Pekerja memikul karung beras. (Antara-Sigid Kurniawan)

Semarangpos.com, SEMARANG — Bulog Divisi Regional Jawa Tengah menargetkan penyerapan 206.000 ton gabah maupun beras dari petani sepanjang 2018. Target tersebut turun jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu yang mencapai 496.000 ton dan terealisasi sebanyak 368.000 ton.

Kepala Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari menuturkan, sampai saat ini, Bulog sudah menyerap 93.000 ton atau 37,5% dari total target serapan 206.000 ton. Dia optimistis target dapat tercapai mengingat nanti pada akhir Mei sampai Juni sejumlah daerah di Jateng akan mengalami masa panen.

"Tahun ini kami menargetkan serapan mencapai 206.000 ton dan diperkirakan target ini akan tercapai, mengingat potensi beras di Jateng yang cukup melimpah," katanya, Rabu (23/5/2018).

Djoni Menambahkan  pada akhir Mei sampai Juni beberapa daerah akan mengalami masa panen kedua yakni Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, Kabupaten Blora dan Sragen.

Sementara itu penyerapan gabah dari petani terus berlangsung perhari Bulog Divre Jateng menyerap 1.300 sampai 1.500 ton. Menurutnya dengan jumlah tersebut makan target penyerapan gabah maupun beras tahun ini bisa terpenuhi.

"Beberapa daerah di Jateng akan panen, kami sedang bersiap menyerap gabah maupun beras dari petani untuk memperbanyak stok jelang lebaran nanti," tuturnya.

Lebih lanjut, Djoni menuturkan akan terus memaksimalkan penyerapan gabah maupun beras agar stok terpenuhi. Dia mengimbau, untuk petani tidak menjual beras hasil panen ke tengkulak dan langsung menyetorkan beras ke Bulog agar harga bisa dikendalikan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten