Bupati Klaten Sri Mulyani mengecek kerajinan milik UMKM di Klaten. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Selain mempertahankan kegiatan sambang warga, Bupati Klaten Sri Mulyani berencana menggulirkan program sambang Badan Usaha Milik (BUM) desa.

Mulyani mengatakan program tersebut bergulir untuk kali pertama pada 2019. Rencananya, setiap kecamatan ada satu BUM desa yang dikunjungi.

Kami sudah meminta ke Bappeda untuk berkoordinasi dengan Dispermasdes soal jadwalnya dan desa yang akan dikunjungi,” urai dia saat ditemui wartawan di Setda Klaten, Senin (7/1/2019).

BUM desa yang dikunjungi merupakan BUM desa rintisan sudah berkembang. Bentuk kegiatan berupa evakuasi terkait capaian, kendala, serta potensi yang dikelola selama ini. “Dari BUM desa yang baru rintisan sampai BUM desa yang sudah berkembang akan disambangi. Kecuali BUM Desa Ponggok [BUM Desa Tirta Mandiri] karena sudah menjadi percontohan nasional. Justru kami arahkan BUM desa lainnya itu belajar ke Ponggok walau memiliki potensi yang berbeda,” kata dia.

Program itu digulirkan menyusul banyak bermunculan BUM desa yang mengelola berbagai potensi. Program ditujukan untuk memotivasi pengelola agar BUM desa bisa berkembang dan membantu pengurangan pengangguran dan angka kemiskinan. “BUM desa ini perlu perhatian khusus agar semua bisa ikut berperan. Perkembangan BUM desa itu juga tergantung inovasi dan kreativitas dari pengelolanya,” ungkapnya.

Terkait sambang warga, Mulyani menjelaskan program tersebut tetap bergulir dan diprioritaskan ke desa yang masuk zona merah kemiskinan di setiap kecamatan. Hanya, jadwal dan desa yang dikunjungi berbeda dengan sambang BUM desa. “Mudah-mudahan Februari sudah mulai entah sambang warga dulu atau sambang BUM desa,” kata dia.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten, Sunarno, mengatakan konsep sambang BUM desa masih dibahas. Penentuan jadwal dan BUM desa yang bakal dikunjungi bupati diserahkan ke Dispermasdes.

Kepala Dispermasdes Klaten, Jaka Purwanto, mengatakan saat ini di Klaten ada 226 BUM desa. “Untuk kegiatan dan penganggaran sambang langsung masuk di kecamatan. Sehingga perlu sinkronisasi waktu,” kata Jaka.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten