Brayat Bentara Sukowati, Cara Disdikbud Sragen Lestarikan Budaya Lokal

Disdikbud Sragen memiliki laman bernama Brayat Bentara Sukowati yang berisi tentang beragam kebudayaan Sragen yang disajikan dalam beragam bentuk. Ini menjadi upaya Disdikbud Sragen untuk melestarikan budaya lokal.

 Tangkapan layar laman Bentara Budaya Sukowati di alamat https://brayat.sragenkab.go.id/.

SOLOPOS.COM - Tangkapan layar laman Bentara Budaya Sukowati di alamat https://brayat.sragenkab.go.id/.

Solopos.com, SRAGEN — Dalam upaya melestarikan budaya daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen membuat Brayat Bentara Sukowati sejak 2021 lalu. Brayat Bentara Sukowati adalah sistem informasi layanan publik budaya Sukowati yang bisa diakses melalui webstite Disdikbud Sragen.

Brayat Bentara Sukowati juga menjadi wadah publikasi karya masyarakat Sragen.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Kepala Bidang Pembangunan Kebudayaan Disdikbud Sragen, Johny Adhi Aryawan, mengatakan informasi yang disuguhkan pada laman tersebut bisa mendorong pengembangan budaya dalam bentuk lain.

“Misalnya dari cerita rakyat daerah setempat kemudian dikembangkan menjadi kesenian lainnya. Misalnya seni pertunjukkan,” terang Johny pada Solopos.com di kantornya, Rabu (14/9/2022).

Ia mencontohkan cerita rakyat Nyi Ageng Serang dikemas ulang menjadi tarian. Ide ini baru muncul pada Juli 2022 lalu. Pelaku seninya kebanyakan guru kesenian dari berbagai sekolah di Sragen. Jumlahnya 22 orang. “Kemudian ada pula tarian yang menceritakan Pangeran Mangkubumi,” sambungnya.

Baca Juga: Kantor Kecamatan Gondang Sragen Ternyata ada Penjaranya

Brayat Bentara Sukowati yang bisa diakses di http://brayat.sragenkab.go.id/ menjadi media dua arah antara Disdikbud dan masyarakat yang ingin menulis atau melaporkan kebudayaan daerah setempat. Dalam laman tersebut memuat informasi mengenai komunitas, seni tradisional, jenis kebudayaan, bahkan pelaku kebudayaan.

Masyarakat bisa mengakses video, cerita rakyat baik lisan atau tulisan yang bertemakan seni dan budaya di Sragen.

Dalam laman itu warga bisa mendapatkan informasi mengenai jadwal 25 ritus budaya di Kabupaten Sragen. Di antaranya sadranan bersih desa Jumat pahingan di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, setiap Jumat Legi pasca panen. Kemudian upacara sesaji sewindu Pasar Tambak di Desa Tambak, Kecamatan Sidoarjo setiap 1 Sura di tahun ke-8.

Selanjutnya tercatat 31 mitos dan legenda di Kabupaten Sragen, seperti Kuda Sembrani Jenalas dari Desa Jenalas, Kecamatan Gemolong dan Kisah Sunan Kabanaran dari Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan. Selaim itu ada 103 cerira rakyat yang mengisahkan asal muasal berbagai dukuh di Sragen.

Baca Juga: Solo Pernah Caplok Desa di Colomadu dan Gondangrejo Karanganyar

Terdapat pendataan enam manuskrip yang berada di Sragen, misalnya Kitab Primbon Haji Syekh Imam Tabri yang dibuat pada 1857. Kemudian Serat Ambiya/Anbiya/An Nabiya Pelemgadung yang diduga dibuat pada 1907 atau abad ke-20.

Kemudian ada 17 adat istiadat yaitu adat menandu [bopong] pengantin di Kecamatan Gemolong dan laku saat gerhana bulan dari Tanggan, Kecamatan Gesi.

Warga Bisa Ikut Terlibat

Pengunjung laman tersebut, menurut Johny, kebanyakan hanya masyarakat yang memiliki minat khusus pada kebudayaan atau untuk kepentingan pendidikan saja.

“Dalam laman Brayat tersebut juga diarahkan pada laman/aplikasi SISCA atau Si Cagar Budaya, masyarakat bisa menulis melalui laman http://sisca.sragenkab.go.id/, yang bisa diakses juga melalui aplikasi Android,” ungkap Johny.

Baca Juga: Disarpus Sragen Ikuti Pameran Virtual Arsip Melawan Lupa, Ini Tautannya

Banyak jenis kebudayaan yang bisa ditulis, mulai dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional. seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, cagar budaya, serta sejarah.

Pamong Budaya Muda/Sub Koordinator Cagar Budaya dan Koleksi Museum, Andjarwati Sri Sayekti, mengatakan masyarakat umum bisa mengirim konten, baik berupa tulisa, video, dan foto tentang kebudayaan di laman tersebut.

Caranya dengan memilih opsi tambah cagar budaya. Kemudian pihak Disdikbud akan menilai apakah konten tersebut layak untuk dimuat atau tidak. Mereka akan memeriksa kelengkapan data berupa, foto, deskripsi benda, bentuk, ukuran atau dimensi.

“Saat ini tampilan SISCA sedang dikembangkan dengan cara mengubah tampilan agar lebih interaktif, kemudian masyarakat bisa menambahkan tulisan tanpa harus login terlebih dahulu,” terang Andjarwati.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Pemkab Boyolali Gelar Pengajian Maulid Nabi, Sekda: Terbesar Seusai Pandemi

      Sekda Boyolali meminta semua elemen untuk meramaikan kegiatan tersebut, baik warga muslim atau nonmuslim.

      Waspada, Sudah 207 Pohon Tumbang di Sragen Akibat Angin Kencang

      Kepala BPBD Sragen Agus Cahyono menyatakan jalur angin di Sragen berada di Kecamatan Plupuh, Tanon, Kedawung, Gondang, dan Sambirejo.

      LK3 Boyolali: Pelaku KDRT Sudah Tidak Sayang pada Pasangan

      Kalau pasangan sayang, pasti akan berpikir dua kali untuk menyakiti orang yang disayangi.

      Harga Kedelai Melambung, Bakul Tahu di Sragen Mengeluh

      Para bakul tahu di Sragen terpaksa harus mengurangi ukuran tahu agar bisa mendapatkan laba meskipun para pembeli juga mengeluh.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Ganti Musim, BPBD Karanganyar: Waspada Bencana Alam

      Hujan dengan intensitas rendah, sedang, hingga lebat sudah terjadi di wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

      Sudah Musim Penghujan, BPBD Sragen Masih Lakukan Dropping Air

      Kepala BPBD Sragen, Agus Cahyono, mengatakan dropping air dilakukan di wilayah sisi utara Bengawan Solo.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.