BPUM Tahap Tiga di Wonogiri Sudah Dibuka, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi para pelaku usaha mikro di Wonogiri kembali dibuka mulai Jumat (30/7/2021).

 Info pendaftaran dan persyaratan BPUM Wonogiri. (istimewa)

SOLOPOS.COM - Info pendaftaran dan persyaratan BPUM Wonogiri. (istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI — Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi para pelaku usaha mikro di Wonogiri kembali dibuka mulai Jumat (30/7/2021). Surat keterangan usaha (SKU) harus ditandatangani kepala desa.

Pendaftaran program itu dibuka selama delapan hari, mulai Jumat hingga Jumat (6/8/2021). Program itu merupakan tahap ketiga pada 2021.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian dan Perdagangan (KUKM dan Perindag) Wonogiri, Wahyu Widayati, mengatakan, program itu dibuka berdasarkan tindak lanjut dari surat Kepala Dinas KUKM Jawa Tengah mengenai pengusulan calon penerima BPUM 2021.

Baca Juga: Dawet Kani Kudus Disajikan Ala Minuman Milenial di Sleman

“Surat itu keluar pada 28 Juli 2021. Kemudian kami sampaikan pembukaan pendaftaran program itu kepada masyarakat melalui media sosial,” kata dia saat dihubungi, Jumat.

Wahyu mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para pelaku usaha yang ingin mendafatra program BPUM. Diantaranya sudah memiliki usaha sebelum Covid-19, tidak sedang menerima pembiayaan Kredit Usaha Rakyat atau KUR.

Kemudian, bukan anggota PNS/TNI/POLRI atau pegawai BUMN maupun BPBD, bukan penerima BPUM tahap sebelumnya. Adapun syarat yang harus dipersiapkan yakni fotokopi KTP dan KK Wonogiri, fotokopi Nomor Induk Berusaha (NIB) atau SKU asli.

Wahyu mengatakan, SKU harus ditanda tangani langsung oleh kepala desa atau lurah setempat. Tidak dapat didelegasikan oleh bawahannya atau perangkat lainnya.

“Harus ditandatangani langsung oleh kepala desa. Jika ditandatangani oleh bawahan atau perangkat lainnya tidak akan kami proses. SKU yang sudah disahkan oleh kepala desa bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap dia.

Sementara itu, para pelaku usaha harus mendaftar program itu secara online. Mereka bisa mengakses melalui melalui link bit.ly/BPUMWONOGIRI2021. Setelah mendaftar melalui link itu, pendaftar juga harus mengirimkan berkas ke Kantor Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri.

Jika tidak mengirimkan berkas, tidak akan diproses untuk proses selanjutnya. “Nominal bantuan yang diberikan bagi pelaku usaha di tahap ketiga ini sebesar Rp1,2 juta. Nantinya penyaluran bantuan melalui Bank BRI dan BNI,” kata Wahyu.

Baca Juga: Doa Agar Mudah Melahirkan Menurut Islam, Dibaca Suami ya!

Lebih jauh Wahyu menjelaskan, pada tahap pertama pelaku usaha yang mengisi link pendaftaran sebanyak 5.312 orang. Pada tahap kedua ada 7.534 orang. Namun, yang dikirim ke Dinas KUKM provinsi pada tahap pertama hanya 2.623 orang dan tahap dua sebanyak 3.131 orang.

“Kami hanya mengirim berkas yang memenuhi syarat. Mungkin yang daftar ada yang cuma coba-coba. Ada juga yang tidak kirim berkas ke kantor. Banyak yang kurang paham persyaratan juga,” kata Wahyu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Alhamdulillah.....Satlantas Solo Bagikan 1.500 Paket Sembako

Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini yang membutuhkan kepekaan sosial untuk saling menguatkan. “

Operasi Knalpot Brong Karanganyar Jaring 1 Pelanggar

Polisi sudah memetakan sejumlah lokasi untuk penertiban knalpot brong maupun balap liar.

Mahasiswa UIN RM Said Surakarta Tuntut PTM Segera Digelar

Bagi mahasiswa yang berasal dari tempat yang jauh kuliah online dari indekos terasa kurang nyaman dan kurang maksimal.

Mabes Polri: Jangan Lengah, Corona Belum Musnah!

Indonesia kembali menerima 684.900 dosis vaksin AstraZeneca yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu.

Walah, Petugas Pelayanan E-KTP Door to Door Klaten sampai Naik Atap demi Sinyal Internet

Petugas pelayanan e-KTP secara door to door di Klaten kerap mendapat pengalaman unik, salah satunya harus naik atap demi dapat sinyal Internet.

Setelah Semanggi, Giliran Rumah Warga Eks HP 10 Tipes Solo Siap-Siap Dibongkar

Rumah warga di lahan eks HP 10 di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, bakal dibongkar untuk program Kotaku.

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.