BPJS Watch: 9 Juta Lebih Orang Miskin Dicoret dari Program JKN

BPJS Watch menyebut lebih dari 9 juta orang miskin dicoret dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

 Ilustrasi iuran BPJS Kesehatan. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi iuran BPJS Kesehatan. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — BPJS Watch menyebutkan lebih dari 9 juta orang miskin dicoret dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh BPJS Watch, angka penerima JKN berkurang dari 96,1 juta menjadi 87 juta.

Per 1 September, penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN berjumlah 96,1 juta jiwa dari kuota yang dibiayai APBN sebanyak 96,8 juta jiwa sebagaimana diatur dalam Kepmensos No.1 Tahun 2021 tentang Penetapan Iuran Penerima Iuran Jaminan Kesehatan.

Baca Juga: BP Jamsostek Cabang Surakarta Bayar Klaim JHT 22.310 Peserta

Namun, dalam Kepmensos No. 92/HUK/2021 Tentang Penetapan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Tahun 2021 yang dikeluarkan pada 15 September 2021, peserta PBI berjumlah 87.053.683 jiwa.

Jumlah tersebut terbagi atas data terpatu kesejahteraan sosial sebanyak 74.420.345 jiwa; dan, data yang telah dilakukan perbaikan dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebanyak sebanyak 12.633.338 jiwa.

“Ini artinya akan ada sekitar 9 juta peserta PBI eksisting yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Kemensos dari master file kepesertaan di BPJS Kesehatan. Bila dikeluarkan maka kepesertaan mereka akan non-aktif dan tidak bisa lagi mendapat penjaminan dari program JKN,” ujar Timboel, Minggu (26/9/2021) seperti dilansir Bisnis,com.

Baca Juga: Perjalanan KA Argo Lawu dan KA Argo Dwipangga Lebih Cepat 1 Jam

Dinilai Belum Dilakukan Secara Objektif

Timboel mengatakan BPJS Watch menolak kehadiran Kepmensos No. 92/2021 yang mengeluarkan sekitar 9 juta dari program JKN. Belum lagi, tambahnya, hasil verifikasi 12.633.338 jiwa oleh Pemda yang akan menurunkan kepesertaan orang miskin di Program JKN.

Selain itu, beleid tersebut bertentangan dengan Pasal 28H ayat (3) UU 1945 yang mana setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

Aturan itu juga bertentangan dengan PP No.76/2015 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan yang mengamanatkan perubahan data PBI dilakukan dengan penghapusan, penggantian, atau penambahan.

Baca Juga: Kandungan Emas Blok Wabu Tembus Rp300 Triliun, Grasberg Freeport Kalah

Sementara itu, kebijakan Kemensos selama tahun ini beserta hadirnya Kepmensos No. 92/2021 hanya menghapus peserta tanpa memberikan ruang penggantian dan penambahan.

“Kami meminta Menteri Sosial mematuhi ketentuan di atas. Lakukan perubahan data dengan memastikan ada proses penghapusan, penggantian dan penambahan berdasarkan pendataan secara obyektif,” tegasnya.

Selama ini, sambung Timboel, proses pendataan orang miskin dinilai belum dilakukan secara objektif sehingga masih ada orang miskin yang tidak terdaftar sebagai peserta JKN.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Tegas! Jokowi Beri Waktu 2 Tahun Bagi BUMN untuk Berubah

Selain membangun nilai, Presiden Jokowi juga meminta agar para direksi BUMN memiliki kepercayaan diri dalam berusaha.

Airlangga Tegaskan Komitmen Pemerintah Dorong Ekspor Lewat Kebijakan

Surplus perdagangan yang terus terjaga terutama disebabkan karena kinerja komoditas ekspor andalan Indonesia yang terus meningkat.

Hotel di Mandalika Full Booked di Tanggal Event Superbike dan MotoGP

Harga hotel di sekitar Sirkuit Mandalika pun naik dua kali lipat untuk pemesanan di tanggal perhelatan Superbike dan MotoGP.

OJK Terima 19.711 Aduan Soal Pinjol Ilegal, Ada Teror hingga Pelecehan

Sebanyak 52,97 persen (10.411 aduan) di antaranya masuk dalam kategori pelanggaran ringan/sedang, sementara 47,03 persen (9.270) aduan lainnya pelanggaran berat.

3.516 Aplikasi Telah Diblokir, Ini Cara Mengecek Legalitas Pinjol

OJK telah memiliki nota kesepahaman dengan Kepolisian, Kemkominfo, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Bank Indonesia untuk berkolaborasi dalam pemberantasan pinjol ilegal.

Ada Klub Sepak Bola Liga 1 Papan Atas Mau IPO Hlo, Siapa Ya?

PT Satu Global Investama (SGI) tengah merampungkan persiapan calon emiten baru, salah satu klub sepak bola liga 1 ternama di Indonesia untuk dapat melantai di bursa saham.

Lovetober, Cara Hemat Nikmati Ayam Panggang Khas Solo

Ayam panggang khas Solo I Am In Love memberikan promo khusus selama Oktober melalui Lovetober untuk para penggemar ayam panggang.

Simas Covid-19 dan Gamipro, Inovasi Terbaru Asuransi Sinar Mas

PT Asuransi Sinar Mas meluncurkan Simas Covid-19, asuransi yang menyediakan perlindungan khusus biaya perawatan Covid-19.

Produksi Padi Tahun Ini Naik Tipis, 3 Provinsi Paling Potensial

Produksi padi tertinggi pada 2021 terjadi pada Maret, yaitu sebesar 9,67 juta ton GKG, sedangkan produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 2,08 juta ton GKG.

Utang Tersembunyi Indonesia dari China Rp488 T? Ini Tanggapan Kemenkeu

Lembaga riset Amerika Serikat (AS) AidData mengungkap Indonesia menumpuk utang dari China hingga total senilai USD34,38 miliar, atau setara Rp488,9 triliun.

Wow, Neraca Perdagangan RI Surplus 17 Bulan Beruntun!

Komoditas nonmigas penyumbang surplus terbesar adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.

Presiden Apresiasi Transformasi BUMN, Begini Respons Erick Thohir

Transformasi yang dijalankan Kementerian BUMN agar perusahaan-perusahaan BUMN makin profesional, transparan, dan akuntabel mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo.

Milenial dan Gen Z Paling Banyak Memanfaatkan Subsidi Rumah

Milenial menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Beroperasi Agustus 2022, LRT Jabodebek Melaju Tanpa Masinis

Sebelum beroperasi, LRT Jabodebek kereta tanpa masinis terlebih dahulu harus menjalani pengujian di lapangan.

Listrik PLN Dongkrak Produktivitas Kebun Melon Hidroponik Petani Blora

Peresmian penyambungan listrik daya 5.500 VA yang mensuplai kebutuhan listrik kebun melon dengan sistem hidroponik tersebut diselenggarakan Rabu (13/10/2021).

Aplikasi PLN Mobile Punya Banyak Fitur Baru, Bisa Beli Token Rp5.000

Kali ini PLN menghadirkan Major Launch atau Grand Launching PLN Mobile, dengan sejumlah fitur canggih baru untuk kemudahan layanan bagi pelanggan.