Ilustrasi hujan. (Antara-Pixabay)

Solopos.com, SOLO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD menyebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kota Solo akan memasuki musim penghujan pada September 2019. Meski prediksi itu berbeda dari rilis BMKG belum lama ini, BPBD pun mulai menyiapkan antisipasi bencana saat musim penghujan.

Beberapa RT di Kelurahan Mojosongo, Gilingan, dan Jebres sebelumnya menjadi lokasi rawan krisis air pada saat https://espospedia.solopos.com/read/20190731/487/1009100/indonesia-selatan-masuki-126-hari-tanpa-hujan" target="_blank" rel="noopener">musim kemarau. Namun, hingga musim kemarau hampir berlalu, seluruh RT itu bebas dari krisis air.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Solo, Eko Prajudhy Noor Ali, kepada Solopos.com, Senin (26/8/2019). Menurutnya, BPBD akan mengintensifkan persiapan musim penghujan seperti pendirian posko bencana 24 jam ketika Solo sudah dilanda hujan.

Beberapa pekan ke depan, BPBD Kota Solo segera berkoordinasi untuk mengecek sungai di seluruh lokasi dari sampah maupun tanaman liar yang dapat menganggu aliran air. Hal ini guna mencegah banjir di musim hujan.

“Tanaman liar di Kali Gajah Putih bisa menganggu aliran air, mungkin akan kami koordinasikan dengan pihak terkait. Kalau sungai kecil seperti Kali Pepe bisa digelar kerja bakti bersama menyambut musim https://news.solopos.com/read/20190425/496/987930/bukan-kemarau-basah-ternyata-ini-penyebab-hujan-lebat-april" target="_blank" rel="noopener">hujan,” ujarnya.

Terkait lokasi rawan banjir saat ini belum perubahan signifikan yakni 25 kelurahan di Kota Solo. Namun, setelah pemasangan parapet di bantaran Sungai Bengawan Solo ia memprediksi akan sedikit mengubah pemetaan kelurahan rawan banjir.

Sementara itu, hingga saat ini BPBD Kota Solo tidak mememperoleh permohonan untuk mengirim air besih. Kawasan-kawasan krisis air pada musim https://soloraya.solopos.com/read/20190430/489/988931/fenomena-jelang-musim-kemarau-banyak-ular-keluar-dari-sarang" target="_blank" rel="noopener">kemarau kali ini persedian airnya masih mencukupi untuk keperluan sehari-hari warga.

Prediksi ini berbeda dengan perkiraan yang dirilis BMKG pada Agustus 2019. Dalam publikasi BMKG, kawasan Soloraya disebut baru memasuki musim hujan pada November 2019. Rilis tersebut menyebutkan awal musim hujan 2019/2020 di Jawa diperkirakan terjadi pada November dasarian I - III. Daerah yang mengalami musim hujan mulai November di antaranya Kota dan Kabupaten Semarang, Boyolali, Klaten, Grobogan, Blora, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, sebagian Kabupaten Magelang, dan lainnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten