Bubar! Satpol PP Karanganyar Halau Pelajar Nekat Nongkrong Usai PTM

Satpol PP menghalau sejumlah siswa berseragam SMA yang tertangkap tangan saat menongkrong di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar pada Selasa (12/10/2021).

 Aparat Satpol PP Karanganyar membubarkan kerumunan siswa yang nongkrong di Alun-alun Karanganyar pada jam sekolah, Selasa (12/10/2021). (Espos/Akhmad Ludiyanto)

SOLOPOS.COM - Aparat Satpol PP Karanganyar membubarkan kerumunan siswa yang nongkrong di Alun-alun Karanganyar pada jam sekolah, Selasa (12/10/2021). (Espos/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, KARANGANYAR — Sejumlah siswa berseragam SMA tertangkap tangan saat menongkrong di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar pada Selasa (12/10/2021). Aparat Satpol PP menghalau mereka.

PromosiKuda Era Diponegoro, Soekarno Hingga Menjadi Tugu di Kantor Prabowo

Pantauan Solopos.com, siswa menongkrong di jam sekolah. Mereka mengelompok di beberapa lokasi di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar. Mereka duduk-duduk sambil mengobrol.

Baca Juga : Jadwal Pemadaman Listrik Karanganyar dan Sragen Hari Ini (12/10/2021)

Petugas Satpol PP yang melihat itu langsung mendatangi mereka dan memberikan imbauan agar membubarkan diri. Para siswa langsung bergegas mengendarai sepeda motor. Mereka memarkir sepeda motor di dekat lokasi duduk menongkrong.

Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, mengatakan tindakan anggotanya itu bagian dari upaya pencegahan persebaran Covid-19. “Iya, meskipun saat ini PPKM [Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat] di Karanganyar sudah level dua, tetapi mereka tetap harus menjaga protokol kesehatan. Tidak boleh berkerumun. Sehingga kami ingatkan,” ujarnya saat dikonfirmasi Solopos.com, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga : Guru SMA Colomadu jadi Calo CPNS, Gondol Uang Rp130 Juta

Selain itu, lanjut dia, seharusnya siswa itu tidak menongkrong di jam sekolah. Yopi menyampaikan jam pembelajaran tatap muka (PTM) sudah usai, tetapi seharusnya mereka langsung pulang ke rumah masing-masing.

“Dalam PTM saat ini, anak-anak juga seharusnya langsung pulang ke rumah,” imbuhnya.

Di sisi lain, masih ada siswa yang nekat kembali menongkrong di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar meskipun sudah ada penertiban oleh Satpol PP. Mereka siswa dari kelompok berbeda.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pencanangan 2022 Sebagai Tahun Toleransi Belum Dipahami Publik

+ PLUS Pencanangan 2022 Sebagai Tahun Toleransi Belum Dipahami Publik

Pencanangan 2022 sebagai tahun toleransi menemukan momentum tepat. Segregasi sosial dan pertentangan luas di masyarakat akibat politik identitas pada 2017 dan 2019 tidak boleh terulang pada 2024.

Berita Terkini

Roadshow dan Podcast, Upaya Bawaslu Boyolali Ajak Warga Awasi Pemilu

Selain menyosialiasikan lewat media sosial yang dimiliki Bawaslu Boyolali, ada program lain bagi pemilih pemula seperti Bawaslu Goes to School atau roadshow ke sekolah-sekolah.

Ini Detik-Detik 2 Pemotor Terperosok Jembatan Ambrol di Kedawung Sragen

Seorang pedagang sayur dan pengguna jalan terjungkal di Jembatan Dungluwak yang ambrol pada Jumat (28/1/2022) dini hari WIB.

2 Perempuan Diduga PSK Online Ditangkap di Solo, Salah Satunya ABG

Dua perempuan diduga pekerja seks komersial atau PSK online tertangkap bersama teman kencan mereka di salah satu rumah indekos kawasan Serengan, Solo.

Ini Aturan yang Bikin Tenaga Honorer Ketir-Ketir akan Nasib Mereka

Pemerintah mengeluarkan PP No 49/2018 tentang Manajemen PPPK yang mengatur penghapusan tenaga honorer.

Perusahaan Listrik Pertama Indonesia Ada di Solo?

Perusahaan listrik swasta yang didirikan pihak Kadipaten Mangkunegaran yang berbasis di Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi salah satu yang tertua di Indonesia.

Ambyar... Pagar Tembok SMAN 1 Kemusu Boyolali Jebol Diterjang Banjir

Hujan deras berlangsung lebih dari dua jam, air yang awalnya tertahan akhirnya mampu menjebol pagar SMAN 1 Kemusu yang terbuat dari tembok.

Pemkab Sragen Tanggung Biaya Pengobatan Korban Jembatan Ambrol

Dua orang jadi korban Jembatan Dluwek di Kedawung, Sragen, yang ambrol. Pemkab Sragen akan menanggung biaya pengobatan kedua korban.

Asal Usul Sejarah Palur, Bermula dari Gazebo di Pertigaan Jalan

Berikut ini cerita asal usul dan sejarah dari Desa Palur yang ternyata ada kaitannya dengan gazebo di pertigaan jalan dan Mbah Mbenggol.

Kisah Kiai Konang, Senopati Majapahit Jadi Asal Usul Bekonang

Sosok Kiai Konang, senopati Kerajaan Majapahit, konon berkaitan dengan sejarah asal-usul Desa Bekonang di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kantor J&T Cargo Masaran Sragen Dibobol Maling, Ini Nopol Motor Pelaku

Kantor J&T Cargo di Masaran, Sragen dibobol maling. Aksi pelaku terekam kamera CCTV.

Jembatan Dungluwak Sragen Amblek, 2 Pengendara Motor Jadi Korban

Jembatan Dungluwak di Desa Celep, Kedawung, Sragen amblek, Jumat (28/1/2022), pukul 02.30 WIB sehingga mengakibatkan dua orang pengendara motor menjadi korban.

Warga Mondokan Sragen Ditemukan Meninggal di Rumah, Serangan Jantung?

Seorang warga Kecamatan Mondokan, Sragen, Muhammad Yono Ngatimin, 48, ditemukan meninggal di rumahnya pada Kamis (27/1/2022) pukul 18.30 WIB karena serangan jantung.

Para Perempuan yang Bekerja Tanpa Pengaman

Kenapa pelecehan seksual dan pemerkosaan belum dipandang sebagai salah satu bentuk kecelakaan kerja?

Bawa Kabur Pikap dan Jahe, Pasutri Asal Cepogo Boyolali Dibekuk Polisi

Awalnya pasutri pencuri jahe tersebut akan bertemu dengan warga Ponorogo penjual jahe di Sunggingan, Boyolali, namun kemudian berpindah ke Madu, Mojosongo.

Eksklusif! Gibran Buka-Bukaan, Siap Jadi Sales demi Kota Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka buka-bukaan mengenai rencana-rencananya dalam wawancara eksklusif dengan Presiden Direktur SMG, Arif Budisusilo.