Gibran Rakabuming Raka berfoto bersama para seniman, budayawan dan sejarawan Solo usai menggelar dialog di Pecel Ndeso Solo, Jumat (3/1/2020). (Solopos-Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Bakal calon Wali Kota (Cawali) Solo dari PDIP dalam Pilkada 2020, Gibran Rakabuming Raka, menggelar dialog dan serap aspirasi dari belasan budayawan, seniman, dan sejarawan Solo di Warung Pecel Ndeso Solo, Jumat (3/1/220) siang.

Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 1,5 jam, Gibran yang juga putra Presiden Joko Widodo lebih banyak mendengar masukan dari peserta dialog. Peserta dialog yang hadir seperti Heri Priyatmoko, Irawati, Paulus Mintarga, Eko Supriyanto, dan Mintorogo.

“Ada 17 pegiat seni budaya yang telah melakukan kerja-kerja kreatif berkelas dunia. Kami berdialog dengan Mas Gibran seputar harapan dan masukan teman-teman tentang Solo masa depan,” tutur Heru Mataya, fasilitator pertemuan tersebut.

Dia menjelaskan banyak masukan yang disampaikan peserta dialog kepada Gibran Rakabuming selama pertemuan itu. Pada intinya mereka menginginkan Solo tumbuh dan berkembang menjadi kota seni budaya dan pertunjukan kelas dunia.

Caranya, kata dia, dengan menghidupkan kembali sanggar-sanggar kesenian di kampung-kampung sebagai pusat kreativitas seni masyarakat. Dengan begitu anak-anak muda Solo akan tumbuh menjadi pribadi yang kaya akan pemahaman seni.

“Yang muda-muda juga harus dilibatkan untuk bisa menggerakkan kesenian maupun budaya. Solo butuh kegairahan baru untuk bisa berkembang. Potensi-potensi yang ada seperti tari dan festival harus dipromosikan lebih gencar,” kata Heru Mataya.

Heru menilai beberapa waktu terakhir Solo terjebak dalam rutinitas event seni dan budaya. Dibutuhkan ide-ide segar agar kegiatan berkesenian yang dilakukan kembali hidup.

“Jadikan Solo sebagai kota pertunjukan dunia,” imbuh Heru Mataya.

Sedangkan Gibran Rakabuming menyatakan akan melakukan pertemuan lanjutan dengan para seniman, budayawan, dan sejarawan Kota Bengawan. Pertemuan untuk mengerucutkan ide-ide atau masukan pengembangan seni di Solo.

Arahnya untuk menjadikan Solo sebagai destinasi wisata dunia yang membanggakan dengan berpijak kepada kekayaan budaya dan seni.

“Saya banyak mendengarkan masukan beliau-beliau. Ada banyak banget masukan,” terang Gibran.

Salah satu masukan yang Gibran catat yaitu harapan agar sanggar-sanggar kesenian yang ada di kampung-kampung dihidupkan. Dia mengakui Solo sebagai Kota Budaya memiliki sangat banyak kekayaan budaya yang potensial untuk dijual.

Baca pula: Seniman dari Berbagai Negara Ikuti Prosesi Pelepasan Terakhir Mbah Prapto

Tujuannya agar para wisatawan dunia berdatangan di Solo untuk berlibur menikmati berbagai kekayaan budaya dan seninya.

"Kalau bicara budaya Solo tidak akan ada habisnya. Kita ketahui bersama kota ini adalah kota budaya,” urai dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten