BPJS Ketenagakerjaan Sasar Koperasi dan UMKM di Wonogiri

BPJS Ketenagakerjaan mengajak pelaku koperasi dan UMKM di Wonogiri agar menjadi peserta BPJS. Kepesertaan BPJS bisa turut mengantisipasi munculnya kemiskinan akibat risiko kerja.

BPJS Ketenagakerjaan Sasar Koperasi dan UMKM di Wonogiri

SOLOPOS.COM - ilustrasi BPJS ketenagakerjaan. (Solopos-Dok)

Solopos.com, WONOGIRI — BPJS Ketenagakerjaan mengajak pelaku koperasi dan UMKM di Wonogiri agar menjadi peserta BPJS. Kepesertaan BPJS bisa turut mengantisipasi munculnya kemiskinan akibat risiko kerja.

Kabid Kepesertaan Institusi dan Korporasi selaku Pejabat Pengganti Sementara (PPS) Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Sri Sudarmadi, mengatakan saat ini seluruh pekerja penerima upah harus menerima perlindungan berupa jaminan sosial baik pelaku maupun pekerja UMKM dan koperasi. Hal ini penting mengingat mereka bekerja kadang dengan upah di bawah standar.

“Kalau ada risiko kerja, BPJS bisa menanggung seluruh pembiayaan sampai sembuh. Bagi pengusaha dan koperasi, dia tidak perlu lagi terbebani lantaran risiko itu semua dikaver BPJS,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di sela-sela sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan kepada pengurus koperasi di Gedung PGRI, Selasa (20/8/2019).

Ia menjelaskan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Wonogiri terbilang murah yakni hanya membayar iuran Rp9.200 per orang per bulan. Dengan iuran itu, seorang pekerja menerima dua manfaat yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Di Soloraya, manfaat yang disalurkan kepada peserta jauh lebih banyak ketimbang iuran yang diterima.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Perindag Wonogiri, Wahyu Widayati, mengatakan di Wonogiri ada 6.912 koperasi RT dan 1.127 koperasi umum. Pengelolaan koperasi umum itu mayoritas dalam kondisi prima.

“Tapi ini hal baru untuk koperasi dan UMKM. Jadi perlu sosialisasi agar pengurus koperasi bisa memahami manfaat, prosedur, dan lainnya,” ujar dia.

Sedangkan, di Wonogiri ada 21.000 pelaku usaha mikro dan 600 lebih pelaku usaha kecil. Data itu sangat dinamis. Dinas KUKM dan Perindag sedang memperbarui data pelaku usaha mikro. Data itu mungkin selesai pada akhir Agustus 2019 ini.

Berita Terkait

Berita Terkini

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).

Inilah Tanda-Tanda Ban Sepeda Motor Harus Diganti

Rider sepeda motor wajib mengetahui kondisi ban saat berkendara karena ban menjadi salah satu komponen inti yang memberikan jaminan keselamatan.  

Gempa M 7,2 Guncang Nias

Gempa Bumi bermagnitudo (M) 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatra Utara, Jumat (14/5/2021)

Warga Wonogiri Diimbau Silaturahmi Virtual, Tapi Banyak yang Masih Tatap Muka

Tradisi silaturahmi secara tatap muka pada momentum Lebaran tidak bisa sepenuhnya hilang, meski masyarakat sudah diimbau untuk melaksanakannya secara virtual.

Kepolisian Kulonprogo Lakukan Penyetopan Pedagang Daging Anjing

Aksi penyetopan pedagang daging anjing di Kabupaten Kulonprogo ini merupakan yang pertama di Indonesia.