Jumpa pers PJF 2019 di Rama Shinta Resto kompleks Candi Prambanan, Jumat (15/3/2019). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Prambanan Jazz Festival (PJF) kembali dihelat. Sederet musisi dari dalam dan luar negeri bakal meramaikan festival jazz yang digelar di kompleks Candi Prambanan tersebut. Salah satunya pemusik sekaligus komposer legendaris berkebangsaan Yunani, Yanni.

PJF #5 2019 dipromotori Rajawali Indonesia dan PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko. Festival dihelat pada 5-7 Juli mendatang dengan memanfaatkan dua panggung yakni Rorojonggrang Stage untuk special show dan Hanoman Stage untuk festival show.

Selain Yanni, deretan musisi internasional yang bakal tampil seperti Brian McKnight dengan format The Brian McKnight 4. Pemain terompet kelahiran Kuba yang pernah mendapatkan 10 penghargaan Grammy Awards, Arturo Sandoval, juga bakal unjuk gigi pada PJF tahun ini. Anggun juga dipastikan tampil. Calum Scott, penyanyi jebolan Britain’s Got Talent 2015 menjadi musisi internasional lainnya yang meramaikan PJF.

Sejumlah artis Indonesia yang bakal tampil seperti Tashoora, GAC, Ardhito Pramono, Abby Galabby, Danila Riyadi, Sisitipsi, Calvin Jeremy, Yura Yunita, Jogja Hip Hop Foundation yang tampil dengan versi jazz, Maliq D’Essentials, Rida Sita Dewi, Saxx In The City, Pusakata, serta Yovie and His Friends. Selain itu, ada Andien, Glen Fredly, Tulus, Bali Lounge (Tompi, Lewis Pragasam, Rick Smith, Hari Toledo dan Yongki), serta Ari Lasso.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi, mengatakan Yanni tampil pada hari kedua atau 6 Juli membawakan kembali karya-karyanya yang ada di album Live at The Acropolis sebagai bagian dari 25 tahun konser Yanni di Acropolis.

Yanni merupakan musisi yang identik dengan seringnya menggelar konser di situs bersejarah. Untuk pertama kali, Yanni menggelar konser di Candi Prambanan yang merupakan bangunan situs peninggalan sejarah abad ke-9. Musisi tersebut pernah dijadwalkan tampil pada Prambanan Orchestra, Oktober 2018. Namun, Yanni mengumumkan penundaan tampil dalam konser tersebut lantaran sakit.

Anas menjelaskan Yanni membawa 63 musisi orkestra. Hanya, Yanni tak berkolaborasi dengan musisi Indonesia di PJF. “Kami sudah mencoba menawarkan tetapi Yanni tidak mengizinkan karena butuh latihan lama. Walau tidak mau kolaborasi, tetap akan melibatkan talent lokal. Apa itu? Silakan datang saja saat konser,” jelas Anas saat menggelar jumpa pers di Rama Shinta Resto di Kompleks Candi Prambanan, Jumat (15/3/2019).

Anas menjelaskan Prambanan Jazz Festival #5 menghadirkan panggung milenial yang dikhususkan menampilkan musisi milenial terkini. Calum Scott serta sederet artis Indonesia bakal tampil pada panggung milenial yang digelar pada hari pertama atau 5 Juli.

“Ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi generasi milenial. Selain bisa menikmati keindahan Candi Prambanan, mereka bisa hangout di area festival sambil menikmati musik dari para musisi yang mewakili generasi mereka,” jelas Anas.

Ada proyek khusus pada PJF kali ini. Proyek bernama PJF Project tersebut mengolaborasikan tiga penyanyi wanita bergenre jazz, seriosa, dan pesinden.
Anas menjelaskan salah satu target pergelaran kali ini yakni mendatangkan wisatawan luar negeri sebanyak-banyaknya. Untuk mengejar target tersebut, strategi yang dilakukan promotor yakni semua artis internasional khusus datang untuk menggelar konser mereka di PJF.

“Mereka tampil hanya di sini, one off. Tidak di negara lainnya di Asia. Ini menjadi ekslusif dan saya yakin banyak wisatawan luar negeri yang datang,” ungkapnya.

Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono, mengatakan sebagai bagian dari diplomasi budaya melalui media musik, pianis kelahiran Meksiko, Alex Mercado, bakal tampil pada hari pertama. Penampilan Alex Mercado berkat dukungan kedutaan Meksiko.

“Kami sekarang lebih selektif lagi dalam event. Kami ingin event yang ada di Prambanan punya gaung internasional. Salah satu tugas kami menarik wisatawan mancanegara,” jelas Edy.

Creative Director PJF 2019, Bakkar Wibowo, mengatakan ada misi khusus dengan hadirnya Panggung Milenial pada PJF. Kaum milenial diharapkan bisa mengampanyekan apresiasi terhadap situs peninggalan sejarah seperti Candi Prambanan melalui media sosial yang sangat dekat dengan dunia mereka. “Kami ingin generasi milenial akan mengapresiasi heritage,” kata Bakkar.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom, Dedi Suherman, mengatakan presale penjualan tiket dimulai pada 1 April 2019 melalui tiketapasaja.com dan penjualan tiket reguler dibuka mulai 8 April. seluruh tiket dikelola PT. Melon melalui kanal penjualan online di antaranya Tiket Apa Saja, Tiket.com, Traveloka, Kiostix, Raja Karcis, Go-Trix, dan Blanja.com. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten