2020).

Mantap! Ada 23.000 Nakes yang Akan Jadi Vaksinator Covid-19

Kemudian di Tebet juga ada puluhan orang positif virus corona. Untuk diketahui, Rizieq memang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/11/2020).

"Kemudian di Tebet sudah 50 orang yang positif Covid," ungkap Doni.

Simpatisan Rizieq dalam acara di Megamendung juga ada yang positif Corona. Hasilnya didapat dari pemeriksaan lebih dari 550 orang.

"Data Jumat sore, 20 November, hasil swab antigen untuk klaster Megamendung (Bogor) adalah yang diperiksa 559 orang, yang positif ada 20 orang," ucap Doni.

Melapor Kepada Ketua RT/RW

Dari temuan ini, yang juga disampaikan melalui pesan tertulis kepada wartawan, masyarakat yang ikut dalam penjemputan Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta, Maulid Nabi di Tebet, dan di Megamendung serta acara di Petamburan, untuk melapor kepada ketua RT/RW di wilayahnya. Warga yang mengikuti massa Rizieq juga diminta memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

"Dan kami berharap kerja sama dengan semua komponen masyarakat di berbagai daerah, terutama di Jakarta dan Jawa Barat. Khususnya juga para ketua RT dan RW untuk menyampaikan pesan kepada keluarga-keluarga bagi masyarakat yang kemarin ikut beraktivitas, baik mulai penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta, kegiatan Maulid Nabi di Tebet, dan juga di Megamendung serta acara terakhir di Petamburan, mohon dengan kesadaran sendiri untuk melaporkan diri kepada ketua RT dan RW," urainya.

"Lantas kalau bisa dengan kesadaran dan keikhlasan itu memeriksakan diri ke puskesmas," tambah Doni Monardo yang juga Ketua BNPB itu.

Fadli Zon Pertanyakan Urusan Pangdam Jaya Campuri Wewenang Satpol PP

Satgas Covid-19 juga telah mengingatkan terkait potensi kerumunan massa di acara Rizieq. Namun, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, tidak bisa mencegah terjadinya kerumunan.

"Jadi jauh hari kita sudah mengingatkan, dan langkah-langkah sudah dilakukan. Baik dari pusat maupun pemerintah daerah. Namun ternyata tidak bisa dicegah, artinya pencegahan gagal dan di sinilah kita berharap, ada satu kesadaran bahwa pengetahuan tentang Covid-19 ini harus ditingkatkan," terang Doni.

Mendenda Rizieq Rp50 Juta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Jawa Barat juga tidak "ingin" disalahkan terkait munculnya kerumunan tersebut. Pemprov DKI telah mendenda Rizieq Rp 50 juta karena dianggap sebagai pemicu timbulnya kerumunan.

"Ada, ya (Habib Rizieq) dikenakan denda," tutur Kasatpol PP DKI Arifin, setelah memberitahukan sanksi denda ke Rizieq, Minggu (15/11/2020).

"Ya, responsnya (Habib Rizieq) baik, menerima kita untuk menegakkan aturan kedisiplinan. (Rizieq bayar denda) Rp 50 juta," tandas dia.

Kontras Tuding Sikap Pangdam Jaya ke FPI Berlebihan, Supremasi Sipil Terancam?

Pemprov Jawa Barat (Jabar) nampaknya bersikap serupa. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan instruksi tegas.

Ridwan Kamil menyatakan akan memberi sanksi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor karena tak dapat mencegah timbulnya kerumunan.

"Saya akan memberi sanksi juga kepada Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bogor saya minta juga memberikan sanksi yang juga tegas karena membawa banyak dampak," kata RK setelah dimintai klarifikasi oleh polisi di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (20/11/2020).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom