Buntut Anggota TNI Diduga Pukul Polwan, 3 Orang Diproses Hukum Militer

Anggota TNI yang diduga memukul seorang wanita polisi akrab disapa Polwan Polda Kalteng, Bripda Tazkia Nabila Supriadi, akan diproses menggunakan hukum militer.

 Ilustrasi Polwan (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Polwan (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Solopos.com, JAKARTA — Viral di media sosial kasus dugaan pemukulan yang dialami seorang wanita polisi akrab disapa Polwan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Bripda Tazkia Nabila Supriadi, saat bertugas mengurai kerumunan.

Pelaku pemukulan diduga anggota TNI. Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Polisi Kismanto Eko Saputro, membenarkan peristiwa tersebut. Dia juga membenarkan bahwa pelaku yang diduga memukul anggotanya adalah seorang anggota TNI.

PromosiMengenal S.G. Alan Thomas, Atlet Serba Bisa yang Prakarsai Piala Thomas

Namun, dia menyampaikan bahwa kasus tersebut sudah selesai. Selain itu, Kismanto enggan menyampaikan detail kronologi peristiwa pemukulan yang dialami Bripda Tazkia Nabila Supriadi.

Baca Juga : Ngaku Istri TNI, Perempuan di Banyumas Lakukan Penipuan Ratusan Juta

“Kasusnya sudah selesai. Oknum yang terlibat pertikaian akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tutur Kismanto saat dikonfirmasi, seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (7/12/2021).

Ramai informasi beredar di media sosial bahwa personel pengurai massa (Raimas) berpatroli dan mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pada Sabtu (4/12/2021) pukul 20.00-22.00 WlB. Mereka juga meminta tempat hiburan malam untuk memperhatikan waktu.

Pukul 22.30 WlB, personel Raimas melanjutkan patroli pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di seputaran Kota Palangkaraya. Kondisi hujan membuat tim berteduh.

Baca Juga : Banyak yang Bilang Mirip, Apa Sih Beda Tongseng dan Tengkleng?

Pukul 23.30 WIB, personel Raimas melanjutkan patroli Harkamtibmas sesuai rute, yakni pengecekan di JI. Kawasan Pameran Temanggung Tulung Palangkaraya, sekitaran Senaman Mantikei Palangkaraya, dan sambang pos penjagaan perumahan warga maupun pejabat umum hingga pukul 01.00 WIB.

Dalam perjalanan pulang, personel Raimas berpakaian dinas lengkap dan body vest (rompi tubuh) menjumpai kerumunan di tengah Jalan Tjilik Riwut Kilometer (Km) 02. Petugas turun untuk membubarkan kerumunan.

Namun, personel Raimas diduga malah mendapatkan perlawanan dari orang-orang mengaku anggota dan Batalyon Rider 631 Antang. Bripda Niko Laos Risky Marselino mendapat pukulan dibibir dan kepala bagian belakang.

Baca Juga : Selamatkan 53 Ekor Anjing, Polres Sukoharjo Dibanjiri Karangan Bunga

Selain itu, seorang Polwan, Bripda Tazkia Nabila Supriadi, mendapatkan pukulan di kepala bagian belakang dan luka memar di tangan bagian kiri. Tim memanggil bantuan untuk mengurai massa.

Hanya 1 Korban

Namun, anggota Raimas kembali mendapatkan perlawanan. Salah satu anggota Raimas, Bripda Sutan Rachman Saputra, menerima pukulan di kepala.

Ipda Dhearny Adventya Grace Dachi menarik mundur anggota Raimas dan melaporkan kejadian tersebut ke Provos Batalyon Raider 631 Antang. Hanya saja laporan tersebut tidak mendapatkan respons baik.

Baca Juga : Gunung Semeru Erupsi, 3 Gunung Berapi di Indonesia Siaga, 11 Waspada

Petugas Provos malah tertawa sambil bermain game dan menyebutkan bahwa anggota mereka tidak ada yang keluar malam itu. Bripda Sari Julianti merekam hal itu sehingga mendapatkan ancaman bahwa ponselnya akan dipecah.

Ipda Dhearny Adventya Grace Dachi memerintahkan anggota Raimas kembali ke markas komando (Mako) Ditsamapta Polda Kalteng dan melaporkan hal itu kepada pimpinan.

Kismanto menepis kabar yang beredar di sosial media itu. Dia menyatakan hanya Bripda Tazkia Nabila Supriadi yang menjadi korban pemukulan.

“Satu saja,” kata Kismanto.

Baca Juga : Ningsih Tinampi Ramalkan Gunung Semeru Meletus Sejak 2020

Kismanto menyampaikan pimpinan dua belah pihak telah menyelesaikan kasus pemukulan yang dialami Polwan Ditsamapta Polda Kalteng oleh anggota TNI saat menjalankan tugas mengurai kerumunan. Hasilnya, 3 anggota TNI akan menjalani proses hukum militer.

“Tiga orang.”

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Mewabah, 6 Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Inggris

Sampai saat ini ditemukan enam kasus cacar monyet (monkeypox) di Inggris.

Solopos Hari Ini: Menkeu Minta Tambah Rp275 T

Pemerintah menyodorkan dua pilihan sebagai respons terhadap tingginya harga minyak dunia. Pilihan itu yakni menambah anggaran Rp275 triliun untuk subsidi dan kompensasi energi 2022 atau harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik naik.

Sejarah Tugu Lilin, Dibangun di Solo setelah Gagal di Beberapa Kota

Sebelum dibangun di Solo, Tugu Lilin gagal dibangun di beberapa kota seperti Batavia, Surabaya, dan Semarang.

10 Berita Terpopuler: Kecelakaan Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Ulasan tentang kecelakaan lalu lintas di Jl. Solo-Semarang tepatnya Karanggondang, Penggung, Boyolali, Kamis (19/5/2022) pukul 14.15 WIB menjadi berita terpopuler di Solopos.com Jumat (20/5/2022).

20 Mei Hari Kebangkitan Nasional, Mengapa Tidak Tanggal Merah?

Berdasarkan Kepres No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) bukan tanggal merah atau hari libur nasional

Selamat Harkitnas! Begini Sejarah 20 Mei Jadi Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei sebenarnya merupakan hari lahirnya sebuah organisasai bernama Boedi Oetomo atau Budi Utomo pada 20 Mei 1908 atau 37 tahun sebelum Indonesia merdeka.

Media Jangan Telan Mentah-Mentah Hasil Survei

Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik media yang menelan mentah-mentah hasil survei termasuk tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi.

Sejarah Hari Ini: 20 Mei 1908 Berdirinya Budi Utomo Sebagai Harkitnas

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 20 Mei.

2 Survei Kepuasan Jokowi Jauh Beda, Rocky: Surveyor Sedang Cari Remah

Rocky Gerung menyoroti dua hasil survei terhadap tingkat kepuasan Presiden Jokowi yang saling bertolak belakang padahal dirilis hampir bersamaan.

Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik abagi pelanggan 3.000 volt ampere (VA) disesalkan pelaku industri yang tengah berjuang untuk bangkit setelah dihajar pandemi Covid-19.

Kompolnas: Briptu Tajir HSB Lakukan Kejahatan Korporasi

Albertus Wahyurudhanto mengatakan kasus penambangan emas ilegal, baju bekas, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat oknum Polri Briptu HSB merupakan kejahatan korporasi.

Akun Medsos Pejabat Singapura Diserbu Pendukung UAS

Hal itu merupakan buntut dari deportasi yang dilakukan Singapura terhadap UAS pada Senin (16/5/2022) lalu.

Fahri Hamzah: Pejabat Singapura Idap Islamphobia

Fahri Hamzah menilai pejabat Singapura mengidap  islamophobia lantaran menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke negara tersebut, beberapa hari lalu.

Kejagung Segera Tangkap Semua Tersangka Mafia Minyak Goreng

Febrie menyebutkan tersangka Lin Che Wei sempat membagikan uang hasil kejahatan mafia minyak goreng ke sejumlah pihak.

Dicap Halu, Yusuf Mansur: Saya Sedang Mengajari Bangsa Ini Bermimpi

Yusuf Mansur mengatakan, dirinya sedang mengajari bangsa Indonesia bermimpi agar mencapai taraf kehidupan yang lebih baik.