Kategori: Leisure

Bukan dari China, Ini Asal Usul Sarang Burung Walet Jadi Kuliner Premium


Solopos.com/Danang Nur Ihsan

Solopos.com, SOLO — Sarang burung walet sebagai kuliner premium tidak perlu diragukan lagi. Di beberapa restoran terkenal di Tanah Air, semangkuk sup sarang burung walet bisa dihargai sampai Rp500.000.

Harga sarang burung walet pun terbilang wow. Untuk kualitas biasa harganya sekitar Rp5 juta per kilogram, sedangkan kualitas kelas wahid bisa menembus Rp30 juta per kilogram. Selain kerap digunakan untuk bahan makanan, sarang ini juga dimanfaatkan untuk produk kesehatan dan kecantikan.

Selama ini kuliner sarang burung walet lekat sebagai makanan dari China. Anggapan itu tidak sepenuhnya tepat. Sebagaimana dilansir dari laman Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI), ppsbi.org, Jumat (5/2/2021), sarang burung walet berasal dari kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Orang Terkaya di Solo Ini Masuk 50 Besar Paling Tajir di Indonesia

Disebutkan seorang sejarawan asal Melaka, Lin Biao menemukan beberapa skriptur yang menegaskan Admiral Zheng He yang mempopulerkan makanan eksotis ke Tiongkok pada abad ke-17.

Dalam skriptur tersebut, Zheng He dan armada kapal yang sedang bernavigasi di laut sempat terperangkap badai topan yang sangat kuat. Pada saat itu, Admiral Zheng He pun memutuskan untuk mencari perlindungan di kepulauan sekitar kepulauan di dekat Peninsula Malaysia.

”Dengan makanan dan air minum yang tidak memadai, para pelaut di armada Admiral Zheng He pun mulai kelaparan. Menyadari kondisi sudah semakin gawat, mereka pun mulai mencari benda apa saja yang bisa dimakan dan salah satunya adalah sarang burung walet yang menempel di dinding gua,” sebagaimana tertulis di laman ppsbi.org.

Hadiah kepada Raja

Tanpa menaruh harapan yang tinggi, mereka pun memasak dan memakan kuliner sup sarang burung walet yang pertama di dunia. Tidak disangka-sangka, ternyata keesokan harinya, para awak kapal yang telah memakan sarang burung walet telah pulih dan bersemangat.

Baca Juga: Tertarik Meletakkan Kaca Besar Di Rumah? Simak Cara Peletakannya

Menyadari potensi yang dimiliki sarang burung walet, Admiral Zheng He langsung memanen sarang burung pertama yang dihadiahkan ke raja dinasti Ming, Raja Ming Chengzu. Dari situlah, sarang burung walet mulai menjadi popular di kalangan royalti kerajaan di Tiongkok.

Meskipun sarang burung walet meraih kepopulerannya relatif telat di sejarah kuliner Tiongkok, ada beberapa sumber yang mengindikasikan bahwa sarang burung walet telah diperdagangkan sejak era Dinasti Tang di kepulauan Borneo.

Sampai saat ini bisnis sarang burung walet menggiurkan. Sarang burung walet termasuk komoditas andalan ekspor Indonesia ke China. Menteri Perdagangan M Lutfi sampai menyebut potensi ekspor sarang burung walet Indonesia bisa sampai ratusan triliun rupiah per tahun.

Baca Juga: Batik Challenge Viral, Wajib Tahu Cara Benar Pakai Jarit

"Kita ini penghasil dan pengekspor, konon kabarnya 2.000 ton burung walet, 110 ton di antaranya sudah terakreditasi dan dijual langsung ke RRT. Harga tersebut kita hitung kali 2.000 ton saja kali Rp25 juta nilainya Rp500 triliun, artinya USD3,5 miliar," ungkap Menteri Lutfi sebagaimana dikutip dari laman indonesia.go.id.

Share
Dipublikasikan oleh
Danang Nur Ihsan