Tim Nasional Brasil (Reuters-Luisa Gonzalez)

Solopos.com, PORTO ALEGRE - Brasil berusaha sekuat tenaga memupus paceklik gelar mereka di Copa America sejak 2007 silam. Sejak itu, tim berjuluk Selecao ini setidaknya sudah tiga kali terjun di turnamen tertua di dunia tersebut, masing-masing 2011, 2015, dan 2016.

Namun, dalam tiga edisi sebelumnya, Brasil selalu gagal menuntaskannya dengan meraih trofi. Ironisnya, Brasil disingkirkan musuh yang sama dalam dua dari tiga edisi terakhir tersebut di Copa America. Musuh tersebut adalah Paraguay!

Brasil dua kali disingkirkan Paraguay dari Copa America masing-masing pada 2011 dan 2015. Dalam dua edisi tersebut, langkah Selecao sebenarnya sudah sampai perempatfinal. Namun, Brasil selalu takluk dari Los Guaranies, julukan Paraguay. Tim Samba , julukan lain Brasil, bahkan selalu kandas secara dramatis lewat adu penalti.

Pada perempatfinal Copa America 2011, Brasil tersingkir 0-0 (0-2). Empat penendang penalti perama Selecao saat itu gagal total dalam adu tos-tosan. Empat tahun berikutnya, Brasil kembali dijegal Paraguay lewat adu penalti dengan skor 1-1 (3-4). Jadi, bisa dikatakan, Paraguay sebagai “tukang jagal” bagi Brasil pada Copa America.

Selecao tentu berambisi membalaskan dendam atas dua kali kegagalan menyakitkan lewat adu penalti tersebut ketika kembali berjumpa Paraguay pada perempatfinal Copa America 2019 di Arena do Gremio, Porto Alegre, Jumat (28/6/2019) pukul 07.30 WIB. Jangan ada drama berikutnya melawan Paraguay.

Philippe Coutiho cs. sedang on fire setelah meremukkan Peru 5-0 pada pertandingan penutup Grup A, Minggu (23/6/2019) WIB. Pesta lima gol tanpa balas ke gawang Peru itu sekaligus menjadi penebusan Selecao terhadap pendukung mereka yang kecewa dalam dua laga sebelumnya, masing-masing menang 3-0 melawan Bolivia dan ditahan imbang 0-0 oleh Venezuela.

Paraguay sendiri harus bersusah payah untuk lolos ke perempatfinal. Meski hanya mengantongi dua poin dari tiga laga dari Grup B, Los Guaranies lolos dengan status dua dari tiga tim peringkat ketiga terbaik dari semua grup di Copa America 2019.

“Ini akan jadi laga sulit, kami harus benar-benar fokus. Namun, tim sangat percaya diri, beberapa hal berjalan bagus saat ini,” ujar Coutinho, seperti dilansir washingtonpost.com, Rabu (26/6/2019).

Paraguay sendiri sudah kebobolan empat gol dalam tiga laga. Namun, hanya dua gol yang terjadi lewat open play. Selebihnya, satu gol berasal dari penalti Lionel Messi saat menahan imbang Argentina 1-1 dan satu gol lagi karena bunuh diri Oscar Cardozo tatkala ditahan Qatar 2-2.

"Kami bermain defensif, secara keseluruhan sangat solid, pertahanan kami memenangi duel satu lawan satu melawan para pemain ofensif mereka. Kami menghentikan Messi dengan sangat baik, kami menyumbat pemainannya dan kami tidak membiarkan rekan-rekan setimnya bermain bagus," jelas pelatih Paragua, Eduardo Berizzo. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten