Tim Nasional Brasil (Reuters-Luisa Gonzalez)

Solopos.com, PORTO ALEGRE - Jika dilihat dari market velue (nilai jual) pemain, skuat Brasil dan Paraguay pada Copa America 2019 ini sangat timpang. Bahkan, perbedaannya bak bumi dan langit.

Brasil merupakan tim bertabur bintang-bintang mahal di dunia. Bayangkan, para pemain yang masuk skuat tim berjuluk Selecao ini memiliki total nilai jual 970 juta euro (Rp15,6 triliun). Padahal, harga tersebut tidak termasuk Neymar. 

Pemain termahal di dunia tersebut batal memperkuat Selecao di Copa America karena menderita cedera hanya selang sekitar sepekan sebelum turnamen antarnegara di Amerika Selatan tersebut digelar di Brasil mulai akhir pekan lalu.

Sementara market value Paraguay “hanya” berkisar 86 juta euro (Rp1,3 triliun). Artinya, jika dibandingkan nilai jual pemain-pemain di skuat Brasil, bisa mencapai 15 kali lipat lebih kecil. Pemain termahal di skuat tim berjuluk Los Guaranies adalah Miguel Almiron. 

Gelandang serang Newcastle United tersebut memiliki nilai jual 20 juta euro (Rp321,7 miliar). Pemain dengan nilai jual termahal berikutnya miliki Paraguay disandang bek Fabian Balbuena dengan hanya dalam kisaran 10 juta euro (Rp160,8 miliar).

Maka tak salah apabila ada yang menyebut bentrok Brasil melawan Paraguay sebagai pertarungan “Si Kaya” melawan “Si Miskin” ketika dua tim dipertemukan pada perempatfinal Copa America 2019 di Arena do Gremio, Porto Alegre, Jumat (28/6/2019) pukul 07.30 WIB. Los Guaranies tak hanya dituntut membuktikan bahwa hasil di lapangan tidak ditentukan karena latarbelakang nilai jual pemain. 

Paraguay juga dituntut untuk pecah telur selama menginjakkan di Brasil. Pasukan Eduardo Berizzo ini belum pernah meraih kemenangan satu laga pun selama mengarungi Copa America 2019. Dalam tiga laga yang dilewati pada fase grup, Paraguay meraih dua kali imbang dan sekali kalah. 

Dua hasil seri tersebut yakni melawan Agentina (1-1) dan Qatar (2-2). Sedangkan kekalahan mereka derita tatkala ditekuk Kolombia 0-1. Paraguay bisa dikatakan mujur karena menjadi satu-satunya tim yang belum pernah menang pada perempat final Copa America 2019 ini.

Bahkan, jika terus ditarik ke belakang, Paraguay belum pernah merasakan kemenangan pada Copa America sejak mereka menaklukkan Jamaika dengan skor tipis 1-0 pada fase grup pada 2015. Pada Copa America 2016, Paraguay juga gagal memetik satu pun kemenangan. Mereka terdepak dari fase grup setelah haya meraih sekali seri dan dua kali menelan kekalahan.

Meski begitu, El Toto, sapaan Eduardo Berizzo, sangat optimistis dengan kemampuan timnya. Terutama setelah mereka mampu menyulitkan Kolombia pada laga penutup grup. Kapten Paraguay, Gustavo Gomez, juga tak kalah percaya diri sebelum berjumpa Brasil. Dia menilai permainan Paraguay semakin solid, terutama di lini pertahanan. 

"Saya pikir selangkah demi selangkah kami semakin dekat dengan keinginan bos [Eduardo Berizzo], kami sebuah tim yang sedang dalam tahap rekontruksi," ujar Gomez, seperti dikutip copaamerica.com, Rabu (26/6/2019). 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten