Brankas Berisi Rp300 Juta Selamat dari Kebakaran Pasar Janglot Sragen

Brankas berisi uang Rp300 juta selamat dari kebakaran Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang menghanguskan puluhan kios dan los.

 Kondisi salah satu kios Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Minggu (26/9/2021) pagi. (Solopos/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Kondisi salah satu kios Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Minggu (26/9/2021) pagi. (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Brankas berisi uang Rp300 juta selamat dalam kebakaran di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Sragen, Sabtu (25/9/2021) malam hingga Minggu (26/9/2021). Brankas itu milik toko emas di pasar tersebut.

Informasi tersebut diungkapkan Kapolsek Tangen, AKP Zaini, saat berbincang dengan Solopos.com seusai proses pemadaman kebakaran pasar, Minggu pagi.

Duduk di lincak kayu depan los pedagang sambil melihat kondisi bangunan pasar yang ludes, Minggu pagi, Zaini menceritakan kejadian malam sebelummya. Ia hanya mengenakan sendal jepit yang sudah bercampur bercak lumpur pasar, berkaus kerah warna merah tua, dan bercelana panjang.

Baca Juga: Pasar Janglot Tangen Sragen Terbakar, Puluhan Los Ludes

Zaini tengah menunggu tim identifikasi Polres Sragen yang sudah dalam perjalanan dari Polres Sragen. Masih lekang dalam ingatannya situasi semalam waktu api melalap habis bangunan pasar.

Aktivitas petugas pemadam kebakaran yang membawa empat unit mobil pemadam yang harus bolak-balik mencari air masih terngiang di ingatan Zaini.

Meski ada empat unit mobil tangki penyuplai air dari PMI, BPBD, dan mobil tangki swasta, ternyata belum cukup untuk memadamkan api dalam kebakaran Pasar Janglot, Sragen.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Janglot Sragen: 50 Kios Kobong, Rp4,1 Miliar Melayang

Menjebol Tembok

“Api berkobar itu mulai pukul 23.30 WIB. Sebelum pukul 24.00 WIB, pemadam sudah tiba. Tetapi api baru bisa padam total pada pukul 03.30 WIB. Ya, praktis empat jam. Kami apel terakhir itu pukul 04.00 WIB,” ujarnya kepada Solopos.com.

Hingga Minggu pagi, Zaini baru bisa memperkirakan kerugian sampai Rp4,1 miliar. Kerugian itu bukan hanya dari bangunan los dan kios yang terbakar tetapi juga barang dagangan pedagang. Zaini bersyukur toko emas dan uang Rp300 juta dalam brankas selamat dari kebakaran tersebut.

Baca Juga: 4 Jam Api Membara, Puluhan Los-Kios Pasar Janglot Sragen Jadi Arang

Petugas pemadam kebakaran terpaksa menjebol tembok bagian belakang toko emas itu untuk jalan petugas. “Kalau tidak dijebol, api bisa merembet ke selatan. Kerugian bisa bertambah banyak,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang berlangsung kurang lebih waktu empat jam menghanguskan puluhan los dan kios. Total ada 66 orang pedagang yang kios dan losnya terbakar dalam kejadian itu.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

Transaksi Pasar Tradisional di SGS 2021 Tinggi, Panitia Beri Apresiasi

Panitia SGS 2021 menyebut transaksi di pasar tradisional Solo cukup besar sehingga panitia akan menyiapkan apresiasi khusus.

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.

Penggunaan Sumur Sibel oleh Petani Jaten Tak Terkendali, Ini Bahayanya

Jumlah petani di Jaten, Karanganyar, yang menggunakan air sumur submersibel (sibel) dinilai terlalu banyak sehingga mengancam ketersediaan air tanah.