BUAYA SIDOARJO : Rencana BKSDA Tangkap Buaya Ditentang Warga, Mengapa?

 Buaya muara yang panjangnya 3,6 meter yang naik ke permukaan di Kali Porong (JIBI/Solopos/Detik)

SOLOPOS.COM - Buaya muara yang panjangnya 3,6 meter yang naik ke permukaan di Kali Porong (JIBI/Solopos/Detik)

Buaya Sidoarjo dianggap warga mendatangkan rezeki.

Madiunpos.com, SIDOARJO Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur berencana menangkap buaya Sidoarjo yang diduga bergerak ke hulu dari habitatnya semula di muara Kali Porong. Namun operasi evakuasi buaya muara itu ditentang warga maupun Bupati Saiful Illah.

Seperti kerap diberitakan, buaya muara yang biasa menghuni hilir Kali Brantas, Kali Mas dan Kali Porong kini naik ke arah hulu karena habitatnya diduga terganggu lumpur buangan Lapindo. Kini, buaya-buaya jenis muara masih itu berkeliaran bebas di Kali Porong, Sidoarjo.

Itulah sebabnya BKSDA berencana mengevakuasi buaya-buaya itu dengan mendatangkan perangkap serta senapan bius untuk menangkap buaya. Nyatanya kehendak BKSDA itu kandas karena mendapat perlawanan warga.

“Warga dan bupati sepakat menolak evakuasi,” kata Kepala Seksi III Surabaya BKSDA Jatim Wiwied Widodo sebagaimana dikutip Detikcom, Jumat (12/6/2015).

Bupati, kata Wiwid, menginginkan Kali Porong sebagai kawasan esensial atau kawasan konservasi dan perlindungan habitat buaya dengan alasan terpenuhinya persediaan pangan dan kondisi air yang memungkinkan untuk buaya muara tersebut.

Penampakan buaya ini juga dinilai warga mendatangkan rezeki. Setiap hari di lokasi penampakan banyak didatangi warga yang ingin menonton.

“Ya bagaimana lagi, warganya ingin agar perekonomian meningkat dengan banyaknya orang yang datang ingin menonton dan jadi tempat wisata di sana,” katanya.

Warga juga sudah menandatangani surat kesediaan menjaga kawasan tersebut dan menjamin tidak ada konflik dengan buaya ke depannya. “Ya itu permintaan warga, saya sudah sampaikan mengenai bahaya buaya muara dan daya jelajahnya, termasuk ketika habitat mereka terganggu seperti apa,” terang Wiwid.

Wiwied mengaku telah panjang lebar memberikan contoh tentang jatuhnya korban-korban manusia yang dimangsa buaya muara di berbagai lokasi di luar Pulau Jawa. “Korbannya orang memancing, orang mencuci di tepi sungai atau mencari ikan. KIta kan enggak tahu buaya-buaya itu terganggu seperti apa. Nah di sepanjang Kali Porong kan juga banyak aktivitas warga. Jadi saya minta dengan sangat tetap berhati-hati dan waspada penuh,” kata Wiwied.

Berdasarkan pengalaman, sambung Wiwied, buaya yang telah memangsa manusia adalah jenis buaya muara seperti buaya yang muncul di Kali Porong tersebut. “Buaya muara yang familier memangsa manusia, yang jenis lain nggak ada,” katanya.

Menurut Wiwied, buaya-buaya muara meski saat ini belum ada konflik dengan warga namun tidak bisa disepelekan begitu saja. Sangat besar kemungkinan, buaya-buaya itu bisa naik ke darat atau ke permukiman bila persediaan pangannya tidak mencukupi.

“Buaya ini hidup tidak lama di air, 20 menit maksimal di dalam air. Buaya bisa naik ke darat mencari pakan ke permukiman dan itu bisa berkonflik dengan manusia,” kata Wiwied yang mengaku sudah mensosialisasikan kepada warga tentang ancaman itu.

Namun meski evakuasi batal dilakukan, kata Wiwied, Tim BKSDA tetap rutin dan serius melakukan pemantauan di Kali Porong. “Kita tidak boleh lengah dan tetap wajib waspada penuh,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Disuntik Dana Rp400 Juta, Begini Jadinya Wisata Bukit Sidoguro Klaten

Penampakan Bukit Sidoguro, Bayat, Klaten, sejak digelontor dana Rp400 juta.

Polisi Olah TKP Tenggelamnya Siswa saat Kegiatan Susur Sungai di Ciamis

Polisi menyatakan tidak menemukan adanya peralatan atau kelengkapan alat keselamatan

Viral Fotografer Keliling di Tawangmangu Tarif Rp3.000/File, Murah Tho?

Seorang fotografer keliling di Tawangmangu yang menawarkan jasa foto dengan tarif Rp3.000/file viral di media sosial.

Cegah Laka Air, Warga Harus Memahami Karakteristik Sungai

Pengetahuan tentang kondisi sungai penting diketahui sebelum melalukan aktivitas di sekitarnya agar tidak terjadi laka air.

Pengakuan Mbah Minto Bacok Maling Ikan Gegara Disetrum

Mbah Minto yang melakukan penganiayaan terhadap maling ikan di Demak mengaku aksinya dilakukan untuk membela diri.

Sering Ditagih Pinjol Ilegal, Bupati Wonogiri: Kurang Ajar Betul!

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, ternyata juga sering ditagih nomor tak dikenal yang diduga kuat operator layanan pinjaman online (pinjol) ilegal.

KPK Gelar Kasus OTT Bupati Musi Banyuasin dan Barang Bukti Uang Suap

Kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Kabupaten Musi Banyuasin 

Cerita Gibran 5 Hari Tersesat di Alam Gaib

Kisah misteri kali ini menceritakan pengalaman Gibran yang hilang selama lima hari dan tersesat di alam gaib kawasan Gunung Guntur.

Begini Kerusakan Akibat Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,8 di Bali

Tiga orang meninggal dunia serta tujuh orang juga mengalami patah tulang

China Rebut Piala Uber Seusai Tundukkan Jepang 3-1

Tim China berhasil menundukkan Jepang pada final Piala Uber 2020 dalam finla yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19.

Alasan Kiwil Poligami: Istri Kayak Mobil

Kiwil blak-blakan tentang alasannya poligami dan menganalogikan istri seperti mobil.

40% Populasi Dunia Tak Mendapat Akses ke Makanan Sehat

Makanan yang kita pilih dan cara kita memproduksi, menyiapkan, memasak, dan menyimpan menjadikan kita bagian yang tak terlepas dari sistem pertanian pangan.

10 Berita Terpopuler: Peraih Emas Terbanyak PON - Tragedi Susur Sungai

Ulasan tentang Adinda peraih terbaik ajang PON Papua dalam tangan masih tertanam pen menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Minggu (17/10/2021).

Sah! Putri Bill Gates Nikah Islami dengan Nassar, Mualaf?

Putri Bill Gates menikah secara islami dengan kekasihnya, Nayel Nassar, yang berasal dari Mesir setelah sekian lama bertunangan.

Ratusan Penerima PKH di Klaten Ternyata Punya Mobil hingga Rumah Mewah

Sedikitnya 250 keluarga penerima manfaat (KPM) di Klaten diusulkan segera dinonaktifkan dari program keluarga harapan (PKH).