Tutup Iklan
Timnas Peru (Reuters-Luisa Gonzalez)

Solopos.com, LOS ANGELES — Kegetiran hati Ricardo Gareca masih belum kering ketika memikirkan Timnas Brasil. Pada 7 Juli 2019 lalu, tim asuhannya, Peru, harus pulang dengan kepala tertunduk setelah keok 1-3 kontra Selecao dalam final Copa America 2019 di Maracana, Rio de Janeiro.

Namun Los Incas segera punya kesempatan revans ketika bersua Brasil dalam laga persahabatan di Coliseum, Los Angeles, Rabu (11/9/2019) pagi WIB. Meski statusnya hanya ekshibisi, duel ini bisa sedikit membalas sakit hati Jose Paolo Guerrero dkk. di Copa America dua bulan lalu.

Sayang upaya untuk mencari pil penawar tersebut tak mudah karena Peru datang dalam keadaan goyah. Mereka baru saja kalah 0-1 dari Ekuador dalam uji coba 6 September lalu. Beruntung, kondisi Brasil juga tak terlalu baik setelah ditahan imbang Kolombia dengan skor 2-2.

Keberadaan Neymar yang langsung mencetak gol dalam comeback-nya saat melawan Kolombia berpotensi membuat pertahanan Peru kocar-kacir. Reputasi Brasil memang berpotensi bikin gentar karena mereka mampu mencetak dua gol atau lebih dalam enam dari tujuh laga terakhir melawan Peru, mencetak 18 gol dalam periode tersebut.

Selain Neymar, Brasil membuka kans bagi wonderkid Real Madrid, Vinicius Junior, untuk bermain. Vinicius kemungkinan bakal menjadi pelapis Neymar karena mereka sama-sama bergerak di sektor kiri serangan. “Dia [Vinicius] akan mendapat kesempatan. Saya akan menempatkannya pada posisi ideal yang membuatnya nyaman,'' ucap Pelatih Brasil, Tite, dilansir ESPN, Selasa (10/9/2019).

Namun Selecao bukan berarti tanpa kelemahan. Brasil menunjukkan beberapa titik yang bisa dieksploitasi ketika ditahan Kolombia beberapa hari lalu. Mereka tak sepenuhnya solid secara defensif sehingga Kolombia bisa mencuri dua gol.

Apesnya, Peru justru harus kehilangan juru gedor utama mereka, Jose Paolo Guerrero yang memilih membela klubnya, Internacional, ketimbang Peru. Guerrero adalah top scorer sepanjang masa Los Incas dengan 38 gol dari 99 laga. Lini depan Peru kian genting karena Jefferson Farfan juga harus absen karena cedera.

Praktis, Peru hanya menyisakan Raul Ruidiaz dan striker muda, Kevin Quevedo, sebagai ujung tombak. “Kami harus melakukan banyak perubahan. Kelemahan kami hanya di lini depan,” ujar Pelatih Peru, Ricardo Gareca. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten