Bulog Jamin Beras Bansos Terdampak Covid-19, Layak Konsumsi
Perum Bulog Pimpinan Cabang Semarang, Titov Agus Sabelia (kanan) menunjukan beras untuk bansos terdampak Covid-19 di Gudang Bulog Depok, Toroh, Kabupaten Grobgan, Senin (19/10/2020).(Solopos.com/Arif Fajar Setiadi)

Solopos.com, PURWODADI -- Bulog mulai menyalurkan beras bansos (bantuan sosial) untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Grobogan periode Oktober 2020, mulai Senin (19/10/2020). Sedangkan untuk Agustus dan September sudah diserahkan pada September lalu. Bulog menjamin beras yang diserahkan ke masyarakat layak konsumsi.

"Kami jamin beras dalam program bansos untuk masyarakat terdampak Covid-19 layak konsumsi. Memang beras tersebut stok hasil serapan Gudang Bulog pada 2018, namun sudah kami olah lagi dan tetap layak dikonsumsi," jelas Perum Bulog Pimpinan Cabang Semarang Titov Agus Sabelia di Gudang Bulog Depok, Toroh, Grobogan, Senin.

Beras yang disalurkan untuk bantuan sosial keluarga terdampak Covid-19 menurut Titov, merupakan beras kelas medium. Hal ini mengingat di Bulog Cabang Semarang beras medium merupakan yang terbesar stoknya.

Antisipasi Banjir, BPBD Semarang Pasang 3 EWS di Sungai Beringin

Kemudian oleh pimpinan pusat, sambungnya, agar stok beras tersebut dimanfaatkan. Namun sebelum disalurkan kepada penerima, beras bansos tersebut diolah terlebih dahulu agar bisa dikonsumsi. Kondisi ini yang kemudian ada yang membanding-bandingkan dengan program lain yang berasnya premium.

“Kami memahami hal itu. Namun setelah kami memberi penjelaan mereka bisa menerima. Kami juga siap apabila ada penerima yang meminta diganti. Kami akan ganti, tentu dengan beras kualitas medium juga,” ujarnya.

Kepala Gudang Bulog Depok, Toroh, Kabupaten Grobogan M. Ilham Noviandono (kanan) menunjukan beras yang belum diolah, Senin (19/10/2020). (Solopos.com/Arif Fajar Setiadi)

Dosen FH UNS Solo Meninggal Positif Covid-19, DKK Sukoharjo Lakukan Tracing Kontak

Penyerapan 2018

Sebagai pihak yang ditunjuk Kementerian Sosial dalam penyaluran beras bansos, Titov mengatakan pagu bulanan sebanyak 957 ton untuk Kabupaten Grobogan. Hingga saat ini sudah sekitar 3.000 ton beras medium yang diolah.

“Beras sebanyak 3.000 ton tersebut sudah disalurkan ke masyarakat. Kami masih ada stok 15.000 ton karena Perum Bulog Cabang Semarang stok paling besar di Indonesia. Hal ini mengingat penyerapan pada 2018 sangat tinggi,” kata Titov.

Pemdes Sawahan Boyolali Manfaatkan Grup WA Untuk Kampanye Protokol Kesehatan

Asumsi penyerapan beras dari wilayah Grobogan waktu 2018 terjadi pada Maret-April. Sehingga stok lama tersebut harus keluar salah satunya untuk bantuan sosial beras. Selain itu juga untuk membantu wilayah atau provinsi lain.

Dari hasil pengamatan di Gudang Bulog Depok, beras hasil penyerapan 2018 memang tidak bisa langsung dikonsumsi. Karena itu butuh treatmen sehingga beras bansos itu bisa layak salur dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Selama di Gudang Bulog Depok, beras hasil serapan 2018 tetap mendapat perawatan sehingga kondisinya masih layak salur dan layak konsumsi,” ujar Kepala Gudang Bulog Depok M. Ilham Noviandono.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom