Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berpose satu jari di salah satu acara, Sabtu (30/3/2019) malam. (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati -suara-kurang-9.426-lembar-distribusi-logistik-pemilu-sragen-terancam-molor" title="Surat Suara Kurang 9.426 Lembar, Distribusi Logistik Pemilu Sragen Terancam Molor">Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberikan penjelasannya terkait pose satu jari saat berfoto bersama forum pimpinan daerah di acara Sosialisasi Partisipatif Pemilu di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Sabtu (30/3/2019) malam.

Saat ditanya Solopos.com di GOR Diponegoro Sragen, Jumat (5/4/2019), Yuni menyatakan pose satu jari itu hanya untuk menunjukkan bahwa dirinya sebagai bupati yang merupakan orang nomor satu di Sragen. 

Yuni menjelaskan saat berpose itu para pimpinan daerah menunjukkan gaya bebas. “Saya pun bergaya bebas. Kalau kemudian menunjukkan jari telunjuk itu bukan apa-apa, saya hanya menunjukkan kalau saya itu orang nomor satu di Kabupaten Sragen. Kan Bupati itu orang nomor satu di Kabupaten -terbuka-dimulai-9-lokasi-di-sragen-ini-tak-boleh-dipakai" title="Kampanye Terbuka Dimulai, 9 Lokasi Di Sragen Ini Tak Boleh Dipakai">Sragen,” katanya.

Kendati demikian, Yuni menyatakan siap memberikan keterangan kepada Bawaslu. Dia mengatakan teknisnya mestinya Bawaslu yang datang ke Kantor Dinas Bupati Sragen. 

Sebagaimana diinformasikan, Bupati Yuni dilaporkan ke Bawaslu -kemukus-sragen-masa-bodoh-dengan-pemilu-2019" title="Warga Kemukus Sragen Masa Bodoh Dengan Pemilu 2019">Sragen oleh BPD Koalisi Prabowo-Sandi Sragen terkait foto yang menunjukkan dirinya mengacungkan satu jari di acara Sosialisasi Partisipatif Pemilu di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Sabtu (30/3/2019) lalu.

Pose Yuni itu dinilai sebagai keberpihakan kepada salah satu pasangan calon dalam Pilpres 2019. Karenanya Bupati dianggap melanggar aturan pemilu.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten