Tutup Iklan
Ruas rel kereta api di kawasan Ledoksari Solo. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Warga Wonogiri bernama Sarjono, 67, yang meninggal dunia setelah tertabrak kereta api (KA) di perlintasan Ledoksari, Jebres, Solo, Selasa (15/10/2019) lalu, tidak bunuh diri.

Diduga dia linglung sehingga tertabrak kereta. Penjelasan tersebut disampaikan Kapolsek Jebres, Kompol Juliana, saat diwawancarai wartawan saat pengamanan kegiatan di Pasar Gede, Solo, Kamis (17/10/2019).

“Bukan bunuh diri. Itu [ditabrak kereta] karena korban keadaan linglung,” tutur dia.

Dari pemeriksaan jasad Sarjono ditemukan secarik kertas bertuliskan nomor HP. Di kertas tersebut juga terdapat tulisan agar siapa pun yang menemukan Sarjono dapat menghubungi nomor HP keluarganya itu.

“Keluarga korban sudah ikhlas menerima kepergian korban. Jenazah sudah dimakamkan,” imbuh Juliana.

Diberitakan sebelumnya, Sarjono, 67, pria asal Kramat RT 001/RW 002, Tempursari, Sidoharjo, Wonogiri, nekat menabrakkan diri ke KA Pasundan jurusan Surabaya-Bandung yang tengah melintas di pintu perlintasan KA Ledoksari, Jebres, Solo, Selasa (15/10/2019) siang.

Saksi mata, Yulianto, 42, mengatakan sebelum menabrakkan diri ke kereta api, Sarjono berjalan menuju lapak tambal ban di lokasi dekat pintu perlintasan dan duduk di dekatnya. Saat ditanyai, menurut Yulianto, Sarjono tidak menjawab dan terkesan sedang linglung.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten