BUKU PELAJARAN BERMASALAH :
ilustrasi (google img)

Solopos.com, SUKOHARJO-Anggota Dewan Pendidikan dan DPRD Sukoharjo berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera merevisi dan menarik buku paket Bahasa Indonesia. Penarikan dilakukan menyusul ditemukannya kata-kata umpatan vulgar yang tidak etis diajarkan pada siswa.

Pernyataan itu disampaikan anggota Dewan Pendidikan Sukoharjo, Basrowi dan anggota DPRD Sukoharjo, Moch Samrodin dan Sudarsono secara terpisah, Kamis (5/9/2013). Anggota DP Sukoharjo, Basrowi mengaku belum tahu buku paket bermuatan kata-kata umpatan vulgar. Namun Basrowi akan
segera menelusuri dan melakukan pengkritisan.

“Harus dilihat terlebih dahulu konteks kata-kata umpatan itu gimana tetapi tetap harus dikritisi dan ditanyakan makna penggunaan kata umpatan vulgar tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, kata umpatan vulgar seharusnya dihindari dalam dunia pendidikan. “Perlu penyikapan secara bijak. Kalau memang betul ya ditarik (buku BI itu) namun didahului dengan klarifikasi. Dinas
pendidikan meski bertindak cepat.”

Hal sama disampaikan anggota DPRD Sukoharjo, Moch Samrodin. Dia yang juga anggota Komisi IV mengaku khawatir berdampak buruk jika buku bermuatan kata umpatan tidak segera ditarik.

“Kami khawatir perkembangan kepribadian siswa terganggu sehingga pemkab segera mengatasinya. Kami minta buku tersebut ditarik saja.”

Samrodin meragukan keseriusan pemerintah pusat dalam menciptakan kepribadian luhur generasi bangsa. Menurutnya, Kemendikbud selalu mengagung-agungkan pendidikan karakter.

“Tetapi kenapa sampai ada buku paket kiriman Kemendikbud terselip kata-kata umpatan vulgar yang tak terdeteksi dini. Kami katakan terjadi keteledoran dalam melakukan pengecekan,” tegas Samrodin.

Sebelumnya, para orang tua dan siswa kelas VII SMP di Sukoharjo menilai kata-kata di buku mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia kasar. Kata-kata di halaman 225 buku kurikulum 2013 itu dinilai tak etis dijadikan bahan atas pada anak usia sekolah menengah.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom