Seekor buaya menampakkan diri di antara tanaman mangrove, perairan Segara Anakan, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2019). (Antara-Camat Kampung Laut)

Semarangpos.com, CILACAP — Pemudik ke Cilacap, Jawa Tengah jika beruntung mungkin bisa bertemu dengan buaya muara (Crocodylus porosus) yang muncul perairan Segara Anakan, Kecamatan Kampung Laut menjelang Lebaran 2019. Namun, warga sekitar tempat itu tetap diminta untuk berhati-hati seiring dengan kemunculan buaya muara itu.

"Saya sudah mengumpulkan kepala desa dan meminta mereka untuk mengimbau warganya agar berhati-hati. Kami tidak melarang warga beraktivitas memasang jaring apung dan sebagainya, hanya mengimbau untik berhati-hati," kata Camat Kampung Laut Nurindra Wahyu Wibawa di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/5/2019).

Ia mengaku sempat melihat buaya muara tersebut dua hari berturut-turut dalam perjalanan pulang dari Kampung Laut menuju Cilacap dengan menggunakan perahu dinas, yakni pada hari Selasa (21/5/2019) dan Rabu (22/5/2019). Menurut dia, pihaknya telah melaporkan kemunculan buaya muara tersebut kepada sejumlah instansi terkait yang ditindaklanjuti dengan patroli bersama namun reptilia itu tidak ditemukan.

"Kami melihat buaya muara itu di deretan hutan mangrove yang dikenal dengan sebutan Terobosan Buaya, dan lokasinya jauh dari permukiman warga. Hanya saja, di dekat lokasi kemunculan buaya tersebut merupakan tempat warga memasang jaring apung untuk menangkap ikan," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari warga Kampung Laut, daerah Terobosan Buaya sebelumnya merupakan habitat buaya.

Bahkan sekitar 15 tahun lalu, kata dia, seekor buaya berukuran kecil sempat terperangkap dalam jaring apung yang dipasang warga di perairan Segara Anakan. "Sudah lama tidak ada buaya, tapi ini muncul lagi. Pertanyaannya, apakah buaya itu merupakan penghuni asli ataukan berasal dari daerah lain," katanya.

Terkait dengan jumlah buaya yang muncul di perairan Segara Anakan, Nurinda menduga hanya satu ekor karena buaya dalam foto yang diambil pada hari Selasa pekan lalu itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan buaya yang difoto pada hari Rabu, hari berikutnya. "Panjang buaya itu sekitar 3 m lebih sedikit," katanya.

Buaya muara tersebut mulai sering terlihat berenang di perairan Segara Anakan pada awal bulan Mei 2019.  Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) hingga saat ini masih menelusuri keberadaan buaya muara di perairan Segara Anakan, Kabupaten Cilacap tersebut.

"Kami baru memonitor pergerakannya dan mengidentifikasi posisinya saat sekarang di mana. Buaya itu senangnya muncul di mana," ungkap Koordinator Polisi Kehutanan BKSDA Jateng Seksi Konservasi Wilayah II Pemalang-Cilacap Resor Konvervasi Wilayah Cilacap Endi Suryo Heksianto di Cilacap, Selasa.

Ia menambahkan berdasarkan informasi yang diterima BKSDA, buaya tersebut dalam beberapa waktu terakhir terlihat di daerah yang dikenal dengan sebutan tikungan/terobosan Buaya yang berada tidak jauh dari Kecamatan Kampung Laut. Menurut dia, nama tikungan/terobosan Buaya itu muncul karena daerah tersebut konon pernah menjadi habitat buaya.

"Kalau dilihat kondisinya sekarang memang cocok [sebagai habitat buaya] karena merupakan daerah rawa-rawa. Buaya memang senang daerah seperti itu," sebutnya.

Kendati demikian, dia mengaku belum bisa memastikan apakah buaya muara tersebut memang penghuni asli perairan Segara Anakan ataukah berasal dari daerah lain karena belum diketahui berapa jumlahnya. Ia mengemukakan jika jumlahnya lebih dari satu ekor, tidak menutup kemungkinan buaya tersebut merupakan penghuni asli perairan Segara Anakan.

Akan tetapi jika hanya satu ekor, kata dia buaya tersebut kemungkinan berasal dari daerah lain karena Sungai Citanduy yang bermuara di Segara Anakan merupakan habitat reptilia tersebut. "Sejauh ini, buaya yang teridentifikasi baru satu ekor sehingga belum bisa dipastikan apakah memang penghuni asli ataukah lepasan dari penangkaran ataukah dari daerah lain," tegasnya.

Lebih lanjut, Endi menyebutkan wilayah Pantai Teluk Penyu yang berada di ujung timur perairan Segara Anakan aman dari jangkauan buaya muara karena satwa tersebut dalam beberapa waktu terakhir hanya terlihat di tepian daerah-daerah rawa. "Berdasarkan pengamatan teman-teman nelayan, kalaupun terlihat mendekati daerah laut seperti Area 70 di Pantai Teluk Penyu, buaya itu akan kembali lagi ke arah rawa-rawa di Kampung Laut. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," jelasnya.

Ia mengatakan pihaknya bersama sejumlah instansi terkait seperti Satuan Polisi Perairan Polres Cilacap dan Pangkatan TNI Angkatan Laut berencana melakukan operasi serta kajian karena buaya tersebut memang layak ditemukan di wilayah Tikungan Buaya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Cilacap, Heru Harjanto mengaku belum bisa memastikan apakah kemunculan buaya tersebut berdampak terhadap kunjungan wisata di Pantai Teluk Penyu ataukah tidak berdampak. "Kami belum bisa mengetahuinya karena saat ini sedang masa transisi pengelolaan objek wisata Pantai Teluk Penyu dari Dinporapar Kabupaten Cilacap kepada koperasi milik Kodim Cilacap," lanjutnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten