Bulog Jamin Stok Beras Aman Hingga Juli 2019
Dirut Perum Bulog, Budi Waseso (tengah), saat di Semarang, Jateng, Kamis (22/11/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan stok beras di Indonesia aman hingga Juli 2019 nanti. Ketersediaan beras ini pun membuat Indonesia dipastikan tidak akan melakukan impor beras dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Budi Waseso, saat melakukan penandatangan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) di Semarang, Kamis (22/11/2018). Pria yang akrab disapa Buwas itu menyebutkan saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,7 juta ton.

“Stok beras masih banyak. Masih ada 2,7 juta ton. Untuk cadangan beras pemerintah (CBP), sekitar 1.2-1,5 juta ton merupakan beras medium,” ujar Buwas kepada wartawan.

Buwas menyebutkan stok beras yang cukup melimpah itu akan segera didistribusikan ke masyarakat secepatnya. Hal itu dilakukan guna menekan harga beras medium yang semakin hari semakin melonjak.

Harga beras medium di beberapa daerah bahkan mencapai Rp11.000 per kg. Padahal, harga beras medium dari Bulog, sesuai harga eceran tertinggi (HET) berkisar Rp8.250 per kg.

Guna menekan harga beras medium itu, Bulog pun melakukan berbagai upaya operasi pasar. Salah satunya, yakni dengan menggendeng Pemprov Jateng dalam menyalurkan beras medium melalui pemangku desa.

“Dengan cara ini, kami menargetkan sekitar 700.000 ton beras bisa diserap di Jateng. Setidaknya 5.000 ton per hari bisa langsung kita drop ke desa-desa,” ujar Buwas.

Sementara itu, Kepala Divre Bulog Jateng, M. Sugit Tedjo Mulyono, berharap operasi pasar gaya baru ini mampu memutus rantai distribusi beras ke masyarakat yang kerap disalahgunakan. Ia mengaku selama ini pihaknya kerap melakukan operasi pasar. Namun, setelah operasi pasar beras yang didistribusikan Bulog tidak tersalurkan secara tepat ke masyarakat.

“Berapa pun beras yang kita gelontorkan sering hilang, entah berubah warna dari gelap ke terang [medium ke premium] atau lainnya. Semoga saja, dengan cara baru ini kepala desa bisa menyalurkan beras dari Bulog langsung ke masyarakat. Toh, niatnya sama, yakni untuk menyejahterakan masyarakat,” terang Sugit.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom