Bukan Lockdown, Jokowi Minta Social Distancing Lebih Besar & Ketat
Presiden Joko Widodo. (Liputan6.com)

Solopos.com, SOLO — Presiden Joko Widoodo alias Jokowi tak memerintahkan lockdown di Tanah Air untuk menanggulangi persebaran virus corona (Covid-19).

Namun, orang nomor wahid di Nusantara itu meminta skala social distancing atau pembatasan sosial diperbesar dan physical disantcing atau pembatasan fisik lebih diperketat.

Hindari Corona, Raja Thailand Nginap di Hotel Jerman Bareng 20 Selir

"Saya minta kebijakan pembatasan sosial berskala besar, physical distancing dilakukan lebih tegas, disiplin, dan lebih efektif lagi," demikian kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas laporan Gugus Tugas Covid-19 yang disiarkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/3/2020).

Dengan tidak lockdown, Jokowi meminta adanya kebijakan darurat sipil. "Sehingga tadi juga sudah saya sampaikan bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil," kata Jokowi.

Kritik Deddy Corbuzier soal Corona: Kita #Dirumahaja, Tapi WNA Masuk Indonesia

Kini, sang presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar. Aturan pelaksanaan harus disiapkan supaya pemerintah daerah bisa menerapkan dengan baik.

"Dalam menjalankan kebijakan pembatasan sosial berskala besar saya minta agar disiapkan aturan pelaksanaannya yang lebih jelas sebagai panduan-panduan untuk provinsi, kabupaten, kota, sehinga mereka bisa kerja. Dan, saya ingatkan kebijakan kekarantinaan kesehatan adalah kewenangan Pemerintah Pusat, bukan Pemerintah Daerah," tutur Jokowi.

Hanyut 36 Km, Jasad Anak Terjun ke Sungai di Klaten Ditemukan di Sragen

Sebelumnya, sejumlah pihak telah meminta Presiden Jokowi untuk melakukan lockdown di Indonesia. Permintaan itu telah disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah ekonom dengan beberapa pertimbangan.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho