BPNT Tak Bisa Dinikmati 76.362 Keluarga Miskin Sragen Sebelum 2019, Ini Penyebabnya

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SRAGEN — Rencana pemberlakuan program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di wilayah Bumi Sukowati yang sedianya dimulai April 2018 ditunda lantaran sistem dari pemerintah pusat sampai daerah belum siap. Program BPNT untuk 76.362 keluarga penerima manfaat (KPM) di Sragen kemungkinan besar baru terealisasi pada 2019.

Penjelasan itu disampaikan Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sragen Nunuk Sri Rejeki didampingi Kepala Dinsos Supriyatno saat berbincang dengan Solopos.com di Dinsos Sragen, Kamis (5/4/2018) siang. Nunuk menjelaskan atas penundaan itu untuk sementara program bantuan sosial (bansos) beras sejahtera (rastra) masih terus berjalan hingga Desember 2018.

Kebijakan itu didasarkan pada Surat Direktur Jenderal Pananganan Fakir Miskin Kementerian Sosial No. 13/4/SK/HK/01/03/2018 tentang Perubahan Kedua Tahap Penyaluran Rastra dan BPNT.

“Ya untuk kebijakan program BPNT diundur lagi mungkin sampai 2019. Awalnya memang Bansos Rastra hanya Januari-Maret dan April mulai ada BPNT tetapi pada realisasinya belum siap. Realisasi Bansos Rastra April secara simbolis sudah diserahkan Menteri Sosial Idrus Marham saat berkunjung ke Sragen akhir Maret lalu sebanyak 10.000 kg kepada 1.000 KPM di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen,” ujar Nunuk.

Realisasi Bansos Rastra April bagi KPM lainnya, kata dia, mulai didistribusikan secara serentak di 208 desa/kelurahan sesuai jadwal mulai Selasa-Kamis (10-12/4/2018) pekan depan. Ketentuan Bansos Rastra, ujar Nunuk, masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni diberikan kepada KPM masing-masing 10 kg tanpa ada tebusan alisan gratis.

Realisasi BPNT pada 2017, jelas Nunuk, baru di wilayah perkotaan, seperti Solo, Semarang, dan seterusnya. Pada 2018 ini hanya ada satu kabupaten yang segera merealisasikan BPNT, yakni Boyolali.

“Kenapa Boyolali ya karena Mensos sudah mencanangkan BPNT di Boyolali beberapa waktu lalu. Atas dasar itulah Boyolali jadi satu-satu kabupaten di Jawa Tengah yang mendapat prioritas program BPNT,” ujarnya.

Kepala Dinsos Sragen Supriyatno menjelaskan sebenarnya Pemkab Sragen kalau dipaksa juga siap. Dia menyampaikan persiapan sistem yang penting, yakni di pemerintah pusat dengan pelaksana pengadaan kartunya, yakni Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Kalau di Sragen, kata dia, kemungkinan dilakukan Bank BNI 46 tetapi sampai sekarang belum ada sosialisasi. “BPNT itu nanti setiap KPM mendapatkan kartu untuk menebus beras dan atau telur senilai Rp110.000 per bulan. Nilai anggarannya besar kalau bisa segera terealisasi, yakni mencapai Rp100.787.840.000 per tahun atau Rp8.399.920.000 per bulan,” ujarnya.

Bila BPNT itu terealisasi, jelas dia, seratusan miliar rupiah beredar di Sragen pada setiap tahunnya dan otomatis bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Untuk persiapan, Supri memerlukan dukungan anggaran APBD untuk program pendampingan BPNT seperti pendampingan pada program keluarga harapan (PKH).

“Saya meminta Bu Nunuk untuk menghitung kebutuhan anggarannya dan diajukan pada APBD 2019,” tambahnya.


Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Persis Solo Jadi Tim Unggulan Liga 2, Rival Punya Motivasi Tambahan

Atta Halilintar menegaskan timnya tetap optimistis meski berada di Grup C yang notabene grup neraka.

Pengumuman! PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya

Program PLN yang menawarkan diskon tambah daya kepada para pelanggannya ini diluncurkan untuk menyambut HUT ke-76 Kemerdekaan RI.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Haduh! Dua Cincin Nyangkut di Alat Kelamin Suami, Kok Bisa Sih?

Waduh seorang suami di Malaysia harus dilarikan ke rumah sakit karena alat kelami atau penisnya tersangkut dua buah cincin.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Ansari Kadir, Dulu Sering Gagal Bisnis Kini Punya 100 Outlet

Kini Sang Pisang telah memiliki 100 outlet termasuk di Malaysia.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Hukum Onani dengan Bantuan Istri dalam Islam, Apakah Diperbolehkan?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai hukum onani dengan bantuan tangan istri menurut Islam. Apakah diperbolehkan atau dilarang?

Sponsor Persis Solo Berlimpah, Ini Jumlah dan Macamnya

Keberadaan Kaesang Pangarep bak magnet yang mendorong Persis Solo memiliki finansial berlimpah.

Hasil Liga 1 2021-2022: Derbi Kalimatan, Borneo FC vs Barito Putera Bermain Imbang 1-1

Barito Putera unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Muhammad Luthfi Kamal

Bukti Keberhasilan Pemberdayaan BUMDes, Semen Gresik Raih Nusantara CSR Awards 2021

Program CSR Semen Gresik telah memberikan kebermanfaatan, diantaranya mendorong penurunan angka kemiskinan di area perusahaan.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Gubernur Anies Larang Rokok Dipajang, Produsen Menjerit

Seruan Gubernur direalisasikan dalam bentuk penindakan oleh Satpol PP DKI Jakarta.

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.

Sponsor Berlimpah, Persis Solo Kewalahan Terima Tawaran Kerja Sama

Jelang peluncuran tim dan jersey pekan depan, terhitung sudah 14 perusahaan yang mendukung Persis Solo musim ini.