Tutup Iklan

Buang Limbah ke Bengawan Solo, Perempuan Pemilik Usaha Sukoharjo Diperiksa Polisi

Aparat Polda Jateng memeriksa seorang perempuan pemilik industri rumahan di Sukoharjo terkait pembuangan limbah ke Sungai Bengawan Solo.

 Perbedaan warna air terlihat di dasar Sungai Bengawan Solo akibat tercemar limbah alkohol dan tekstil di Nusupan, Grogol, Sukoharjo, Kamis (9/9/2021). ). Air baku Sungai Bengawan Solo kembali tercemar yang berdampak pada penghentian sementara produksi air bersih  Perumda Air Minum Toya Wening Solo dan sejumlah ikan naik kepermukaan sehingga mudah diambil oleh warga. (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Perbedaan warna air terlihat di dasar Sungai Bengawan Solo akibat tercemar limbah alkohol dan tekstil di Nusupan, Grogol, Sukoharjo, Kamis (9/9/2021). ). Air baku Sungai Bengawan Solo kembali tercemar yang berdampak pada penghentian sementara produksi air bersih Perumda Air Minum Toya Wening Solo dan sejumlah ikan naik kepermukaan sehingga mudah diambil oleh warga. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SUKOHARJO — Seorang perempuan berinisial M yang merupakan pemilik usaha rumahan (home industry) di Sukoharjo diperiksa aparat kepolisian karena ketahuan membuang limbah yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan polisi sudah mengantongi dua alat bukti terkait aktivitas M membuang limbah ke Bengawan Solo. Kendati begitu, M belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Baru dimintai keterangan, tapi sudah terbukti membuang [limbah] pakai tangki, membuang pakai bak terbuka,” kata Iqbal seperti diberitakan detikcom, Selasa (14/9/2021).

Iqbal menambahkan polisi tak hanya memeriksa perempuan pemilik usaha rumahan berinisial M itu. Ada dua perusahaan yang juga berlokasi di Sukoharjo turut diperiksa terkait pencemaran Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga: 2 Hari Tak Kelihatan, Warga Gatak Sukoharjo Ditemukan Meninggal Di Kamar 

Dua perusahaan itu pada 2019 lalu pernah mendapatkan sanksi administratif dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Jawa Tengah. Polda Jateng menelusuri apakah dua perusahaan itu sudah melaksanakan sanksi itu atau belum.

4 Perusahaan Bandel

Jika belum, ada kemungkinan kedua perusahaan itu bakal dipidanakan. Sebagaimana diinformasikan, Polda Jateng ikut turun tangan menyelidiki kasus pencemaran Sungai Bengawan Solo yang diduga dari limbah pengolahan etanol atau ciu.

Akibat pencemaran tersebut, Perumda Air Toya Wening atau PDAM Solo terpaksa menghentikan sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Semanggi, Pasar Kliwon. Hal itu berdampak pada pasokan air bersih ke ribuan pelanggan PDAM.

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Hanya untuk Pemegang Kartu Sembako, Dinsos Sukoharjo Verifikasi DTKS

Plt Kepala DLHK Jateng, Widi Hartanto, menyebut ada setidaknya 63 perusahaan di Soloraya yang membuang limbah ke Sungai Bengawan Solo. “Ada empat di antaranya yang masih bandel, sudah diberi teguran, sudah kami minta perbaiki tapi ngeyel, sehingga kami teruskan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk penegakan hukum lebih lanjut yang bisa dibawa ke ranah pidana,” kata Widi.

Sementara itu, Polda Jateng menyasar ratusan industri rumahan dengan perincian 45 industri di Polokarto dan 88 industri di Mojolaban. Hasil pemeriksaan sementara, industri pengolahan etanol atau ciu khususnya di Polokarto belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Akibatnya limbahnya dibuang ke sungai atau sawah.


Berita Terkait

Berita Terkini

Desa Jangglengan dan Kisah Pesanggrahan Raja Solo di Hutan Jati

Desa Jangglengan di Nguter, Sukoharjo, dulu pernah jadi pesanggrahan Raja Keraton Solo PB IX untuk bersemadi saat masih berupa hutan jati.

Seleksi Duta Antikorupsi, Puluhan Pelajar Klaten Bikin Makalah Soal Ini

Seleksi terhadap puluhan pelajar kali ini merupakan rangkaian pemilihan duta pelajar antikorupsi yang diselenggarakan IPPK Klaten dan Exclusive Kingdom Klaten.

BMKG: Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jateng

BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat turun di sebagian besar wilayah Indonesia pada Sabtu.

Geger Pria Asal Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia di Masjid Laweyan Solo

Pihak kepolisian menyatakan berdasarkan dugaan sementara, almarhum Sukirman meninggal karena sakit.

Minat Baca Memuaskan, Solo Butuh Rumah Baca Berbasis RW

Hasil survei Disarpus Kota Solo menunjukkan indeks minat baca dan indeks kegemaran membaca warga Kota Solo 74,54 dan 79,37.

Solo Optimalkan Medsos untuk Promosi Wisata

Promosi pariwisata Solo berbasis sosial media akan dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholder pariwisata.

Kini, Jajan Jenang dan Gorengan Lebih Mudah dengan Bank Digital

Pemkot Solo mendorong digitalisasi Pasar Tradisional sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Sejarah Pola Situasional dalam Suksesi KGPAA Mangkunagoro Solo

Penerus kepemimpinan di Pura Mangkunegaran bisa berasal dari putra Mangkunagoro sebelumnya, atau keponakan, dan adik.

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Jadi Habitat Pelestarian Flora-Fauna

Kebun Raya Indrokilo bisa menjadi habitat atau pusat perlindungan dan pelestarian flora dan fauna di daerah.

Minim, Capaian Pajak Pengangkutan Galian C di Klaten

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan hingga pertengahan November 2021, nilai pajak yang diterima baru sekitar Rp584 juta.

Kisah Guru Honorer Ikut Tes PPPK, Ada yang Lega Ada yang Masih Berjuang

Krisnowati memilih tak banyak mengeluh dan tetap menekuni profesinya sebagai guru meski berstatus sebagai tenaga honorer selama belasan tahun terakhir.

Ratusan Honorer Non K2 Masih Harus Berjuang agar Lolos PPPK

Ketua Forum Honorer Non Kategori 2 (K2) Klaten, Slamet Riyadi, memperkirakan masih banyak honorer non K2 yang tidak lolos tes PPPK.

Ribuan Guru dan Pegawai  Honorer Klaten Diguyur Rp15 Miliar

Para penerima merupakan guru dan pegawai honorer yang masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud.

Pasoepati Ganti Pot Jalan Solo-Jogja, Kapolsek Ceper: Jangan Terulang

Polisi berharap kejadian perusakan pot bunga serupa tak terulang di waktu mendatang.

Rudy Adiyanto, Guru Matematika Tapi Seperti Intel

Heri yang kini dikenal sebagai sejarawan muda Kota Solo mengaku sering berurusan dengan Rudy karena ulah nakalnya.