Ilustrasi air bersih (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo mengantisipasi bencana yang sering terjadi saat musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau dimulai sejak Mei dan puncaknya terjadi pada bulan Agustus.

Kasi kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kota Solo, Sumarno, saat ditemui Solopos.com di sela-sela kegiatannya, Rabu (12/6/2019) mengatakan Kota Solo bebas dari bencana kekeringan, tidak seperti wilayah lain di Soloraya yang seringkali dilanda kekeringan. Namun, di beberapa RT sering terjadi krisis air dikarenakan sumur warga yang mengering.

“Disebut kekeringan apabila kekurangan air terjadi di satu kecamatan, Kota Solo hanya beberapa saja. Menjelang musim kemarau sering terjadi warga kekurangan air, silakan melapor sesuai prosedur yakni laporan ke RT, RW, kelurahan, kecamatan, lalu ke BPBD untuk mendapat bantuan air bersih dari kami,” ujarnya.

Menurutnya, pemetaan yang dilakukan BPBD, wilayah yang beberapa kali kekurangan air berada di wilayah Mojosongo, Kecamatan Jebres dan Cinderejo, Kecamatan Banjarsari. Kota Solo memiliki air tanah yang sangat bagus, hal itu dikarenakan pohon-pohon besar masih sangat banyak untuk menyimpan air. Selain krisis air, ia meminta masyarakat waspada terhadap pohon tumbang yang beberapa kali terjadi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo, Gatot Sutanto, mengatakan pada pekan depan jajaran Pemadam Kebakaran Kota Solo akan mengecek seluruh hidran di Kota Solo. Peralatan pemadam dan mobil pemadam juga dicek setelah pengamanan selama Lebaran.

“Kami akan segera agendakan koordinasi dengan Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar) yang tersebar di seluruh kecamatan terkait antisipasi kebakaran di musim kemarau. Saat musim Lebaran ada tiga kejadian kebakaran, hasil dari evaluasinya salah satu penyebab kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia,” ujarnya.

Menurutnya, musim kemarau yang terik membuat rumput menjadi kering sehingga mudah terbakar. Masyarakat jangan sampai membakar sampah dikarenakan percikan api rawan terbawa angin. Ia mengimbau orang tua juga harus fokus mengawasi anak-anaknya, jangan sampai bermain api tanpa pengawasan. Selain itu, cuaca yang panas membuat pendingin ruangan akan sering menyala, pengecekan instalasi listrik penting untuk dilakukan. Lalu, pengecekan kompor yang menyala lebih lama saat musim Lebaran juga harus dilakukan.

“Masyarakat jangan panik ketika melihat mobil pemadam sering melintas di jalanan. Kami sedang menguji kalibrasi rekayasa lalu lintas, antisipasi parkir, dan estimasi waktu ke tujuan tertentu sehingga apabila terjadi kebakaran penanganan dapat maksimal,” imbuhnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten