BPJS KESEHATAN : Virtual Account Diberlakukan, Kepatuhan Pembayaran Iuran Meningkat

BPJS KESEHATAN : Virtual Account Diberlakukan, Kepatuhan Pembayaran Iuran Meningkat

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pelayanan di kantor BPJS Kesehatan. (JIBI/Solopos/Antara)

BPJS Kesehatan memberlakukan virtual account, salah satu dampaknya meningkatkan kepatuhan

Solopos.com, JOGJA--Tingkat kepatuhan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) di DIY terus menunjukkan peningkatan, khususnya Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Salah satu pemicunya adalah pemberlakuan virtual account sejak 1 September 2016.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Jogja Sri Mugirahayu mengatakan, pada 2015, tingkat kepatuhan pembayaran iuran masih di bawah 50%.

"Saat ini tingkat kepatuhan khususnya PBPU sudah sudah mencapai 66 persen," ujar dia ketika ditemui di sela-sela Media Gathering BPJS Kesehatan di Greenhost Hotel, Jogja, Jumat (7/10/2016).

Ia menyebutkan, tingkat kepatuhan di DIY dinilai baik karena sudah sesuai dengan roadmap. Untuk kepatuhan peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), tingkat kepatuhan sudah mencapai 100%.

Untuk tingkat kepesertaan, di DIY sudah mencapai 70% dari total penduduk sekitar 3,5 juta. Ia menjelaskan, untuk sekitar 30% penduduk yang belum menjadi peserta JKN KIS, komposisinya didominasi pekerja dari sektor informal.

"Peserta JKN KIS di DIY sekarang ini sekitar 2,2 juta. Tapi tentunya kita punya target-target agar kepesertaan semakin banyak. Jamkesda dan Jamkesos akan masuk dan finalnya 2017. Mereka harus terintegrasi. Optimistis bisa sesuai roadmap hingga pada 2019 bisa tercapai sekitar 95 persen," jelas dia.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Janoe Tegoeh Prasetijo mengungkapkan, kenaikan tingkat kepatuhan ini tidak lepas dari kebijakan pemberlakuan denda per 1 Juli 2016 dan virtual account pada 1 September 2016. Sistem pembayaran 1 Virtual Account (VA) diperuntukkan keseluruhan anggota keluarga yang diberlakukan oleh BPJS Kesehatan.

Sistem tagihan iuran VA Keluarga adalah tagihan iuran yang bersifat kolektif untuk seluruh anggota keluarga atau menggabungkan masing-masing tagihan peserta sebagaimana yang terdaftar pada Kartu Keluarga (KK) dan atau yang sudah didaftarkan sebagai anggota keluarga. "Ini lebih praktis dan ternyata bisa meningkatkan kepatuhan," ujar dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kedapatan Tarik Parkir Motor Rp3.000, Jukir Eses Distro Solo Baru Akui Salah Dan Minta Maaf

Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo gerak cepat menindak juru parkir (jukir) di pusat pertokoan Eses Distro Solo Baru yang menarik tarif parkir secara ugal-ugalan.

Melihat Dari Dekat Calon Kawasan Industri Terbesar di Jateng

Calon kawasan industri terbesar di Jateng yang berada d Batang ini juga punya area leisure dan edukasi yang bakal berada di kluster 3.

Biskuit Kokola Sajian Tepat Saat Berlebaran di Masa Pandemi

Biskuit Kokola Halal pas untuk keluarga saat momen Lebaran dan juga baik untuk imun.

Mobil Listrik KIA EV6 Langsung Jadi Rebutan di Inggris

Mobil listrik KIA yakni EV6 resmi mendarat di Inggris dan mobil listrik terbaru produsen otomotif Korea Selatan ini langsung diserbu konsumen.

Ngeri! 2 Ular Kobra Ditemukan di Rumah Warga Klaten, Sembunyi di Genting

Dua ular kobra ditemukan di rumah warga di Desa Tlogorandu, Kecamatan Juwiring, Klaten. Pemilik rumah sampai menjebol tembok untuk menangkap ular tersebut.

Bebas PPnBM, Penjualan Mobil di Malang Raya Naik 90 persen

Pemberlakuan bebas PPnBM pada mobil tertentu berdampak pada peningkatan penjualan mobil di Malang Raya mencapai 90 persen.

PT Delta Merlin Sragen Hanya Mampu Bayar THR 70% Gaji Dicicil, Mediasi Deadlock

Mediasi antara PT Delta Merlin Sandang Tekstil Sragen dengan karyawan terkait pembayaran THR Lebaran berakhir deadlock.

Warga Sragen Gagal Selundupkan 78 Ekor Anjing ke Solo

Aksi dua warga Sragen yang hendak melakukan penyelundupan anjing ke Kota Solo, digagalkan aparat Polres Kulon Progo.

Curi Start, 1.300 Pemudik Tiba Di Sukoharjo Sebelum Larangan Mudik

Pemudik Sukoharjo yang tiba lebih awal alias curi start sebelum larangan mudik berlaku wajib karantina mandiri selama 5 hingga 14 hari

Duh! Ditemukan Makanan Mengandung Formalin dan Boraks di Klaten

Tim gabungan meminta warga lebih jeli ketika membeli makanan atau kebutuhan pokok. Pasalnya, dari hasil pengujian sampel makanan di beberapa lokasi, ada makanan yang mengandung zat kimia berbahaya seperti formalin dan boraks.

Pemkot Salatiga Tak Izinkan Salat Idulfitri di Lapangan

Pemkot Salatiga melarang Salat Idulfitri di lapangan untuk menghindari kerumunan yang berpotensi memunculkan klaster baru penularan Covid-19.

Ikhtiar Sobat Ambyar dan Keluarga Lestarikan Karya Didi Kempot

Regenerasi Didi Kempot diteruskan sang anak laki-laki, Saka Praja Adil Prasetya, yang telah beberapa kali merilis lagu baru maupun kaver lagu sang ayah.