Ilustrasi dropping air bersih untuk warga (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

10 Tangki air disiapkan untuk pasokan air bersih di wilayah kekeringan.

Solopos.com, MAGETAN -- Sebanyak 10 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi terjadi kekeringan di wilayah Kabupaten Magetan. Setiap tangki tersebut mampu menampung air hingga 2.200 liter.

"Kami menyiapkan 10 tangki air untuk antisipasi saat musim kemarau," ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Fery Yoga Saputra, di Magetan, Rabu (1/6/2017).

Dia menambahkan tangki-tangki itu akan didistribusikan ke wilayah Magetan yang mengalami kekeringan saat musim kemarau. Nantinya, air akan dipasok setiap hari atau sesuai permintaan warga yang menghadapi kesulitan air bersih.

"Biasanya, satu tangki air bisa bertahan untuk dua hari sekali," kata Fery. Dia menjelaskan, sebanyak 10 tangki tersebut dianggarkan dari APBD. Selain itu, pihaknya juga menyediakan sejumlah tangki cadangan lainnya.

BPBD Magetan memetakan ada 11 kecamatan di Magetan yang rawan kekeringan. Jumlah itu terbagi menjadi tiga klasifikasi berdasarkan tingkat keparahannya. Kategori parah adalah wilayah Parang. Kategori sedang terdapat di Kecamatan Kawedanan, Bendo, Sukomoro, Lembeyan, dan Karas. Sedangkan Plaosan, Panekan, Sidorejo, Ngariboyo, dan Magetan masuk kategori biasa.

Fery menambahkan saat ini menjelang berakhir musim penghujan ditandai dengan hujan yang sesekali masih terjadi, baik dengan intensitas ringan, sedang maupun deras.

Warga yang tinggal di daerah rawan kekeringan diminta untuk mempersiapkan diri jika terjadi krisis air bersih.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten