Tutup Iklan

Bukan Makhluk Halus, Polisi Tetapkan Ayah Tiri Madiun sebagai Tersangka

Polres Madiun menahan ayah tiri dari anak perempuan berusia 14 tahun di Madiun yang disebut-sebut pihak keluarga dihamili makhluk halus hingga melahirkan.

 Ilustrasi (google.img)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (google.img)

Solopos.com, MADIUN — Polres Madiun menahan SKD, ayah tiri dari anak perempuan berusia 14 tahun di Madiun yang disebut-sebut pihak keluarga dihamili makhluk halus hingga melahirkan.

Polisi sudah menetapkan SKD sebagai tersangka dan menahannya untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. SKD juga sudah mengaku kepada polisi telah menyetubuhi anak tirinya itu berkali-kali. Aksi bejatnya dilakukan saat rumah sepi.

Baca Juga : Geger! Siswi SMP di Madiun Dihamili Makhluk Halus, Ini Faktanya

Kasus itu terungkap setelah Polres Madiun melaksanakan tes DNA terhadap tiga orang, yakni bayi yang dilahirkan korban, ayah kandung korban, SN, dan ayah tiri korban, SKD. Pengambilan sampel DNA pada Selasa (28/9/2021).

Polisi mengambil sampel DNA terhadap ayah kandung dan ayah tiri korban saat itu karena curiga. Polisi menduga salah satu dari dua orang itu ayah biologis dari bayi yang dilahirkan korban, D.

Keluarga Korban Tertutup

Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Ryan Wira Raja Pratama, kala itu menyampaikan bahwa keterangan dari sejumlah saksi kurang dan terkesan menutup-nutupi informasi. Bahkan, kata Ryan, pihak keluarga menyatakan anak perempuan di bawah umur itu dihamili makhluk halus.

Baca Juga : Anak Madiun Dihamili Makhluk Halus? Pelaku Mengaku Sudah Berkali-kali

Tetapi, pihak kepolisian tidak mempercayai itu dan memilih membuktikan dengan metode scientific melalui tes DNA. Ryan menuturkan tes DNA penting karena pembuktian akan menentukan tersangka dalam kasus menimpa anak di bawah umur dari Kabupaten Madiun itu.

Bayi yang dilahirkan korban berusia satu bulan dan kondisi korban baik kala itu. Selang beberapa pekan, Satreskrim Polres Madiun mengungkap hasil tes DNA terhadap tiga orang tersebut. Kasatreskrim mengatakan pelaku pencabulan adalah ayah tiri korban.

“Hasil tes DNA sudah keluar. Ada kesesuaian antara bayi dengan ayah tiri korban. Keterangan ayah tiri yang semula tidak mengetahui. Yang bersangkutan mengubah keterangan menjadi iya [menghamili korban],” kata Ryan, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga : Tega! Mahasiswi Kebidanan di Malang Buang Bayi Sendiri

Pada kesempatan itu, Ryan angkat bicara perihal keterangan saksi dari keluarga korban menyebut D hamil karena disetubuhi makhluk halus. Ryan mengakui sejumlah saksi yang diperiksa berupaya menutupi kasus itu. Saksi yang dimaksud dari pihak keluarga D. Mereka cenderung tertutup dan tidak mau terbuka memberikan keterangan.

Ryan menyampaikan sudah meminta keterangan D kala itu. “Korban juga sudah memberikan keterangan. Tapi kami merasa ada banyak kejanggalan dari keterangan yang disampaikan,” ujar Ryan akhir September.

Ayah Kandung Melapor

Kasus ini mencuat saat ayah kandung korban, SN, melaporkan kejadian tersebut ke Polres Madiun. SN menduga ayah tiri korban, SKD, telah menghamili anaknya, D.

Baca Juga : Atlet PON XX Papua Asal Madiun Kecewa, Janji Pemkot Madiun Tak Ditepati

Saat ditemui wartawan di Mapolres Madiun, Rabu (22/9/2021), SN, mengatakan anaknya telah melahirkan seorang bayi laki-laki pada 23 Agustus 2021. Dia menduga kuat anak kandungnya dihamili oleh bapak tirinya.

“Saya sudah lama bercerai dengan istri. Selama ini, anak saya tinggal bersama dengan ibu kandung dan bapak tirinya. Saya baru tahu kalau anak saya hamil dan melahirkan. Karena memang selama ini tidak tinggal bersama saya,” kata dia.

SN menduga pelaku yang mencabuli hingga anaknya melahirkan tidak lain adalah bapak tirinya. Hal itu berdasarkan pengakuan korban yang mengatakan bahwa telah dicabuli ayah tirinya sebanyak dua kali.

Baca Juga : Yang Mau ke Banyuwangi, KA Mutiara Timur Jalan Lagi… Catat Jadwalnya

“Padahal sudah ada pengakuan dari korban. Tapi justru korban masih tinggal bersama mereka. Seperti tidak ada rasa kasihan dengan korban,” ujarnya.

SN mengutarakan bahwa kali terakhir bertemu anaknya saat Lebaran tahun 2021 atau pada Mei. Saat bertemu anaknya itu dia menyampaikan tidak mengetahui jika anak semata wayangnya sedang hamil.


Berita Terkait

Berita Terkini

5 Tempat Angker di Gunung Semeru, Penuh Misteri Lur

Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, memiliki pesona keindahan sekaligus aura mistis yang kuat dan terkenal angker.

Gunung Semeru Meletus, 138 Kambing & 23 Sapi Mati

Ratusan ternak milik warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), dilaporkan mati.

Terbaru! Pejabat PDAM Madiun Jadi Tersangka Kasus Korupsi Honor THL

Tim penyidik Kejari Kota Madiun menetapkan Kabag Transmisi dan Distribusi PDAM Taman Tirta Sari, Sandi Kurnaryanto, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi honor THL.

Cek Dampak Erupsi Semeru, Jokowi Janji Segera Bangun 2.000 Rumah

Presiden Joko Widodo akrab disapa Jokowi akan membangun 2.000 unit rumah untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

Bertambah, Korban Meninggal Terdampak Erupsi Semeru Jadi 34 Orang

Korban meninggal terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur bertambah menjadi 34 orang hingga Selasa (7/12/2021) siang.

Ningsih Tinampi Ramalkan Gunung Semeru Meletus Sejak 2020

Ningsih Tinampi sempat meramalkan bencana alam berupa Gunung Semeru meletus pada 2020 lalu.

Produk Jamu Langsung Minum Laris, D’Jamoe Madiun Kembangkan Jamu Bubuk

Pemilik usaha D’Jamoe Madiun merambah produksi jamu kering atau bubuk instan setelah jamu tradisional siap minum laris di pasaran.

Viral! Polisi Terjang Banjir Demi Evakuasi Ibu-ibu di Sumenep Madura

Sebuah video memperlihatkan seorang polisi menerjang banjir untuk mengevakuasi warga di Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, viral.

Pasar Sleko Madiun Hadir Punya Wajah Baru, Bikin Betah

Sebelum menata Pasar Sleko, Wali Kota Madiun mengajak para pedagang terbang ke Bali untuk belajar mengelola pasar dengan bersih.

Madiun Kirim Alat Berat dan Tenaga Profesional ke Lokasi Erupsi Semeru

Pemkab Madiun mengirimkan satu unit alat berat, barang kebutuhan warga, 60 orang sukarelawan, dokter, dan perawat ke lokasi erupsi Gunung Semeru.

Ini Alasan Pria Pengangguran di Madiun Sering Dolan ke Gudang Ekspedisi

Satreskrim Polres Madiun Kota menangkap pria pengangguran, ANH, 36, yang kerap berkunjung ke gudang perusahaan ekspedisi karena diduga mencuri puluhan handphone dari gudang tersebut.

Periksa Teman Novia Widyasari, Ini Kata Polisi Soal Dugaan Pemerkosaan

Polisi memeriksa teman Novia Widyasari Rahayu, mahasiswi Mojokerto yang ditemukan meninggal diduga bunuh diri, tetapi polisi belum mau banyak bicara soal dugaan pemerkosaan terhadap Novia.

Erupsi Semeru, Ibu-Anak Ditemukan Meninggal Berpelukan di Reruntuhan

Korban Rumini, 28, dan ibunya, Salamah, ditemukan meninggal dalam kondisi berpelukan di reruntuhan rumah mereka Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021).

Update! 15 Orang Meninggal & 27 Hilang Akibat Erupsi Gunung Semeru

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB memperbarui data korban jiwa maupun korban yang hilang akibat erupsi Gunung Semeru.

Musim Tanam Padi di Madiun, Pembelian Pupuk Bersubsidi Malah Dibatasi

Petani di Kabupaten Madiun mengeluhkan ketersediaan pupuk bersubsidi dan pembatasan pembelian per petak sawah per petani karena dinilai tidak sesuai kebutuhan.