Petani membawa padi yang dipanen darurat menggunakan terpal di persawahan yang terendam banjir di Desa Gondoharum, Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (31/1/2019). (Antara-Yusuf Nugroho)

Solopos.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah melakukan pengamatan kegiatan pertanian, terutama padi pada tujuh hari terakhir bulan Januari 2019. Beberapa daerah di Jateng mengalami banjir akibat tingginya curah hujan pada musim penghujan kali ini.

Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono mengungkapkan dari informasi–tanpa data–sebagian pengamatan yang dilakukan BPS menemukan terdapat lokasi tanaman yang terkena banjir, yakni di Kendal, Jawa Tengah. Bukan hanya itu, pihaknya juga menemukan bibit padi yang sebagian roboh kena angin ketika melakukan pengamatan.

“Kami baru melakukan pengamatan kegiatan pertanian, utamanya padi pada 7 hari terakhir Januari [2019],” kata Sentot kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (31/1/2019).

Tanaman padi yang terkena dampak banjir memiliki peluang produksi yang tidak maksimal jika bertahan sampai panen atau tertunda masa panennya karena petani harus melakukan penanaman ulang. Dirinya tidak yakin gagal panen atau puso akan terjadi terhadap tanaman padi yang diamatinya di Kendal, Jawa Tengah.

“Kalau gagal panen dalam pengertian istilah pertanian [adalah] puso, saya tidak yakin akan terjadi. Tapi, kalau produksinya tidak maksimal, atau tertunda karena menanam ulang, bisa saja terjadi,” katanya.

Dia mengingatkan, pengamatan yang dilakukan BPS Jateng di Kendal bukan gambaran umum di Jawa Tengah. Menurutnya, perlu dilihat hasil pengolahan hasil pengamatan seluruh sampel yang dilakukan BPS.

Pada akhir bulan ini, ujarnya terdapat beberapa lokasi sampel pengamatan yang melakukan panen tanaman padi. “Pengamatan di Kendal tersebut, tentu bukan gambaran umum di Jateng, harus melihat hasil pengolahan hasil pengataman seluruh sampel,” katanya.

Dia menambahkan BPS Jateng melakukan pengamatan kegiatan pertanian di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Data-data hasil pengamatan akan diolah di pusat dan terdapat tenggat waktu rilis.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten