Buku terpanjang versi Muri berjudul Jejak Sejarah Indonesia dipamerkan di Pendapa Rumah Budaya Kratonan Serengan, Solo, Selasa (27/8/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Buku terpanjang versi Muri berjudul Jejak Sejarah Indonesia, Tinjauan Lini Masa dari Perspektif Fortiga ITB dipamerkan di Pendapa Rumah Budaya Kratonan Serengan, Solo, hari ini, Selasa (27/8/2019).

Buku yang dicetak 1.000 eksemplar dicatat sebagai buku terpanjang di dunia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) tahun 2018. Buku ini panjangnya 11 meter 73 cm, lebar 29 cm. Buku itu berisi rangkaian sejarah Indonesia mulai dari penciptaan alam semesta dan taya surya hingga jejak sejarah presiden-presiden di Indonesia.

Project manager penulisan buku Jejak Sejarah Indonesia, Sapta Putrayadi, saat menuturkan pembuatan buku bermula saat alumni ITB angkatan 1973 atau juga dikenal sebagai Fortiga, pada tahun lalu persis 45 tahun.

"Kami ingin melakukan beberapa kegiatan, apa yang bisa kami bagi buat bangsa. Nah, salah satunya menulis buku sejarah ini, karena kita waktu SD, SMP, SMA, waktu kuliah merasakan sendiri ya, belajar sejarah itu susah karena tercecer di sana sini. Nggak ada di satu tempat bisa kita liat runtutannya seperti apa sih," ungkap dia. 

Sapta melanjutkan dengan buku ini pihaknya berharap sejarah bangsa Indonesia tak tercecer yang juga dikaitkan dengan sejarah dunia.

"Jadi kita tahu pada saat terjadi sesuatu di indonesia, di dunia sedang terjadi apa sih. Itu keliatan di buku ini," beber dia. Pihaknya menyatakan bukan ahli sejarah tapi hanya mengumpulkan sejarah-sejarah kemudian menyusunnya sebagai lini waktu (time line).

Dia mengatakan buku yang prosen penyusunannya memakan waktu hampir satu tahun itu dijual di sekolah-sekolah, institusi pemerintah, agar bsia dipakai untuk belajar bersama.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten