Tutup Iklan

Bu Bupati, Car Free Day Sukoharjo Kapan Dibuka?

Penyelenggaraan CFD masih menunggu rekomendasi atau izin dari Ketua Satgas Covid-19 Sukoharjo atau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

 Kawasan Alun-alun Satya Negara sepi dan lengang karena Pemkab Sukoharjo masih meliburkan aktivitas CFD guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Foto diambil Minggu (28/6/2020). (Solopos/Indah Septiyaning Wardhani)

SOLOPOS.COM - Kawasan Alun-alun Satya Negara sepi dan lengang karena Pemkab Sukoharjo masih meliburkan aktivitas CFD guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Foto diambil Minggu (28/6/2020). (Solopos/Indah Septiyaning Wardhani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah masih belum bisa memastikan kapan gelaran car free day di Sukoharjo bisa diselenggarakan kembali.

Penyelenggaraan CFD saat ini masih menunggu rekomendasi berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Sukoharjo.

Kepala Dishub Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, mengatakan pihaknya masih belum membicarakan terkait kemungkinan diadakannya kembali CFD meskipun secara aglomerasi saat ini sudah PPKM Level 2.

Menurutnya, penyelenggaraan CFD masih menunggu rekomendasi atau izin dari Ketua Satgas Covid-19 Sukoharjo atau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

“Masih belum. Belum membicarakan apapun sampai saat ini terkait CFD. Jadi kami belum tahu kapan akan bisa dilaksanakan kembali. Semuanya kembali ke rekomendasi Satgas dan kami tidak bisa mengajukan kecuali ada rekomendasi berdasarkan evaluasi yang dilakukan,” papar dia ketika dihubungi Solopos.com, Jumat (22/10/2021).

Syarat Minimal

Toni mengatakan syarat minimal untuk kemungkinan bisa dilaksanakan CFD antara lain capaian vaksinasi yang sudah menyentuh 100 persen secara aglomerasi.

Pasalnya, mulai dari pedagang hingga pengunjung CFD merupakan warga Soloraya. Sehingga apabila kebijakan diadakan CFD diputuskan secara terburu-buru dikhawatirkan akan berdampak negatif dengan memunculkan klaster baru.

“Banyak pertimbangannya. Setidaknya capaian vaksinasi harus 100 persen atau mendekati. Karena akan membentuk kekebalan bersama. Tapi kembali lagi, semua kebijakan berdasarkan rekomendasi dari Satgas,” imbuh dia.

Baca Juga: Kapan CFD Sukoharjo Digelar Kembali? Ini Jawaban Dishub 

Untuk diketahui, gelaran CFD sudah tidak diselenggarakan lagi sejak awal pandemi Covid-19.

Sehingga total sudah sekitar 2 tahun tidak ada kegiatan CFD di Sukoharjo.

Salah satu warga Sukoharjo, Agil, merasa CFD merupakan salah satu wadah untuk meningkatkan ekonomi karena banyaknya UMKM yang berjualan.

Selain itu dia juga merasa CFD bermanfaat sebagai ruang bereksprei untuk masyarakat.

“Tapi bagaimana lagi, kan masih pandemi, ya harus mematuhi aturan dari pemerintah,” ucap dia.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Innalillahi, Berita Duka, Kades Plosowangi Cawas Klaten Meninggal Dunia

Kepala Desa (Kades) Plosowangi, Kecamatan Cawas, Klaten, Surip, 65, meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Cawas, Selasa (30/11/2021) pukul 14.00 WIB.

Kejar Target Rp2,5 Miliar, Lazismu Sragen Gerakkan Zakat Akhir Tahun

Lazismu Sragen membidik pegawai swasta dan pengusaha untuk menyalurkan zakat mereka ke Lazismu.

Round Up: 15 Kasus Pembuangan Bayi di Sukoharjo yang Menggemparkan

Terhitung sejak 2012, terdapat 15 kasus pembuangan bayi di Sukoharjo. Hanya sebagian kecil dari bayi yang ditemukan masih hidup. Sebagian besar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tertahan, Simpanan Anggota KSP SB Solo Ada yang Sampai Rp570 Juta Lho

Nilai uang simpanan para anggota KSP Sejahtera Bersama Regional Solo yang masih tertahan hingga saat ini bervariasi dan ada yang mencapai Rp570 juta seorang.

Djaran Goyang-Magbul, Ini Merek Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sukoharjo

Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dalam ratusan kali operasi penegakan selama 2020-2021 dimusnahkan di Sukoharjo.

UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

UMK Wonogiri naik sekitar 0,07% disbanding tahun lalu.

Masalah Adminduk Persulit Advokasi Orang dengan HIV/AIDS di Wonogiri

Masalah administrasi kependudukan mempersulit Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri untuk mengadvokasi orang dengan HIV/AIDS.

Sukses di Bendosari, Bazar Tani Ditiru 11 Kecamatan Lain Se-Sukoharjo

Kecamatan Bendosari dianggap sukses menggelar bazar tani sehingga Distankan Sukoharjo meminta semua kecamatan mengadakan kegiatan serupa.

Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

Makin Wah, Tirto Mili Klaten bakal Dilengkapi Embung dan Pulau Buatan

Pemancingan Tirto Mili di Desa Pasung, Wedi, Klaten, bakal ditingkatkan dengan membangun embung dilengkapi pulau buatan.

KSP Sejahtera Bersama Solo Bermasalah, Anggota Minta Atensi Pemerintah

Pemerintah diharapkan bisa hadir dan membantu memberikan solusi atas kasus gagal bayar koperasi simpan pinjam seperti yang terjadi di KSP Sejahtera Bersama Solo.

Optimalkan Pajak Galian C, Pemkab Klaten Gandeng Desa di Lereng Merapi

Bupati Klaten Sri Mulyani berharap warga ikut membantu mengendalikan aktivitas pertambangan galian C.

Umur Kurang 1 Bulan, Perempuan Menangis Gagal Daftar Perdes Wonogiri 

Seorang perempuan warga Pokoh Kidul sampai menangis tidak bisa mendaftar perangkat desa sebab umurnya kurang satu bulan.

Pasar Legi Solo Segera Ditempati, Gibran: Aturannya bakal Lebih Ketat!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan membuat aturan baru yang lebih ketat di Pasar Legi untuk mencegah terulangnya kebakaran pada 2018 lalu.