Buntut Kasus Covid-dari Klaster Soto Lamongan Jogja, 1 RT Lockdown
Ilustrasi superspreader virus corona.

Solopos.com, JOGJA – Satu RT di wilayah tempat tingggal bakul Soto Lamongan yang positif Covid-19 di Jogja menerapkan lockdown lokal. Bukan tanpa sebab, pasalnya dari 11 orang positif dari klaster Soto Lamongan merupakan keluarga dan karyawan yang tinggal satu rumah di Pandeyan, Umbulharjo, Jogja.

Camat Umbulharjo, Rumpis Trimintarta, tak menampik atas musyawarah di tingkat wilayah, disepakati area RT tempat pasien klaster Soto Lamongan terpaksa diberlakukan keluar masuk satu pintu. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir mobilisasi orang keluar masuk dan mempermudah pengawasan pasien.

"Ya ada petugas di wilayah yang melakukan pengawasan terhadap pasien yang isolasi mandiri, tidak bisa 24 jam tapi kita koordinasi lewat handphone dari salah satu pasien yang dituakan di rumah itu," jelasnya saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (31/8/2020).

Nama Asli 5 Pesulap Indonesia, Kalau Beneran Dipakai Yakin Masih Sangar? 

Selama lockdown lokal, logistik disiapkan secara swadaya masyarakat dan diberikan oleh Dinsos. Sementara pemberian multivitamin dan madu diberikan puskesmas setempat.

Rumpis juga memikirkan nasib anggota keluarga bakul Soto Lamongan lainnya yang dinyatakan negatif Covid-19. Pasalnya dalam rumah tersebut memang menjadi tempat tinggal keluarga besar. Pihaknya pun berencana menyewa rumah untuk ang keluarga yang dinyatakan negatif.

"Saya kira lebih mudah mendapatkan rumah untuk yang negatif ketimbang yang positif, harus membawa ke sana ke mari," jelasnya.

Isolasi Mandiri

Beberapa tempat telah diprospek jadi tempat tinggal sementara bagi keluarga yang negatif, salah satunya gedung sekolahan.

"Ada gedung sekolahan yang baru jadi dan belum terpakai," ujarnya. Kendati demikian agaknya warga yang bersangkutan sudah tertangani.

Klaster ini berawal dari seorang pedagang Soto Lamongan diketahui positif Covid-19 melalui hasil swab. Selanjutnya dari hasil tracing, bertambah 10 orang yang dinyatakan positif.

Datangi Polsek Baki, Keluarga Korban Pembunuhan Sadis di Duwet Sampaikan Ini 

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan hingga Senin (31/8/2020) sebanyak 25 orang kontak erat kasus Soto Lamongan menjalani swab atau uji usap. Dari jumlah tersebut, 11 dinyatakan positif, delapan negatif, dan enam orang lainnya masih menunggu hasil laboratorium.

"Kasus ini membuat kita harus melakukan tracing kepada 10 [tambahan kasus] ini ke mana saja interaksinya, kita coba untuk tracing lalu untuk lakukan blocking," tambah Heroe.

Tanpa Gejala

Mayoritas pasien positif dari klaster Soto Lamongan merupakan pasien asymptomatic atau tanpa gejala.

"Ada 10 orang yang isolasi mandiri, satu orang yang dirawat di rumah sakit," imbuhnya.

Tercatat tiga orang telah melaporkan diri sebagai pembeli soto Lamongan dalam kurun waktu Agustus ini. Heroe menyebutkan dua orang mengaku makan di tempat sementara satu orang mengaku membeli soto namun dibungkus.

"Mereka teindikasi, besok dijadwalkan akan diperiksa," ujar Heroe.

Pijatan Maut Yulianto Si Jagal Kartasura Sukoharjo 

Jumlah pelapor sebagai pembeli mulai banyak yang masuk, Heroe memaparkan ada rombongan pesepeda dan pembeli lainnya yang telah melapor selain tiga pembeli tadi.

"Kita arahkan mereka untuk melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan," tambahnya.

Banyak masyarakat yang mengaku sebagai pembeli soto Lamongan tidak mengejutkan. Heroe mengutarakan bahwa dalam sehari di masa pandemi seperti ini, warung tersebut setidaknya menghabiskan lima kilogram daging atau setara sampai 100 orang pembeli. Sehingga Heroe menganjurkan bagi warga yang membeli soto dalam kurun 14-25 Agustus 2020 untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom