Personel BPCB Jawa Tengah mengamati lubang galian ekskavasi di Situs Liyangan, lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (Antara-Heru Suyitno)

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Masyarakat Liyangan Kuno di lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah diperkirakan memiliki tingkat mitigasi bencananya tinggi. Kesimpulan itu diungkapkan pengolah data cagar budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Winda Artista Harimurti.

Winda di Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (31/8/2019), mengatakan Liyangan itu dihuni tidak hanya satu kali masa, jadi beberapa kali bencana erupsi datang kemudian masyarakat mengungsi, setelah reda kembali lagi ke sini. "Hal tersebut menunjukkan paling tidak kita bisa melihat bahwa mitigasi bencana masyarakat kita waktu itu untuk mobilisasi sosialnya sudah sangat tinggi," katanya.

Sampai saat ini, kata dia, dari sejumlah ekskavasi atau penggalian terstruktur sesuai kaidah Ilmu Arkeologi di Situs Liyangan, ditemukan benda-benda rumah tangga seperti guci, periuk, kemudian pipisan yang merupakan salah satu indikasi bahwa lokasi ini dulunya sebuah permukiman. "Namun, dari penggalian yang dilakukan Balai Arkeologi maupun BPCB Jateng belum menemukan barang-barang perhiasan ataupun korban kerangka dalam jumlah banyak, berarti waktu itu sebelum bencana itu benar-benar terjadi masyarakat sudah mengungsi," katanya.

Setelah bencana reda dan tanah subur kembali, lanjutnya, baru mereka kembali lagi ke permukiman tersebut. Ia mencontohkan ada indikasi sebuah talud sebagian sudah menggunakan batu blok tetapi sebagian diganti dengan bolder. "Hal itu kemungkinan saat di mana batu itu rusak kemudian ditambal lagi," katanya.

Berdasarkan kajian dari Balai Arkeologi Yogyakarata, katanya, aktivitas masyarakat Liyangan kuno diperkirakan sudah dimulai sebelum Hindu masuk.

BPCB Jawa Tengah kini tengah melakukan ekskavasi lanjutan di Situs Liyangan, di Desa Purbosari, lereng Gunung Sindoro di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Ekskavasi yang berlangsung pada 21 Agustus 2019 dijadwalkan berakhir Rabu (4/9/2019).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten